16 Penyakit yang disebarkan oleh Bakteri

Bakteri merupakan mahkluk yang mempunyai bentuk tumbuh yang sangat kecil, sering kali bakteri disebut sebagai Mikroorganisme. Dalam dunia kesehatan bakteri terdapat bakteri baik dan bakteri jahat, bakteri jahat sangatlah merugikan bagi kesehata kita, salah satunya yang merugikan dari bakteri jahat ialah beberapa penyakit dibawah ini :

1. Tuberkulosis (TBC)
Tuberkulosis atau yang sering disingkat sebagai TB atau TBC merupakan penyakit menular yang sangat luas penyebarannya di seluruh dunia. Terlebih lagi, TB dapat menular dengan mudah melalui sekresi batuk penderitanya yang menyebar di udara. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis ini terbilang cukup ganas dan sulit disembuhkan. Butuh waktu 6 bulan hingga 1 tahun untuk menjalankan terapi pengobatan TB yang lengkap dan tanpa putus.

Gejala: Berat badan turun drastis, batuk kronis, demam, kurang nafsu makan dan berbagai ciri-ciri lainnya seperti berikut: Ciri-ciri tuberkulosis (TBC).

Penyebab: Infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyebar melalui sekresi batuk penderitanya. Bakteri ini akan menyebar di udara dan terhirup ke paru-paru orang lain, ketika sistem imun orang tersebut lemah maka ia akan terinfeksi dan menderita TBC.

2. Tipes
Tipes atau demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang menyebar melalui makanan yang terkontaminasi. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak yang kurang dijaga kebersihan lingkungan dan makanannya. Anak-anak juga lebih rentan karena belum sempurnanya sistem imun yang mereka punya.

Gejala: Demam tinggi hingga 40ÂșC dan bertahan beberapa hari, sakit perut, sembelit atau diare. Lengkapnya baca: Ciri-ciri dan gejala penyakit tipes.

Penyebab: Penyakit tipes disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang menyebar melalui feses atau urin penderitanya. Makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri dari feses atau urin inilah yang akan memicu munculnya tipes.

3. Diare
Diare termasuk penyakit yang sering di alami terutama pada anak-anak. Ditandai dengan sakit perut dan feses atau tinja yang berbentuk encer serta BAB yang lebih sering. Penyakit ini umumnya dapat diatasi dengan mudah menggunakan obat diare di apotik atau menggunakan bahan alami seperti daun jambu biji. Namun perlu perhatian serius jika diare terjadi lebih sering dan tidak reda dengan pemberian obat diare biasa.

Gejala: nyeri perut, feses lebih lunak atau encer dari biasanya, lebih sering BAB, dehidrasi.

Penyebab: berbagai penyebab dapat memicu munculnya diare dan yang cukup sering adalah akibat infeksi bakteri di pencernaan. Masuknya berbagai jenis bakteri seperti Escherichia coli, Campylobacter, Clostridum difficile, Salmonella, dan Shigella yang kemudian menginfeksi, dapat memicu diare.

4. Kolera
Kolera merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri di saluran pencernaan yang menyebabkan penderitanya mengalami diare dan dehidrasi parah. Penyakit ini jika tidak ditangani dengan tepat dapat berakibat fatal terutama pada anak-anak.

Gejala: diare secara tiba-tiba dan sering, dehidrasi, mual dan muntah serta kram perut.

Penyebab: kolera disebabkan oleh infeksi bakteri Vibrio cholerae yang dapat memproduksi toksin CTX. Racun ini akan menyebabkan tubuh sulit menyerap air, sehingga air lebih banyak dikeluarkan dalam bentuk diare. Makanan laun, terutama kerang yang diambil di perairan yang terkontaminasi dan tidak dimasak hingga matang kerap jadi penyebab penularan utama penyakit ini.

5. Disentri
Penyakit yang menginfeksi usus dan menyebabkan diare yang disertai darah dan lendir ini dapat terjadi pada anak-anak maupun dewasa.

Gejala: diare yang disertai darah, mual, muntah dan kram perut.

Penyebab: disentri disebabkan oleh infeksi bakteri Shigella pada saluran pencernaan. Terdapat beberapa jenis Shigella yang dapat menyebabkan disentri, yang paling umum adalah jenis Shigella sonnei, sementara jenis Shigella dysenteriae menyebabkan disentri yang paling parah. Kurangnya kebersihan menyebabkan bakteri ini dapat mengontaminasi melalui makanan atau minuman.

6. Difteri
Penyakit difteri menyerang selaput lendir pada tenggorokan dan hidung, terkadang juga hingga kulit. Penyakit ini sangat menular dan jika tidak ditangani dengan tepat dapat berakibat fatal bahkan mengancam jiwa.

Gejala: terbentuk lapisan abu-abu menutupi tenggorokan dan amandel, sakit tenggorokan dan suara serak, demam dan menggigil, pembengkakan kelenjar limfa, pilek yang awalnya cair kemudian jadi kental dan berdarah.

Penyebab: Difteri disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium diphtheriae yang terhirup melalui udara dari bersin atau batuk penderitanya.

7. Pneumonia
Penyakit yang menyerang paru-paru dan lebih dikenal sebagai penyakit paru-paru basah ini menyebabkan terjadinya pembengkakan di kantong udara di ujung saluran paru-paru (alveoli). Alveoli akan berisi cairan atau nanah yang akan menyebabkan batuk berdahak hingga kesulitan bernafas.
Gejala: batuk kering atau batuk yang disertai dahak berwarna kuning, hijau atau tercampur darah, nafas pendek, rasa sakit saat menarik nafas dan demam.
Penyebab: infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae yang menular melalui udara atau kontaminasi dalam makanan dan minuman.

8. Kusta
Kusta adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang menginfeksi kulit, sistem saraf, selaput lendir, otot hingga mata. Penyakit ini terkadang distigmakan negatif sehingga terkadang penanganannya tidak maksimal, padahal kusta bisa disembukan.

Gejala: mati rasa, muncul lesi pucat yang tidak terasa sakit, tidak sakit saat terluka, kelumpuhan otot kaki dan tangan hingga kehilangan jari-jeri tangan.

Penyebab: kusta disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae yang diduga menular melalui cairan hidung penderitanya saat batuk atau bersin. Hewan armadilo dan simpanse juga diketahui dapat menularkan kusta ke manusia.

 Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *