Penyebab Kanker Payudara

Kanker menjadi momok menakutkan bagi semua orang, baik laki-laki, perempuan, dewasa maupun anak-anak. Penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel secara tidak terkendali ini dapat merusak sel-sel sehat di dalam tubuh. Jika sel kanker sudah menjadi ganas, akan sulit untuk disembuhkan. Sebagian besar kasus kanker berakhir dengan kematian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meramalkan Indonesia bakal mengalami peningkatan jumlah pasien kanker payudara hingga tujuh kali lipat pada tahun 2030 mendatang. Ramalan WHO itu seyogianya menjadi ‘alarm’ bagi masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat. Penyebab kanker payudara lekat dengan keseharian. Gaya hidup maupun kebiasaan sehari-hari tanpa disadari memicu tumbuhnya sel-sel kanker dalam payudara.

  • Merokok dan konsumsi alkohol

Merokok terbukti meningkatkan risiko berkembangnya beragam kanker, termasuk salah satunya kanker payudara. Hal yang sama juga berlaku bagi kebiasaan konsumsi alkohol berlebih. Semakin banyak konsumsi rokok dan alkohol, maka semakin tinggi risiko kanker payudara.

  • Menstruasi dini

Wanita yang mendapat menstruasi di usia dini (sebelum 12 tahun), atau menopause di atas usia 55 tahun berpeluang menderita kanker payudara.

  • Kelebihan berat badan

Obesitas atau kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Pasalnya, perempuan dengan obesitas memiliki tingkat insulin yang tinggi dan dikaitkan dengan kanker payudara. Risiko kanker payudara cenderung meningkat setelah seorang wanita memasuki masa menopause. Pada masa itu, tubuh wanita memproduksi estrogen dari jaringan lemak dalam kadar berlebih. Hal itu bisa jadi pemicu meningkatnya risiko kanker payudara.

  • Genetik dan keturunan

Anda punya kerabat dekat yang pernah sakit kanker payudara? Waspadalah karena Anda berpeluang mengalaminya. Wanita dengan gen BRCA 1 dan BRCA 2 yang mengalami mutasi juga berpeluang menderita kanker payudara.

  • Kontrol kelahiran

Penggunaan kontrol kelahiran hormonal disebut mampu meningkatkan risiko kanker payudara. Sebut saja kontrasepsi oral, implan, hingga IUD yang dapat meningkatkan hormon pemicu kanker payudara.

  • Mengalami gangguan pada payudara

Beberapa wanita yang mengalami gangguan atau masalah pada payudaranya juga beresiko menderita kanker payudara. Segera periksakan diri Anda jika terdapat benjolan pada payudara, payudara sering terasa sakit, atau puting terluka padahal Anda tidak sedang menyusui. Wanita yang pernah mengalami mastitis di masa menyusui juga berpeluang menderita kanker payudara.

  • Tidak memiliki atau terlambat punya anak

Anak Anda lebih dari satu? Berbahagialah karena peluang Anda menderita kanker payudara semakin kecil. Sebaliknya, kanker payudara sangat mungkin menjangkiti perempuan yang tidak memiliki anak, atau melahirkan anak pertama setelah melewati usia 30 tahun.

 Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *