PENYAKIT EPILEPSI

Tidak ada komentar 93 views

penyakit-epilasi

Penyakit Epilepsi

Mengetahui lebih detail penyakit epilepsi itu perlu, terutama bagi orang tua dengan anak penyandang epilepsi. Sebab dengan pengetahuan yang cukup, informasi tersebut dapat membuat penyandang epilepsi mendapatkan pengobatan epilepsi yang tepat dan maksimal. Sehingga, sangat mungkin penyembuhannya lebih cepat dan kualitas hidup jadi lebih meningkat.

Mengenal Penyakit Epilepsi

Banyak orang yang berasumsi bahwa penyakit epilepsi atau dikenal dengan penyakit ayan ini hanya memiliki satu jenis yaitu kejang-kejang. Padahal, epilepsi sendiri memiliki klasifikasi-klasifikasinya sendiri, dimana kejang-kejang ialah epilepsi yang sudah pada klasifikasi kedua.

Perlu diketahui, epilepsi bisa menimpa seseorang disebabkan oleh aktivitas listrik sekelompok neuron dalam otak yang abnormal dan berlebihan, hingga pada konkretnya memunculkan bangkitan epilepsi berulang yang timbul tanpa provokasi atau penyebab dari luar.

Epilepsi atau disebut juga penyakit ayan dapat disebabkan atau dipicu oleh bakteri atau bahkan virus dan gejala epilepsi dapat diredam dengan bantuan orang-orang yang ada disekitar penderita.

Penyakit epilepsi dapat terjadi pada siapa pun meskipun dari garis keturunan tidak ada yang pernah mengalami epilepsi. Epilepsi tidak bisa menular ke orang lain karena hanya merupakan gangguan otak.

Kenali Jenis-Jenis Penyakit Epilepsi

Epilepsi Idiopatik Umum

Dalam hal ini, sering kali ada riwayat keluarga yang memiliki epilepsi. Epilepsi idiopatik umum cenderung muncul selama masa kanak-kanak atau remaja, walaupun mungkin tidak terdiagnosis sampai masa dewasa. Epilepsi jenis ini tidak menunjukkan ada kelainan sistem saraf (Otak atau sumsum tulang belakang) yang dapat diidentifikasi baik dengan studi EEG atau studi gambar (MRI), selain kejang-kejang.

Hasil struktural otak normal pada pindai MRI otak, walaupun studi khusus menunjukkan ada bekas luka atau perubahan halus didalam otak yang mungkin telah ada sejak lahir.

Penderita epilepsi idiopatik umum memiliki kecerdasan normal dan hasil dari uji neurologis dan MRI biasanya normal. Hasil electroencephalogram (EEG, sebuah tes yang mengukur impuls listrik di otak) mungkin menunjukkan pelepasan epileptik yang mempengaruhi seluruh otak (disebut pelepasan umum).

Jenis-jenis kejang yang mempengaruhi pasien dengan epilepsi idiopatik umum mungkin termasuk:

  • Kejang Mioklonik (Sentakan ekstrim yang terjadi secara tiba-tiba dan durasi sangat singkat).
  • Kejang tidak sadar (tatapan kosong).
  • Kejang tonik-klonik umum (kejang grand mal).

Epilepsi Idiopatik umum biasanya diobati dengan obat. Beberapa orang dapat mengatasi kondisi ini dan berhenti mengalami kejang, seperti halnya dengan epilepsi tidak sadar pada masa kanak-kanak dan sejumlah besar pasien dengan epilepsi mioklonik remaja.

Epilepsi Petit Mal

Epilepsi petit mal adalah epilepsi yang menyebabkan gangguan kesadaran secara tiba-tiba, di mana seseorang menjadi seperti bengong tidak sadar tanpa reaksi apa-apa, dan setelah beberapa saat bisa kembali normal melakukan aktivitas semula.

Epilelpsi Grand Mal

Epilepsi grand mal adalah epilepsi yang terjadi secara mendadak, di mana penderitanya hilang kesadaran lalu kejang-kejang dengan napas berbunyi ngorok dan mengeluarkan buih atau busa dari mulut.

Epilepsi Myoklonik Juvenil

Epilepsi myoklonik Juvenil adalah epilepsi yang mengakibatkan terjadinya kontraksi singkat pada satu atau beberapa otot mulai dari yang ringan tidak terlihat sampai yang menyentak hebat seperti jatuh tiba-tiba, melemparkan benda yang dipegang tiba-tiba, dan lain sebagainya.

Epilepsi Idiopatik Parsial

Epilepsi Idiopatik Parsial dimulai pada masa kanak-kanak antara usia 5 dan 8 tahun dan mungkin ada riwayat keluarga yang memiliki epilepsi. Epilepsi ini juga dikenal sebagai epilepsi fokal jinak masa kanak-kanak (BFEC), Epilepsi ini dianggap salah satu jenis epilepsi paling ringan. Epilepsi ini hampir selalu hilang ketika sudah pubertas dan tidak pernah didiagnosis pada orang dewasa.

Kejang-kejang cenderung terjadi selama tidur dan paling sering kejang motorik parsial sederhana yang melibatkan wajah dan kejang sekunder umum (grand mal). Jenis epilepsi ini biasanya didiagnosis dengan EEG.

Epilepsi Parsial Sederhana

Epilepsi parsial sederhana adalah epilepsi yang tidak disertai hilang kesadaran dengan gejala kejang-kejang, rasa kesemutan atau rasa kebal di suatu tempat yang berlangsung dalam hitungan menit atau jam.

Epilepsi Parsial Kompleks

Epilepsi parsial komplek adalah epilepsi yang disertai gangguan kesadaran yang dimulai dengan gejala parsialis sederhana namun ditambah dengan halusinasi, terganggunya daya ingat, seperti bermimpi, kosong pikiran, dan lain sebagainya. Epilepsi jenis ini bisa menyebabkan penderita melamun, lari tanpa tujuan, berkata-kata sesuatu yang diulang-ulang, dan lain sebagainya (otomatisme).

Epilepsi Simptomatik Umum

Epilepsi Simptomatik Umum disebabkan oleh kerusakan otak yang meluas. Cedera sewaktu kelahiran adalah penyebab paling umum dari Epilepsi Simptomatik Umum. Selain kejang, pasien sering mengalami masalah neurologis lainnya, seperti keterbelakangan mental atau cerebral palsy.

Penyebab spesifik seperti penyakit otak yang diwariskan, misalnya adrenoleukodystrophy (ADL) atau infeksi otak (seperti meningitis dan encephalitis) juga dapat menyebabkan Epilepsi Simptomatik Umum. Ketika penyebab Epilepsi Simptomatik Umum tidak dapat diidentifikasi, gangguan tersebut dapat disebut sebagai epilepsi kriptogenik. Epilepsi jenis ini mengikut sertakan subtipe yang berbeda, dimana yang paling umum dikenal adalah sindrom Lennox-Gastaut.

Bermacam jenis kejang (kejang tonik-klonik, tonik, mioklonik, tonik, atonic, dan kejang tidak sadar) adalah umum pada pasien ini dan bisa sulit untuk mengendalikannya.

Epilepsi Simptomatik Parsial

Epilepsi Simptomatik Parsial (atau fokal) adalah jenis epilepsi yang paling umum yang dimulai pada usia dewasa, tetapi epilepsi ini juga sering terjadi pada anak-anak. Epilepsi jenis ini disebabkan oleh kelainan lokal dari otak, yang mungkin akibat dari stroke, tumor, trauma, kelain otak bawaan (dipunyai sejak lahir), parut atau “sclerosis” pada jaringan otak, kista, atau infeksi.

Kadang-kadang kelainan otak tersebut dapat dilihat pada pindai MRI, namun seringnya kelainan tersebut tidak dapat diidentifikasi walaupun dilakukan berulang kali karena ukurannya mikroskopis.

Itulah beberapa jenis-jenis penyakit epilepsi. Namun, pada tahap lebih lanjut, epilepsi ini bisa membuat seseorang langsung tidak sadarkan diri diiringi kejang-kejang dengan penyebab bangkitan epilepsi yang sudah tak bisa terdeteksi atau dengan kata lain sudah masuk klasifikasi Uncalassfied Epileptic Seizures.

Epilepsi kronis bisa saja terjadi dan sangat mungkin, yakni bila penyandang epilepsi dalam berjalannya waktu tidak diberi terpai atau penanganan. Sehingga banyak neuron di otak rusak dan kebangkitan epilepsinya jadi tak terkontrol lagi serta muncul seenaknya sendiri. Untuk itu, dibutuhkan suatu obat epilepsi yang tepat dan aman untuk anak, dewasa ataupun ibu hamil.

Pertolongan Pertama Pada Penderita Epilepsi

Bagi yang membutuhkan solusi penyembuhan atau terapi penyembuhan penyakit epilepsi, berikut ini obat epilepsi anak

Epilepsi termasuk penyakit kambuhan, yang umumnya bisa terjadi kapan saja. Namun, biasa terjadi saat cuaca terlalu dingin atau panas. Selain itu, hal-hal mengerikan serta hal yang membuat jantung berdebar juga bisa menyebabkan epilepsi kambuh dengan tiba-tiba. Lalu, langkah apa saja yang mesti dilakukan saat seseorang mengalami kejang? Berikut dibawah ini pertolongan pertama pada penderita epilepsi.

Umumnya penderita epilepsi akan mengalami gejala berupa kejang-kejang hingga menjatuhkan diri ke lantai, gigi rapat, mata membelalak ke atas dan mulut mengeluarkan busa. Saat keadaan seperti ini, berikut ini hal yang harus Anda lakukan sebagai langkah awal menolong penderita epilepsi.

  • Pindahkan penderita ke tempat yang lebih luas, dengan tujuan supaya penderita epilepsi bisa leluasa bergerak.
  • Jauhkan pula benda-benda berbahaya dari penderita karena takutnya saat kambuh, penderita epilepsi akan benar-benar kehilangan kontrol dirinya.
  • Beri sesuatu yang keras untuk menahan gigi dengan tujuan supaya lidah penderita tidak tergigit.
  • Diusahakan untuk tidak panik atau berusaha menahan gerakan mereka.
  • Longgarkan tubuh penderita. Lepaskan kancing baju pada bagian pergelangan tangan dan leher. Apabila penderita menggunakan ikat pinggang longgarkan ikat pinggang tersebut. Hal semacam ini ditujukan untuk melancarkan sirkulasi oksigen menuju otak.
  • Letakkan sesuatu yang lembut di belakang lehernya, supaya tidak mengalami cedera selama kejang.
  • Kejang pada penderita epilepsi biasanya tidak berlangsung lama. Setelah kejang hilang, beri tambahan oksigen kepada penderita ayan agar hypoxia bisa segera diredakan.

Jika sudah dilakukan beberapa hal yang harus Anda lakukan saat menolong penderita ayan, maka tulislah durasi kejang yang dialami penderita. Apabila kejang terjadi lebih dari 5 menit, segera bawa penderita ke rumah sakit. Temani juga penderita setelah mereka sadar karena biasanya epilepsi akan kambuh kembali dalam waktu dekat jika tubuh merasa lelah.