Beda Campak pada Anak dan Orang Dewasa

Campak merupakan salah satu penyakit yang muncul dari penyebaran virus Paramiksovirus. Penyakit ini masih sering muncul di Indonesia, Indonesia sendiri berusaha dan mengharapkan pada 2020 akan tercapai target Indonesia bebas Campak.

Berikut ini Tanda-tanda penyakit campak secara umumu :

. Penderita mengalami demam tinggi. Kondisi demam ini pada umumnya muncul sekitar 10 – 12 hari setelah terpapar virus campak.
. Penderita juga mengalami gangguan di saluran pernapasan, seperti batuk dan pilek.
. Kondisi mata penderita biasanya akan kemerahan dan berair.
. Bercak putih di dalam rongga mulut biasanya juga dialami oleh penderita campak.
. Ruam kemerahan yang muncul dari area wajah dan leher bagian atas, biasanya setelah itu akan muncul pada bagian tubuh lainnya seperti badan, punggung tangan dan kaki.

Campak yang terjadi pada orang dewasa biasanya terjadi karena saat usia dini mereka belum mendapatkan vaksin campak. Komplikasi yang sering terjadi saat penyakit campak yang dialami oleh orang dewasa, antara lain:

. Diare
. Pneumonia (paru – paru basah)
. Diare
. Ensephalitis (peradangan pada otak)
. Kejang
. Kematian

Campak menyebar disebabkan oleh virus membuat penularannya mudah terjadi kepada orang lain. Virus campak terdapat di dalam percikan cairan yang dikeluarkan oleh penderita saat mereka batuk dan bersin.

Virus campak ini dapat juga bertahan di permukaan benda selama beberapa jam. Seseorang baru dapat tertular saat menghirup percikan cairan penderita lain setelah bersin dan batuk. Selain itu penularan juga dapat terjadi saat seseorang menyentuh benda yang terkena percikan virus campak, lalu menyentuhkan tangannya ke hidung atau mulut.

Campak bisa menyerang siapa saja tanpa ada batasan usia, baik anak-anak dan orang dewasa semuanya bisa terkena, namun dampak yang diakibatkan bagi orang dewasa menkimbulkan gejal dan komplikasi yang lebih berat dari anak-anak.

Komplikasi di atas juga dapat terjadi pada kelompok usia anak-anak yang memiliki gizi buruk dan orang dewasa yang memiliki kekebalan tubuh yang rendah. Biasanya orang dewas yang mengalami campak adalah penderita AIDS, penderita kanker yang menjalani kemoterapi atau penderita penyakit kronis.

Pengobatan campak sendiri sebenarnya akan terjadi secara alami karena sistem kekebalan tubuh akan melawan infeksi virus ini dengan sendiri. Namun jika sudah terjadi komplikasi maka perawatan lanjutan di rumah sakit akan dibutuhkan.

Agar seseorang tidak mengalami komplikasi penyakit campak di usia dewasa, pastikan seluruh anggota keluarga Anda sudah diberikan vaksin campak dan MMR sejak dini. Vaksin campak diberikan di usia 9 bulan, 2 tahun dan 6 tahun, sedangkan vaksin MMR adalah vaksin gabungan untuk penderita campak, gondongan ,dan campak jerman diberikan sebanyak dua kali pada saat berusia 13 bulan dan usia 5 – 6 tahun.

Bagi anda yang mempunyai balita yang belum diberikan vaksin campak untuk segera melakukan vaksin ini kepada anak anak anda. Semoga target pemerintah pada 2020 tercapai dan Indonesia menjadi bebas dari Campak.

 Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *