Penyakit Flu Tulang

Penyakit Flu Tulang

admin No Comments
Penyakit Flu Tulang

Penyakit flu tulang menjadi penyakit yang sebenarnya jarang terdengar. Pada dasarnya flu tulang juga disebut dengan istilah chikungunya. Penyakit ini akan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa pada bagian persendian dan otot tubuh. Penderita selalu akan merasa sangat sakit ketika menggerakkan tubuh. selain itu biasanya penderita akan lebih senang untuk menekuk sendi-sendi untuk mengurangi rasa sakit. Penyakit ini bisa muncul tiba-tiba bahkan tanpa menunjukkan gejala awal. Pada malam hari biasanya penderita akan merasa panas pada bagian sendi yang disentuh. Setelah itu akan semakin sakit jika digerakkan. Rasa sakit yang paling sering ditemukan adalah pada bagian pergelangan tangan, panggul, lutut, bahu dan jari – jari.

Penyebab Flu Tulang

Flu tulang sebenarnya disebabkan oleh infeksi dari virus yang disebarkan oleh nyamuk aedes albopictus. Nyamuk biasanya akan menyerang saat siang hari. Penderita yang digigit oleh nyamuk ini akan memiliki virus dalam tubuhnya. Setelah itu virus akan berkembang dengan cepat sehingga tubuh akan menjadi lebih sakit. Setelah penderita mendapatkan gigitan nyamuk maka virus akan berkembang dengan cepat dan gejala flu tulang akan lebih cepat muncul.

Gejala Flu Tulang

Flu tulang bisa menyerang anak-anak dan orang dewasa. Bahkan orang tua juga bisa terkena flu tulang. Pada awalnya flu tulang akan menyebabkan munculnya bercak merah pada bagian kulit dan mulut. Setelah itu gejala menjadi lebih berkembang menjadi gejala flu yang sangat umum disertai dengan rasa sakit pada bagian sendi yang muncuk mendadak. Rasa sakit sering digambarkan dengan rasa sakit yang sangat berlebihan sehingga tulang atau sendi tidak bisa dipegang. Sebenarnya ketika tubuh mengalami kekakuan pada sendi maka saat itu tubuh sedang menciptakan antibodi untuk melawan virus. Gejala ini akan pulih setelah 2 hingga 3 minggu tergantung kondisi kesehatan. dibawah ini adalah beberapa gejala flu tulang.

  1. Tubuh mendadak demam dan terlihat seperti demam pada demam berdarah.
  2. Rasa sakit yang berlebihan pada bagian sendi-sendi tubuh. Bahkan karena terlalu sakit maka biasanya sentuhan lembut pada tulang bisa menyebabkan rasa sakit yang besar.
  3. Tubuh menjadi lebih lelah dari biasanya meskipun tidak sedang beraktivitas.
  4. Sakit pada bagian otot tubuh yang membuat tubuh menjadi lebih lemah.
  5. Tekanan yang berat sehingga sering menyebabkan depresi atau tekanan jiwa.
  6. Penderita diabetes yang mendapatkan flu tulang biasanya mengalami gejala yang lebih parah seperti sakit pada semua bagian tubuh dan tulang yang sulit untuk digerakkan. Bahkan bisa mengalami kondisi tingginya kadar gula dalam darah.

Diagnosis Flu Tulang

Pemeriksaan flu tulang biasanya bisa dilakukan dengan pemeriksaan fisik saja. Setelah mengalami infeksi dari virus penyebab flu tulang maka demam dan rasa sakit pada persendian akan muncul selama beberapa hari. Tulang akan terasa sakit dan tidak bisa digunakan untuk melakukan berbagai macam aktivitas. Pemeriksaan darah hanya dilakukan untuk menemukan kemungkinan penyakit lain sehingga biasanya tidak dilakukan jika memang gejala sudah menunjuk pada flu tulang.

Perawatan untuk Flu Tulang

Pada dasarnya hingga saat ini belum ada obat khusus yang bisa menyembuhkan flu tulang. Berbagai jenis obat yang diberikan untuk mengatasi demam dan rasa sakit yang berlebihan. Flu tulang bisa sembuh sendiri setelah virus mati dalam tubuh, kurang lebih selama 2 hingga 3 minggu. Tapi jika gejala dibiarkan dan tidak diatasi dengan obat penguat maka bisa menyebabkan kelumpuhan. Berikut ini adalah beberapa cara untuk merawat flu tulang.

  1. Minum air putih sesuai kebutuhan tubuh, disarankan 3 liter setiap hari. Air putih akan membuat tubuh menjadi lebih kuat dan sistem metabolisme tidak terganggu. Air putih juga membantu tubuh dalam melawan infeksi virus penyebab flu tulang.
  2. Minum obat yang disarankan oleh dokter, biasanya terdiri dari jenis obat-obatan untuk mengurangi panas tubuh, mengatasi rasa sakit dan obat untuk meredakan nyeri berlebihan.
  3. Istirahat yang cukup akan membantu tubuh agar bisa melawan infeksi virus.
  4. Hindari konsumsi makanan cepat saji, saat mendapatkan flu tulang maka kebutuhan untuk mineral, protein dan nutrisi lain sangat dibutuhkan.
  5. Hindari minuman dingin dan sebaiknya selalu minum air hangat saat menjalani perawatan.

Cara Mencegah Flu Tulang

Hingga saat ini memang belum ditemukan obat atau vaksin khusus yang bisa mencegah flu tulang. Kondisi untuk mencegah flu tulang hanya bisa dilakukan agar tidak terkena gigitan nyamuk penyebab flu tulang. Berikut ini beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah flu tulang.

  1. Memakai pakaian yang panjang atau melindungi tubuh agar tidak terkena gigitan selama berada di daerah yang banyak mengandung nyamuk penyebab flu tulang.
  2. Memakai kelambu untuk tempat tidur agar terlindungi dari nyamuk.
  3. Membersihkan lingkungan yang banyak mengandung tempat genangan air seperti pot, bejana atau kolam air.
  4. Menggunakan obat nyamuk untuk kulit agar tidak terkena gigitan nyamuk.
  5. Jika Anda sudah terkena flu tulang maka lindungi tubuh agar tidak terkena gigitan nyamuk, sebab nyamuk yang menggigit akan menyebarkan virus yang sama ke orang lain.
  6. Hindari konsumsi rokok dan alkohol jika sudah terkena flu tulang untuk mencegah agar tubuh tidak terlalu drop. Selain itu rokok dan alkohol hanya memperburuk kondisi tulang.

Pemulihan untuk Flu Tulang

Penderita flu tulang memang akan merasakan rasa sakit yang parah. Bahkan pada tahap yang lebih lanjut maka biasanya penderita tidak akan bisa bangun dari tempat tidur karena rasa sakit pada tulang. Berikut ini adalah beberapa tips untuk memulihkan kondisi tubuh ketika terkena flu tulang.

  1. Ramuan daun pepaya. Di India pengobatan flu tulang dengan minum jus dari daun pepaya memang sudah terbukti ampuh. Rasa daun pepaya yang pahit akan diserap oleh tubuh. Jus dari daun pepaya mempercepat proses pemulihan karena bisa mengendalikan infeksi virus dengan cepat.
  2. Gunakan ramuan daun jahe yang sudah ditumbuk halus dan oleskan pada bagian sendi yang terasa nyeri. Daun jahe sangat efektif untuk mengurangi rasa sakit berlebihan.
  3. Tumbuk beberapa suing bawang putih dan gunakan untuk memijat lembut pada sendi yang nyeri. Tambahkan minyak yang hangat untuk membuat tulang menjadi lebih nyaman.
  4. Minum air dari campuran madu dan air hangat. Madu sangat baik untuk melawan infeksi sehingga tubuh menjadi lebih cepat pulih.
  5. Makan beberapa suing bawang putih. Bawang putih mengandung senyawa khusus yang bisa mendukung sistem kekebalan tubuh.
  6. Selama perawatan hindari mandi dengan air dingin. Jika memungkinkan Anda bisa mandi dengan campuran air garam yang akan membuat nyeri tulang menjadi lebih baik.

Flu tulang memang menjadi penyakit yang sangat umum dan banyak menyerang penduduk di wilayah tropis. Tapi penyakit ini memang biasanya tidak menimbulkan kematian dan efek yang paling berat dari flu tulang adalah kelumpuhan. Kondisi penyakit akan terlihat lebih berat apabila penderita juga mengalami gangguan penyakit lain yang membuat tubuh menjadi lebih lemah.

Apa Itu Darah Tinggi ?

admin No Comments
Apa Itu Darah Tinggi

KETIKA ada orang marah-marah, maka masyarakat cenderung menghakimi bahwa darah tingginya sedang kumat. Apa kaitannya marah-marah dengan darah tinggi? Darah Tinggi atau hipertensi (HTN) atau hipertensi arteri, adalah suatu kondisi medis kronis dimana tekanan darah di arteri meningkat. Sebagaimana kita pahami, jantung harus bekerja keras untuk mengedarkan darah yang dikeluarkan melalui pembuluh darah. Beberapa perubahan patologis dan fisiologis dalam darah dan jantung menjadi indikator tekanan darah tinggi ini.

Teknik Membaca Tekanan Darah Tinggi

Deteksi tekanan darahTekanan darah adalah kekuatan darah mengalir di dinding pembuluh darah yang keluar dari jantung melalui arteri dan kembali ke jantung melalui pembuluh vena. Tekanan darah melibatkan sistolik dan diastolik. Sistolik adalah keadaan saat jantung berkontraksi dan diastolik, yaitu suatu keadaan pada saat jantung relaksasi. Penentuan tekanan darah seseorang, maka Dokter akan melakukan pembacaan melalui 2 (dua) cara.

  • Bacaan pertama adalah tekanan sistolik, tekanan yang terjadi bila otot berdenyut memompa dan mendorong darah keluar melalui arteri. Angka ini menunjukkan seberapa kuat jantung memompa untuk mendorong darah melalui pembuluh darah.
  • Pembacaan kedua, melalui diastolik, saat jantung beristirahat membiarkan darah kembali masuk ke jantung. Angka ini menunjukkan berapa besar hambatan pembuluh darah terhadap aliran darah balik ke jantung.

Tekanan darah normal adalah tekanan sistolik (angka diatas) berada pada kisaran 100-140 mm Hg, dan diastolik (angka di bawah) berada pada kisaran angka 60-90 mm Hg. Seseorang disebut memiliki tekanan darah tinggi kalau angka perbandingan sistolik dan diastolik terus menerus berada pada kisaran 140/90 mm Hg atau lebih dari angka normal.

Jenis Hipertensi

Hipertensi sendiri terbagi atas :

  • hipertensi primer, yang tekanan darah tinggi yang terjadi tanpa penyebab medis yang jelas; dan
  • hipertensi sekunder akibat pengaruh ginjal, arteri, jantung, atau sistem endokrin.

Hipertensi primer ini sekitar 90% dari keseluruhan hipertensi, dan hipertensi sekunder yang hanya 10% nya. Meski demikian hipertensi adalah faktor risiko utama untuk penyakit stroke, infark miocard (serangan jantung), gagal jantung, aneurisma arteri, arteri perifer, dan penyakit ginjal kronik.

Ciri-ciri dan Gejala

Hipertensi jarang menunjukkan gejala spesifik. Beberapa orang dengan tekanan darah tinggi dilaporkan mengalami sakit kepala pada bagian belakang kepala, terutama saat pagi hari. Beberapa di antaranya mengalami vertigo, dan tinitus (telinga berdengung atau desis di dalam telinga) serta gangguan penglihatan. Lebih fatal lagi, banyak kasus penderita hipertensi yang kemudian pingsan.

Gejala penyakit hipertensi bervariasi pada masing-masing individu dan hampir sama dengan gejala penyakit lainnya. Gejala umum penyakit hipertensi adalah

  • sakit kepala,
  • perdarahan hidung (mimisan),
  • pusing,
  • wajah kemerahan,
  • jantung berdebar debar,
  • penglihatan kabur,
  • sering buang air saat malam hari,
  • vertigo, dan kelelahan.

Namun kadangkala hipertensi berjalan tanpa adanya suatu gejala. Ia baru menunjukkan suatu gejala setelah terjadi komplikasi yang terjadi pada organ seperti pada otak, ginjal dan jantung. Biasanya penyakit muncul bersamaan dan semakin memperburuk kerusakan suatu organ. Untuk menguatkan gejala penyakit hipertensi adalah adanya riwayat penyakit hipertensi pada kedua orang tuanya karena hal itu akan menguatkan ke arah hipertensi primer.

Komplikasi Hipertensi

Komplikasi yang terjadi salah satunya adalah Penyakit Jantung Koroner (PJK). Penyempitan yang terjadi pada lubang pembuluh darah biasanya menyebabkan berkurangnya satu aliran darah pada beberapa bagian otot jantung. Hal ini akan menyebabkan rasa nyeri yang sakit di bagian dada, dan bisa mengakibatkan gangguan pada masalah otot jantung. Bahkan bisa menyebabkan timbulnya serangan jantung. Persoalan lainnya adalah gagal jantung. Tekanan darah tinggi akan memaksa otot-otot jantung bekerja ekstra keras dalam mempompa darah. Kondisi ini bisa menyebabkan otot jantung menebal dan meregang sehingga daya pompa otot mengalami penurunan yang menyebabkan daya kerja jantung terganggu.

Kondisi Medis Hipertensi

Berbagai keadaan pada hipertensi bisa ditemui kondisi-kondisi seperti

  1. Gestational hypertension, yang merupakan hipertensi pada kehamilan di atas 20 minggu, yang bisa mencapai 140/90 mm Hg.
  2. Orthostatic Hypertension, yaitu meningkatnya tekanan darah secara tiba-tiba ketika bangun berdiri dari keadaan duduk. Atau tekanan darah meninggi saat tiba-tiba bangun dari kondisi tidur pulas.
  3. Hipertensi pada bayi dan anak. Pada bayi, hipertensi jarang sekali terjadi. Tekanan darah tidak diukur secara rutin. Namun bila memang terjadi hipertensi pada bayi akan dapat berisiko tinggi. Rekomendasi saat sekarang ini anak-anak usia 3 tahun diperiksa tekanan darahnya pada kunjungan pemeriksaan rutin. Tekanan darah akan meningkat seiring usia anak-anak.

Penyebab Hipertensi

Penyebab tekanan darah tinggi bermacam-macam. Ada faktor yang bisa dikendalikan oleh tubuh kita sendiri, namun ada juga yang tidak bisa dikendalikan. Inilah faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tekanan darah dalam tubuh kita.

  1. Usia Lanjut. Semakin tua seseorang maka tekanan darah sistole akan semakin meningi. Hal ini terjadi karena semakin tua seseorang akan terjadi pengerasan pembuluh darah. Seseorang harus menjaga pola hidupnya dengan baik agar tidak terkena darah tinggi.
  2. Faktor Keturunan. Tekanan darah tinggi bisa terjadi karena faktor keturunan. Keluarga perlu menyadari jika dirinya termasuk berisiko memilki tekanan darah tingi. Yang bisa dilakukan adalah mengatur kesehatannya dengan lebih baik.
  3. Jenis Kelamin. Laki-laki berpeluang terkena tekanan darah tinggi lebih sering persentasenya daripada perempuan. Pola makan, kebiasaan makan dan pola hidup harus dijaga karena masing-masing berisiko terkena tekanan darah tinggi yang sama.
  4. Obesitas. Seseorang bila memiliki lemak sekitar perut, pinggul, dan paha memiliki risiko tekanan darah tinggi. Berat badan di atas 30 persen berat badan ideal, memiliki kecenderungan menderita tekanan darah tinggi. Upayakan agar berat badan berada pada situasi normal agar tetap sehat.
  5. Stres. Hindarkan stres tinggi karena pekerjaan, lifestyle, atau yang lain. Kondisi emosi yang tidak stabil juga menjadi penyebab stres.
  6. Konsumsi obat secara terus menerus. Beberapa obat seperti obat flu dan alergi bisa membuat tekanan darah meningkat. Penderita perlu memahami dan konsultasi obat-obat yang dikonsumsi. Hal ini untuk menghindarkan terjadinya komplikasi.
  7. Aktif secara fisik, olahraga. Kurang olahraga akan menyebabkan tekanan darah dalam tubuh meningkat. Olahraga akan melegakan pembuluh darah sehingga tekanan di pembuluh darah akan kembali pada situasi normal. Sebaiknya jangan melakukan olahraga berat saat menderita hipertensi.

Makanan-makanan yang Harus Dihindari

Tekanan darah tinggi juga bisa dipicu oleh makanan yang kita makan sehari-hari. Penderita tekanan darah tinggi setidaknya mengatur pola makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Sebaiknya harus menghindari makanan tertentu yang akan memicu meningkatnya tekanan darah. Makanan di bawah ini sebaiknya dihindarkan.

  • Tepung Terigu. Makanan yang mengandung tepung terigu akan memicu kenaikan indeks glikemik. Indeks ini akan membuat glukosa/ kadar gula naik yang akan memicu naiknya tekanan darah.
  • Kolesterol dalam darah. Kolesterol bisa dikendalikan oleh kita sendiri. Kendalikan kolestrol sedini mungkin. Kandungan lemak yang berlebihan dalam darah akan menyebabkan timbunan kolesterol pada dinding darah. Akibatnya pembuluh darah akan meyempit sehingga tekanan darah akan meningkat.
  • Garam berlebih. Faktor ini bisa dikendalikan dengan mengurangi konsumsi garam dalam makanan. Garam dapat meningkatkan tekanan darah dengan cepat pada penderita penyakit diabetes, hipertensi ringan, orang berusia lanjut, atau mereka yang berkulit hitam.
  • Minyak Goreng Nabati. Minyak ini memiiki kandungan lemak sintesis yang memicu tekanan darah. Salah satu jalan, menggantinya dengan minyak goreng yang sehat seperti minyak zaitun untuk menjaga agar tekanan darah tetap stabil.
  • Makanan Pengawet. Makananyang diawetkan menggunakan zat pengawet kimia yang mengandung natrium dan garam yang tinggi. Acar dan cuka misalnya, keduanya berfungsi mengawetkan. Hal ini akan memicu hipertensi.
  • Makanan Beku. Makanan yang dibekukan seperti nugget, sosis, bakso beku, ikan beku dan sebagainya banyak mengandung akan natrium. Hal ini akan memicu terjadinya hipertensi.
  • Mie instan dan Makanan Kaleng. Bahan makanan jenis ini mengandung zat natrium yang memicu hipertensi.
  • Hindari Makanan Fastfood atau junkfood. Makanan junkfood seperti ayam goreng, kentang, atau burger, mengandung lebih banyak natrium, lemak dan sodiumnya Hal ini merupakan bahan-bahan yang bisa menaikkan tekanan darah. Salah satu solusinya adalah hindari asupan makan garam berlebihan. Makanan junkfood dan makanan kaleng memiliki kadar natrium tinggi. Hal ini akan membahayakan penderita hipertensi.
  • Hindari Minum Kopi dan Alkohol. Minum terlalu banyak kopi dan alkohol akan berdampak buruk bagi kesehatan kita. Kaffein yang terdapat di kopi, teh atau minuman cola akan menyebabkan peningkatan tekanan darah. Merokok juga bisa menyebakan tekanan darah tinggi. Kebiasaan merokok meningkatkan risiko diabetes, serangan jantung dan stroke. Merokok ketika sudah dalam keadaan hipertensi akan mempercepat memicu penyakit yang berkakitan dengan jantung dan darah.

Cara Mencegah Darah Tinggi

Banyak orang menggalami hipertensi namun dirinya tidak menyadarinya. Sangat dianjurkan agar perubahan gaya hidup untuk menurunkan tekanan darah. Perubahan gaya hidup ini harus konsisten sesuai pedoman dari US National Hihg BP Education Program tahun 2001, yaitu menyangkut :

  1. Menjaga agar Berat Badan dalam kondisi normal, dengan indeks massa tubuh sebesar 20-25 kg/m2.
  2. Mengurangi diet natrium sampai < 100 mmol/hari. Diet dilakukan untuk konsumsi garam, makanan ringan/camilan, makanan bervetsin (MSG), serta mie instan.
  3. Melakukan aktifitas fisik aerobik secara teratur, misalnya dengan jalan cepat >30 menit per hari dalam satu minggu.
  4. Batasi konsumsi alkohol.
  5. Perbanyak memakan/konsumsi sayuran dan buah.

Perubahan gaya hidup merupakan langkah pencegahan terhadap kemungkinan munculnya penyakit ikutan karena hipertensi. Hal yang diubah meliputi perubahan diet, olahraga dan penurunan berat badan. Perubahan ini terbukti mampu menurunkan tekanan darah. Perbaikan pola makan dan gaya hidup dapat memperbaiki kontrol tekanan darah, serta akan mengurangi risiko komplikasi terhadap kesehatan. Diet rendah natrium sangat bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah. Perubahan gaya hidup efektif akan dapat menurunkan tekanan darah setara dengan mengonsumsi obat antihipertensi. Kombinasi perubahan gaya hidup akan memberikan efek yang lebih baik.

Berbagai obat hipertensi yang beredar dirancang untuk menurunkan tekanan dan sekaligus mengurangi tekanan psikologis, stres, dan ketegangan terutama kaitannya dengan saran untuk relaksasi dan meditasi. Penurunan tekanan darah juga dapat mengurangi risiko demensia, penyakit jantung iskemik, gagal jantung dan mortalitas karena cardiovaskuler. Penurunan tekanan darah sebesar 5 mmHg dapat menurunkan risiko stroke sampai 34%. Pengobatan harus ditujukan untuk mengurangi tekanan darah hingga kurang dari 140 mmHg untuk sebagian orang, dan lebih rendah lagi untuk mereka yang diabetes atau penyakit ginjal. Sejumlah praktisi medis menyarankan agar tekanan darah dijaga pada level di bawah 120-130 mmHg. Jika tekanan tidak tercapai maka diperlukan pengobatan lebih lanjut.

Seseorang yang mengalami tekanan darah tinggi pada kondisi normal dapat saja mengalami tekanan darah tinggi kembali. Banyak terjadi penderita stroke kambuh kembali pada saat yang bersangkuran lepas obat. Bahkan banyak kasus orang yang tadinya bertekanan darah rendah bisa berubah menjadi tekanan darah tinggi pada saat tertentu. Oleh karenanya kontrol tekanan darah secara rutin sangat diperlukan. Meskipun demikian, bila perubahan gaya hidup tak efektif, maka konsumsi obat-obatan kadang diperlukan terus menerus seumur hidup.

Mengenai Penyakit Disleksia

admin No Comments
Mengenai Penyakit Disleksia

Anda pernah menonton film India berjudul ‘Tare Zameen Par’? Dalam film tersebut mengungkapkan mengenai kesulitan belajar seorang anak yang tak mampu membaca dan mengeja. Menurut Ihsan (anak dalam film tersebut) huruf-huruf abjad yang terpampang dalam text book seperti menari-nari dan berputar-putar. Anda yang tidak memiliki gangguan ini, merasa lucu mendengar jawaban tersebut. Atau bahkan untuk kalangan awam, berpikir bahwa anak itu bodoh! Dengan usia yang anak normal sudah mampu untuk membaca, sedangkan anak ini mengeja saja salah melulu.

Bukan! Dia bukan anak yang bodoh. Hanya saja ia memiliki gangguan dalam mengeja sehingga kemampuan untuk membaca nol. Ia juga akan mengalami kesulitan dalam mengingat huruf. Disitulah timbul gangguan yang dinamakan Disleksia.

Macam-Macam

Ada dua jenis gangguan disleksia :

1. Developmental Dyslexia

Gangguan disleksia yang terkena sejak lahir akibat faktor genetik, sehingga tidak bisa disembuhkan. Gangguan ini menghambat kemampuan untuk membaca, berhitung, menulis, dan aspek verbal lainnya. Meski tak ada obat khusus yang mampu menolongnya, namun bisa meminimalisir hambatan tersebut dengan pendekatan-pendekatan khusus.

2. Acquired Dyslexia

Gangguan yang mulai menyerang manusia menjelang usia dewasa. Mereka akan mengalami cidera otak bagian kiri, sehingga menyebabkan gangguan disleksia. Tandanya ketika masa dewasa, bermasalah dalam memproses informasi dan harus membutuhkan waktu yang lebih lama dari manusia pada umumnya.

Selain itu juga akan mengalami kesulitan pengorganisasian. Misalnya ia mengingat untuk memakai sepatu, namun lupa memakai kaos kaki

Penyebab

Penyebab utamanya adalah ada ketidaknormalan atau gangguan termasuk cidera didalam sistem syaraf pusat otak (gangguan neurobiologis) yang implikasinya pada kesulitan berbicara, membaca, menulis, dan berhitung. Kemungkinan terbesar (menurut penelitian terakhir sebanyak 70%) orang anak menderita gangguan ini karena faktor genetik atau bawaan. Hal ini berarti jika dalam garis keturunannya ada yang menderita gangguan ini, kemungkinan besar anak cucunya atau saudara lainnya juga akan mengidap gangguan yang sama.

Sedangkan sisanya 30% berdasarkan factor lain seperti ada luka di dalam otaknya (brain injury), atau ada zat biokimia dalam sel syaraf otak yang mengganggu perkembangan.

Gejala

Individu yang mengidap gangguan ini kebanyakan menimbulkan gejala yang tidak pasti. Misalkan ia susah untuk membedakan kata ‘paku’ dan ‘palu’. Atau bisa saja ia menulis angka 4 dengan huruf ‘h’. Kesulitanya mengidentifikasi huruf dan angka membuatnya lamban.

Apalagi dalam hal mendikte, anak harus berpikir berulang kali untuk memahami informasi yangbaru ditangkapnya. Lalu ia harus menuangkan informasi tersebut dalam catatan. Akibat kurangnya memori verbal menjadikanya tak bisa memahami atau mengolah informasi yang ditangkap.

Gejala umum akan lebih mudah dilihat ketika anak memasuki usia cukup besar atau sudah masuk dalam bangku sekolah. Dimana mengharuskan untuk membaca dan menulis. Misalnya :

  • Kurang mampu mengerti dan mengolah kata seperti mencampur adukan kata-kata atau frasa
  • Memerlukan waktu yang cukup lama ketika belajar bunyi abjad
  • Kurang memiliki kepercayaan diri saat membaca buku
  • Lemah dalam menghafalkan urutan (seperti abjad atau hari), nama, dan objek
  • Sulit mengidentifikasi huruf dan angka seperti terbalik antara angka 4 dan h
  • Lama memproses informasi baru sehingga pemahaman hal baru sangat kurang
  • Lama mengolah informasi ke dalam tulisan seperti saat di dikte
  • Kepekaan fonologi jongkok
  • Kemampuan berhitung dan berbahasa yang sangat kurang
  • Lamban dalam memahami rima atau pengulangan bunyi dan irama atau ritme lagu
  • Suka mendengar cerita, namun enggan untuk membaca sendiri karena harus berhadapan dengan huruf dan kata
  • Tulisan tangan yang jelek, tidak teratur seperti huruf kadang diatas kadang dibawah, dan susah dibaca

Diagnosa

Untuk mendiagnosis gangguan ini, Dokter maupun Psikolog membutuhkan informasi lengkap seperti :

  • Perkembangan Individu yang meliputi riwayat pendidikan serta kesehatan
  • Kondisi Individu saat di rumah, sekolah, dan pergaulannya dengan orang lain
  • Pengisian kuisioner oleh anggota keluarga dan guru pendamping
  • Tes Pemeriksaan yang meliputi membaca, berhitung, kemampuan mengingat, dan kemampuan verbal
  • Tes Kesehatan seperti penglihatan, pendengaran, dan neurologi untuk mengecek kenormalan fungsi auditori dan visual. Kemungkinan terbesar jika terjadi ketidaknormalan, maka ada
  • factor lain yang menjadi penyebab gangguan tertentu
  • Tes Psikologi untuk mengetahui kondisi kejiwaan pada anak. Misal adanya kecemasan, depressi, tekanan atau disorder lain yang menghambat pertumbuhan anak.

Dengan adanya diagnosis, maka aokter akan memberikan penanganan pas sesuai dengan kondisi anak. Sehingga penderita bisa menjadi lebih baik keadaanya. Gangguan ini memang tak ada obatnya. Karena pada dasarnya, suatu gangguan merupakan ketidaknormalan fungsi tubuh secara genetis. Hanya saja ada penanganan khusus untuk mengurangi atau mengatasinya.

Penanganan

Salah satu penanganan untuk anak disleksia adalah dengan pemberian perhatian khusus secara intensif. Porsi belajar untuk mengingat huruf atau abjad memerlukan waktu lama dan panjang. Usahakan kondisi anak yang selalu stabil dalam keadaan yang menyenangkan. Lakukan metode balajar anak di outdoor dengan permainan, sehingga anak akan mengingat huruf tersebut lewat pengalaman bermainnya.

Untuk mengasah kemampuan verbal, dapat dimulai dengan membacakan cerita yang disukainya. Misal untuk anak perempuan lebih memfavoritkan cerita dongeng, khayalan, fantasi, seperti puteri kerajaan, Barbie, dan princessa. Sedangkan untuk anak laki-laki lebih menjurus ke yang adventure, seperti kisah perjalanan di suatu Negara yang sangat menakjubkan, atau cerita luar angkasa.

Terapi Disleksia

Seorang anak yang menyandang gangguan disleksia terpaksa dimasukan dalam kategori ABK (Anak Berkebutuhan Khusus). Beberapa terapi yang mampu untuk menguranginya adalah :

1. Terapi Integrasi Sensori

Terapi ini difokuskan pada pemecahan masalah yang berkaitan dengan sensori atau sistem indera anak. Jadi ketika anak mengalami masalah dengan gangguan pendengarannya, sehingga harus belajar di suasana yang tenang. Misalnya, mengganti jam belajar di waktu dini hari atau pagi sebelum subuh. Dengan begitu anak akan terbiasa memecahkan masalahnya sendiri.

2. Terapi Orthopaedagogy

Terapi yang lebih difokuskan pada pengulangan sesuatu untuk memperbaiki kemampuannya. Jangan lupa untuk memperhatikan anak dalam berkonsentrasi, kecepatan belajar, kemandirian, respon-respon, kooperatif, komunikatif, daya ingat, dan problem solving.

Pada pertemuan pertama kemajuan anak terasa lambat, namun setelah pengulangan berulang kali, anak akan lebih mandiri.

3. Terapi dengan Game

Menurut penelitian terakhir tahun 2013 oleh mahasiswa UGM, mereka menemukan game yang bisa digunakan sebagai terapi oleh anak disleksia. Dengan menggunakan aplikasi Microsoft Kinect, memudahkan anak untuk memahami huruf dan melatih otak kiri serta kanan dengan baik. Dengan adanya game yang menarik daya minat anak-anak, game ini dilengkapi dengan fitur yang mampu mengasah kemampuan verbal anak.

Salah satunya dengan adanya Proununcing game atau Spelling. Fitur ini mendorong anak untuk mengucap kata-kata sulit.

Dengan dorongan yang dimodifikasi oleh alat game, tentu hasilnya berbeda dengan dorongan yang disuruh orang lain. Jika dorongan yang di suruh orang lain sifatnya lebih memaksa. Apalagi anak harus mengucapkan berulang kali dalam sehari-hari. Maka akan timbul kebosanan dan emosi yang membuncah dihatinya. Berbeda jika anak harus mengucapkan atas dasar kemauan pribadinya. Ia akan berlatih karena dorongan dalam diri sendiri untuk bisa.

Model Belajar Disleksia

Beberapa hal yang mampu merangsang pola belajar dan mengingat anak disleksia adalah :

  • Belajarlah sambil bermain dan mewarnai

Anda bisa menggunakan pensil warna warni atau dengan cat untuk memulai mempelajari huruf atau abjat. Dengan keadaan yang berwarna-warni, membuat emosional anak menjadi positif. Sehingga terkesan menyenangkan.

  • Belajar dari kata-kata pendek

Anak disleksia mengalami kesulitan mengingat kata. Sehingga mulailah dengan memberikan pelajaran dimulai dari kata-kata yang pendek.

  • Menggunakan alat bantu

Adanya video atau gambar akan lebih merangsang memori anak. Apalagi jika divariasikan dengan sesuatu yang disukai si anak.

  • Hindari suara keras

Anak disleksia beranggapan bahwa dunianya terlalu berisik. Konsentrasi mereka sangat mudah terpecahkan jika mendengar suara keras. Oleh karena itu jangan memaksa anak untuk membaca keras di kelas. Mereka lebih menyukai bekerja dalam diam dan sunyi.

Menurut penelitian, pemberian edukasi secara intensif lebih baik di kala usia anak masih dibawah 8 tahun. Dan orientasi lebih pada pemantapan membaca dan menulis. Mulailah pengenalan abjat, menghafal, lalu diajarkan untuk mengeja. Selain itu dilatih secara kontinu untuk menulis huruf. Lebih didalami untuk beberapa huruf yang memiliki karakteristik yang hampir mirip. Seperti huruf b dan d, huruf a dan e, huruf m dan n, huruf m dan w, dan lain sebagainya.

Peran Orang Tua Anak Disleksia

Orang tua adalah tempat berlindung untuk anak, sebagai tempat pulang dari segala kehidupan pelik dunia. Jadi buatlah anak anda merasa nyaman. Sungguh seorang gangguan disleksia, satu-satunya yang terpenting bagi kehidupannya adalah kedekatan dan kasih sayang orang tua.

Ingat, anak anda bukan cacat. Hanya saja ia berbeda dari yang lain, dan tugas anda adalah menggali potensi ‘yang lain’ tersebut. Mungkin dunia akan menertawakan kekuranganya, meremehkan ketidakmampuanya. Siapapun pasti akan merasa kesal, sehingga kadang mereka tak bisa mengontrol emosi dan perasaan diri yang selalu direndahkan dan dianggap remeh.

Bahkan saat yang lain tak lagi mau menerimanya, orang tua adalah satu-satunya teman, sahabat, pelindung, dan tempat berteduh dari dunia. Kesabaran penuh memang tameng andalan anda. Anda harus mengisi amunisi kesabaran, men-charge penuh motivasi untuk penderita gangguan ini.

Mudah sekali mereka down. Mudah sekali mereka menumpahkan air mata. Sungguh mereka cemburu dengan anak lain yang bisa membaca dan menulis dengan mudah. Tapi anak dislesksia harus belajar ratusan bahkan ribuan kali untuk menulis satu huruf saja.

Anak disleksia memang bukan bintang bersinar di angkasa. Namun ia adalah permata yang kemilaunya di tutupi oleh karang dan letaknya di dasar laut.

Penemu dengan Gangguan Diseleksia

Seorang anak yang menderita gangguan disleksia memiliki kemampuan yang luar biasa dibidang lain. Siapa sangka ilmuwan penemu lampu, Thomas Alfa Edison, pelukis dunia yang terkenal dengan lukisan Monalisa, Leonardo da Vinci, serta actor dunia terkenal seperti Tom Cruise ternyata juga memiliki gangguan disleksia. Namun prestasi besar yang dibuatnya membuat orang-orang mengabaikan gangguannya dalam membaca.

Anda bisa mengetes dengan berbagai permainan yang merangsang kemampuan kognitif. Misal dengan bermain puzzle, menggambar, mewarnai, dan berimajinasi. Mintalah bantuan dari guru kelas yang mendampinginya serta memantau terus perkembangannya. Siapa tahu anak anda adalah ‘the next’

Penyakit Alkaptonuria

admin No Comments
Penyakit Alkaptonuria

Alkaptonuria merupakan sebuah kondisi kelainan bawaan yang termasuk langka di mana seseorang dapat mengalaminya apabila tubuh tak mampu memroduksi enzim homogentisic dioxygenase yang cukup. Enzim tersebut juga disebut sebagai ensim HGD di mana fungsi utamanya adalah sebagai pemecah asam homogentisat yang merupakan zat beracun. Ketika enzim HGD tidak terproduksi secara cukup, maka otomatis zat beracun tersebut akan terbentuk di dalam tubuh.

Sebaiknya tidak menganggap enteng akan kondisi ini karena sekalinya asam homogentis tersebut menimbun di dalam tubuh, tulang serta tulang rawan akan mengalami perubahan warna serta tingkat kerapuhan pun bertambah. Osteoartritis merupakan salah satu kondisi gangguan kesehatan yang disebabkan oleh penumpukan asam homogentis tersebut.

Osteoartritis dalam kasus ini bisa saja terjadi pada tulang belakang sekaligus sendi besar kita. Tak hanya itu, penting pula untuk mengetahui bahwa seorang penderita alkaptonuria pun mampu memiliki urine yang mengalami perubahan warna menjadi kehitaman atau kecoklatan ketika udara mengenainya. Untuk lebih jauh, berikut adalah beberapa informasi terkait alkaptonuria.

Penyebab

Dalam kondisi tubuh yang normal, dua senyawa yang membentuk protein asam amino akan dipecah oleh tubuh, yakni fenilalanin serta tirosin. Pemecahan dilakukan oleh tubuh lewat serangkaian reaksi kimia, namun pada kondisi alkaptonuria, enzim pemecah hasil metabolisme tirosin tak dihasilkan tubuh secara cukup. Bukan hanya efeknya menjadikan urine berwarna gelap saat terkena udara, sebagian asam homogentisat menimbun yang kemudian menjadi pigmen yang warnanya hitam.

Lalu, apa sebenarnya penyebab utama dari ketidakmampuan tubuh dalam memroduksi enzim tersebut? Karena kondisi alkaptonuria merupakan kelainan bawaan, maka ini tentu ada kaitannya dengan mutasi gen dari pemroduksi enzim homogentisic dioxygenase, yaitu mutasi gen homogentisate 1,2-dioxygenase/HGD.

Kondisi mutasi gen tesebut yang menjadi faktor timbulnya kelainan dan kelainan yang terjadi pada dasarnya diturunkan oleh kedua orang tua di mana istilah untuk penurunan kelainan tersebut adalah secara autosomal resesif. Kelainan baru akan muncul ketika diturunkan oleh kedua orang tua, jadi bila hanya salah satu saja maka kelainan tak akan terjadi.

Penyakit satu ini tergolong langka di mana menurut National Organization of Lare Disorders atau NORD, tidaklah diketahui jumlah perkiraan kasus alkaptonuria ini dan perkiraannya adalah terjadinya penyakit ini ada pada 1 dari 250 ribu sampai 1 juta jiwa di Amerika. Wilayah tempat tinggal pun menjadi faktor risiko di mana kasus alkaptonuria ditemukan pada daerah tertentu di Republik Dominika, Jerman serta Slowakia.

Gejala

Alkaptonuria dapat terlihat ketika seseorang masih bayi di mana tanda-tandanya justru kerap kali diabaikan sebab tak begitu jelas kelihatan. Tanda awal ketika bayi pada umumnya akan kelihatan pada popoknya, yakni adanya noda berwarna hitam di sana.

Namun seiring usia si kecil bertambah, gejala makin nampak jelas, khususnya bila kita memerhatikan bagian telinga, kulit, mata serta kuku dan juga organ-organ tubuh lainnya. Adapun gejala yang kelihatan antara lain adalah:

  • Mata – Untuk tanda-tanda yang terlihat pada mata adalah noda yang warnanya keabuan atau malah berwarna coklat di bagian putihnya.
  • Kulit dan Kuku – Untuk tanda-tanda yang terlihat pada kulit serta kuku adalah kuku yang warnanya berubah kebiruan, sementara pada kulit ada perubahan warna pada bagian ketiak, pipi, dahi serta area kelamin. Bahkan warna keringat pun bisa terlihat mengalami perubahan.
  • Telinga – Untuk tanda-tanda yang terlihat pada telinga adalah perubahan warna menjadi biru agak hitam pada tulang rawan telinga atau yang kita sebut dengan ochronosis. Kotoran telinga pun mengalami warna yang berubah menjadi coklat agak merah serta hitam.
  • Sulit bernapas atau sesak napas.
  • Pembuluh darah melemah serta kaku.
  • Adanya pembentukan batu ginjal.
  • Penyakit katup jantung.
  • Gangguan prostat hingga kandung kemih.
  • Muncul gejala awal osteoartritis seperti kekakuan di bagian tulang punggung serta sendi lutut dan juga panggul serta bahu. Kemungkinan besar kemunculan gejala adalah pada usia 20 atau 30 tahun.

Masalah jantung juga dapat ditimbulkan dari alkaptonuria ini, di mana katup jantung mengeras sebagai akibat dari asam homogentis yang menumpuk. Itulah yang menjadi faktor mengapa katup jantung tak bisa menutup secara sempurna yang pada akhirnya memicu kelainan katup mitral dan aorta. Kasus ini pun bisa menjadi makin buruk dan penderita kemungkinan memerlukan penggantian katup jantung. Bahkan risiko tekanan darah tinggi pun cukup besar bagi penderita alkaptonuria karena penumpukan asam homogentis menjadi penyebab pengerasan pembuluh darah.

Pengobatan

Setelah gejala nampak jelas, perlu untuk segera ke dokter untuk menempuh beberapa metode pemeriksaan. Temuilah dokter apabila urine yang keluar warnanya keruh dan gelap, yakni berwarna kecoklatan atau hitam saat terkena paparan udara. Dengan begitu, dokter biasanya meminta pasien menempuh pemeriksaan urine, begitu juga tes DNA agar diketahui apakah memang ada mutasi gen HGD.

Setelah diperiksa dan dokter memang menyatakan bahwa pasien positif mengalami alkaptonuria karena terdeteksi adanya mutasi gen HGD, barulah dokter mampu memberikan solusi perawatan bagi pasien. Apabila kondisi diketahui saat usia masih kanak-kanak, maka dokter akan berupaya untuk membuat perkembangan penyakit menjadi lebih lambat, yakni dengan cara:

  • Tips diet sehat dengan mengonsumsi makanan rendah protein. Dengan cara ini, kadar fenilalanin serta tirosin di dalam tubuh otomatis akan turun.
  • Vitamin C. Pemberian vitamin C bertujuan agar penumpukan asam homogentisat dapat terhambat pada bagian tulang serta tulang rawan.
  • Nitisinone. Ini adalah nama obat yang kiranya juga diberikan oleh dokter dengan tujuan agar kadar asam homogentisat bisa turun di dalam tubuh. Obat ini diketahui sangat efektif bila digunakan untuk menghambat enzim pembentuk asam homogentisat pada tubuh penderita gejala alkaptonuria.
  • Penggunaan obat anti-inflamasi dan obat pereda rasa sakit. Tujuan pemberian obat ini bagi penderita gejala alkaptonuria adalah untuk mengatasi gejala osteoartritis, yakni nyeri pada sendi.
  • Fisioterapi. Cara ini termasuk jenis terapi syaraf kejepit yang juga penting dalam perawatan dan masa pemulihan penderita gejala alkaptonuria. Ada alat yang kita sebut dengan TENS (transcutaneous electrical nerve stimulation) yang berguna membuat mati rasa ujung saraf tulang belakang sehingga rasa nyeri dapat berkurang.
  • Anjuran untuk berolahraga ringan. Karena sendi bisa terasa kaku dan nyeri, maka dokter pada umumnya akan menganjurkan penderita untuk melakukan olahraga teratur. Olahraga yang perlu dilakukan pun cukup yang ringan-ringan saja supaya tingkat keparahan gejala bisa terhambat sekaligus membuat sendi serta otot makin kuat. Pilates dan Yoga pun termasuk latihan fisik yang sangat membantu masa pemulihan.
  • Operasi. Bila memang perlu adanya pembedahan, maka dokter akan menyarankannya bagi Anda. Jika memang bagian pinggul, lutut dan bahu memerlukan pembedahan berikut juga penggantian katup jantung mitral dan aorta, maka penderita bisa mengonsultasikannya dengan dokter. Bahkan untuk masalah bati ginjal atau prostat kronis pun kiranya dibutuhkan pula operasi sesuai dengan tingkat keparahan kondisi.

Untuk bisa memperoleh penanganan paling tepat bagi kondisi alkaptonuria, tak perlu ragu untuk berkonsultasi dan mendiskusikannya dengan dokter Anda. Bahkan bicarakan juga ada tidaknya efek samping yang terjadi dengan perawatan yang diberikan.

Penyakit Cacar Air

admin No Comments
Penyakit Cacar Air

Cacar air adalah sebuah penyakit kulit yang umumnya terjadi pada anak-anak. Cacar ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Cacar air juga merupakan penyakit menular, yang virusnya dapat menyebar dengan sangat mudah dari seseorang yang sedang terinfeksi cacar. Ruam pada kulit yang melepuh akan terasa sangat gatal dan dapat mengelupas dengan mudah jika tergaruk. Jika sudah digaruk, virus dapat terkontaminasi pada benda apa pun yang terkena permukaan kulit yang sudah tergaruk tersebut.

cacar airVirus penyebab cacar air juga sebetulnya bisa menyebar melalui cairan tubuh yang dikeluarkan saat orang yang terinfeksi tersebut bersin atau batuk. Virus yang terbawa di dalam cairan tubuh tersebut dapat terhirup atau tersentuh, selanjutnya dapat menginfeksi apalagi jika belum pernah terkena cacar air sebelumnya.

Fakta Mengenai Cacar Air

Ada beberapa fakta yang perlu anda ketahui mengenai cacar air. Baik bagi anda yang sudah atau pun belum pernah mengalami cacar air, berikut beberapa fakta tentang penyakit kulit cacar air:

  • Umumnya terjadi pada anak – anak.
  • Seseorang hampir dapat dipastikan akan mengalami cacar air setidaknya satu kali dalam seumur hidup.
  • Cacar air sangat menular.
  • Cacar air disebabkan oleh virus varicella zoster
  • Anda dapat tertular cacar air jika berada dalam satu ruangan dengan orang yang sedang terinfeksi cacar air.
  • Kontak langsung dengan seseorang yang menderita cacar air dapat menyebabkan anda tertular cacar air dengan mudah.
  • Masa inkubasi virus di dalam tubuh sejak terinfeksi adalah minimal 7 hari dan maksimal 21 hari.

Satu hal lagi, jika anda sudah pernah mengalami cacar air, sangat kecil kemungkinan anda akan mengalami cacar air kembali. Seseorang yang terinfeksi virus varicella zoster, dua hari saat masa inkubasi sebelum ruam – ruam kemerahan pada kulit muncul, pada saat itulah virus penyebab cacar air di dalam tubuh anda sedang dalam kondisi yang sangat aktif dan anda dapat menularkannya pada orang lain. Lima hari setelah ruam muncul juga merupakan saat dimana virus dalam kondisi sangat menular. Setelah ruam mongering, di saat itulah virus sudah tidak lagi menular dan seseorang yang terinfeksi virus cacar air sudah dapat dikatakan sembuh.

Penyebab

Virus varicella zoster merupakan faktor penyebab utama seorang terkena cacar air. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan karena dapat menyebabkan virus varicella zoster ini menular dan menginfeksi. Virus ini akan menyebar dan mengkontaminasi barang-barang apa saja yang bersentuhan dengan kulit atau air liur orang yang sedang mengalami cacar air.

Berikut ini cara penyebaran varicella zoster :

  • Varicella zoster, jenis virus yang dapat menular dengan mudah
  • Bersentuhan dengan orang yang terinfeksi varicella zoster
  • Terkena air liur dari bersin atau batuk orang yang terinfeksi varicella zoster
  • Kontak langsung dengan ruam cacar air
  • Menyentuh barang-barang yang sudah terkontaminasi virus penyebab cacar.

Faktor Resiko

Walaupun semua hampir bisa dipastikan akan terkena penyakit bernama cacar air ini, setidaknya satu kali dalam seumur hidupnya. Ada beberapa orang yang memiliki resiko jauh lebih tinggi dapat terkena cacar air. Siapa saja mereka?

  • Orang yang baru saja bersentuhan dengan orang yang sedang mengalami cacar secara langsung
  • Anak-anak berusia kurang dari 12 tahun
  • Orang dewasa yang tinggal bersama anak-anak yang memiliki usia kurang dari 12 tahun.
  • Orang yang banyak menghabiskan waktu di sekolah
  • Orang yang banyak menghabiskan waktu di tempat penitipan anak
  • Orang yang sedang menjalani pengobatan untuk penyakit tertentu
  • Orang dewasa atau anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah seperti penyakit paling mematikan di dunia HIV/AIDS.
  • Anak-anak yang sedang menjalani kemoterapi
  • Anak-anak penderita masalah paru-paru yang parah
  • Anak-anak dengan masalah kulit serius
  • Bayi berusia kurang dari satu bulan
  • Wanita hamil

Gejala

Normalnya, gejala cacar air dapat terlihat 14 hingga 16 hari setelah seseorang terinfeksi virus varicella zoster. Pada beberapa kasus, gejala cacar air bisa muncul bahkan mulai dari 10 hingga 21 hari setelah virus masuk ke dalam tubuh. Adapun gejalanya adalah sebagai berikut:

  • Suhu badan tinggi hingga lebih dari 38 derajat celsius.
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Muncul ruam merah disertai nanah di seluruh tubuh
  • Ruam terasa sangat gatal
  • Kurang nafsu makan

Ciri-ciri

Ciri-ciri cacar air yang muncul bisa berbeda pada setiap orang, termasuk cacar air pada anak. Bisa saja seorang yang terkena cacar air mengalami gejala demam namun tidak disertai bintik atau ruam berwarna merah dan bisa juga sebaliknya. Bintik-bintik kemerahan atau ruam pada kulit biasanya muncul dimulai dari wajah, lalu turun ke leher. Di leher ini biasanya menjadi pusat paling banyak terjadinya bintik berwarna merah. Baru setelah itu ruam menyebar ke lengan dan kaki.

Selama gejala cacar air berlangsung, seluruh tubuh akan merasakan rasa sakit dan tidak nyaman. Baru setelah cairan pada ruam mengempis dan mengering, orang yang terkena cacar baru akan merasa sehat kembali. Butuh waktu 2 minggu hingga ruam dan cairan di dalamnya benar-benar hilang dari seluruh tubuh.

Perlu diwaspadai jika seseorang yang mengalami cacar khususnya pada orang dewasa dan bayi, dapat mengalami komplikasi penyakit lain.

Komplikasi

Ada beberapa komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh cacar air bila saat gejala berlangsung tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Komplikasi ini tidak semua orang yang terkena cacar akan mengalaminya.

  • Bekas ruam dapat meninggalkan bintik-bintik berwarna hitam, jika selama gejala berlangsung terus digaruk atau menggores ruam yang berisi cairan tersebut.
  • Ruam yang berair bisa terinfeksi kuman, virus atau bakteri lain yang dapat mengakibatkan gejala cacar air lebih parah. Kasus seperti ini biasanya terjadi pada anak-anak
  • Penyakit pneumonia atau inflamasi pada paru-paru
  • Penyakit encephalitis atau inflamasi pada otak
  • Sindrom Reye atau kondisi dimana terjadi gangguan otak sekaligus hati.
  • Apendiksitis
  • Inflamasi pada ginjal atau glomerulonephritis
  • Ataxia atau gangguan menggerakan badan
  • Inflamasi pada pankreas atau pankreatitis
  • Inflamasi pada testis atau orchitis
  • Inflamasi pada persendian atau arthritis
  • Inflamasi pada bagian-bagian mata.
  • Kerusakan syaraf

Meskipun demikian, tidak perlu khawatir karena komplikasi di atas sangat jarang terjadi. Tetapi perlu tetap berwaspada, dan segera ke dokter jika muncul gejala seperti :

  • Sulit bernafas
  • Batuk-batuk
  • Sakit perut
  • Sakit tenggorokan
  • Kelelahan
  • Lemah dan lesu khususnya pada bagian kaki
  • Mudah mengantuk
  • Gangguan pada gerak
  • Sakit kepala semakin parah
  • Sulit makan atau minum dikarenakan ruam pada bibir semakin banyak dan sakit
  • Ruam menjadi bernanah dan mengeluarkan darah
  • Sakit pada tubuh secara keseluruhan

Diagnosa

Orang yang terkena cacar air biasanya tidak perlu melakukan tes atau pemeriksaan untuk mendiagnosa apakah mereka terkena cacar air atau penyakit lainnya. Ruam gejala cacar air ini bentuknya berbeda dengan ruam yang ditimbulkan akibat gigitan seranggga atau yang lainnya. Sehingga, cukup dengan melihatnya saja kita sudah bisa tahu apakah itu cacar air atau bukan. Jika belum merasa begitu yakin dengan gejala penyakit yang dialami, bisa langsung berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter, apalagi jika termasuk di dalam kategori yang memiliki resiko tinggi terkena cacar air.

Setelah anda memeriksakan diri ke dokter, untuk memastikan dokter akan melakukan tes darah padaa. Tes darah juga ditujukan untuk mengetahui apakah tubuh memproduksi antibodi yang bisa melawan virus varicella zoster. Jika hasil tes menunjukan tubuh memproduksi antibodi, maka tubuh dapat melawan virus cacar. Namun jika tidak, dokter akan memberikan vaksin atau obat-obatan tertentu dan mungkin jika diperlukan, akan mendapatkan pengobatan lainnya.

Pengobatan

Umumnya pengobatan untuk cacar air adalah untuk meredakan gejalanya. Berikut beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala-gejala cacar air:

  1. Aspirin – Obat ini berfungsi untuk meredakan demam rasa sakit yang timbul sebagai gejala awal cacar air. Perlu diingat, tidak boleh memberikan aspirin pada anak-anak karena efek sampingnya bisa sangat membahayakan hati dan otak.
  2. Lotion yang mengandung calamine – Lotion calamine bisa berguna untuk meredakan rasa gatal pada ruam – ruam yang muncul di kulit.
  3. Diphenhydramine atau Benadryl – Bisa diberikan untuk meredakan rasa gatal gejala cacar air.
  4. Acyclovir atau zovirax – Obat ini bisa diberikan untuk penderita cacar air untuk mengurangi dan meredakan infeksi. Namun, obat ini bisa efektif jika diberikan pada masa awal sejak terinfeksi virus varicella zostar. Selain itu, obat ini juga umumnya diberikan pada orang yang memiliki resiko tinggi mengalami komplikasi.
  5. Obat penenang – Antihistamine seperti Chlorphenamine (Piriton®) bisa membantu menenangkan dan juga bisa berfungsi sebagai obat tidur jika rasa gatal tidak tertahankan.
  6. Paracetamol – seperti ibuprofen berbentuk cair atau tablet yang dihaluskan bisa diberikan pada anak untuk meredakan demam. Namun, jangan berikan ibuprofen pada anak yang menderita asma.

Penanganan selain obat :

  • Lepas pakaian anak anda untuk meredakan panas atau demamnya
  • Perbanyak minum.
  • Jangan digaruk. Pada anak – anak, anda bisa memakaikan sarung tangan khususnya di malam hari saat anak tidur.
  • Potong kuku anak
  • Mandi air dingin dengan campuran baking soda dan oatmeal bisa membantu meredakan rasa gatal
  • Mandi air hangat juga bisa untuk meredakan rasa gatal

Pencegahan

Pada orang yang sudah pernah mengalami cacar air, ini berarti tubuh sudah membentuk antibodi yang akan membantu virus tidak dapat menginfeksi lagi. Namun, bagi yang belum pernah terkena cacar air, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah cacar air, yaitu:

  • Pastikan anak mendapatkan imunisasi cacar air saat dia berusia satu tahun.
  • Vaksin cacar air juga dapat diberikan untuk mencegah cacar air yang berfungsi sebagai booster dapat diberikan saat anak berusia empat tahun.
  • Pada orang dewasa, vaksin bisa diberikan beberapa kali untuk mencegah cacar air.
  • Lakukan kebiasaan sehat seperti memotong kuku, dan ajarkan pula kebiasaan tersebut pada anak. Kuku yang panjang bisa menjadi tempat berkembangnya kuman, bakteri maupun virus.
  • Jauhi orang yang sedang terkena cacar air agar tidak tertular.

Pencegahan cacar air yang berupa pemberian vaksin bisa menyebabkan beberapa efek samping. Tetapi tidak perlu takut karena efek sampingnya tidak terlalu berat, seperti kulit kemerahan, pembengkakan pada area yang disuntik vaksin, dan bentol-bentol.

Penyakit Epilepsi Yang Seharusnya Diketahui

admin No Comments
Penyakit Epilepsi Yang Seharusnya Diketahui

Banyak beredar anggapan bahwa penyakit epilepsi hanya terdiri dari satu jenis saja yaitu kejang-kejang. Padahal, penyakit ini juga memiliki klasifikasinya masing-masing. Kejang-kejang sendiri merupakan epilepsi yang ada pada klasifikasi kedua. Epilepsi dapat menimpa seseorang sebagai akibat dari aktivitas listrik neuron yang ada dalam otak. Aktivitas neuron ini terjadi secara berlebihan dan cenderung abnormal sehingga memunculkan adanya bangkitan epilepsi tanpa penyebab atau provokasi dari luar. Epilepsi biasa juga disebut penyakit ayan dan dipicu bakter bahkan virus. Gejala epilepsi bisa direndam dengan bantuan dari orang-orang yang berada di sekitar penderita. Penyakit ini juga biasa disebut ayan dan dapat terjadi pada siapapun karena bukan termasuk penyakit genetik.

Terdapat beberapa jenis penyakit epilepsi. Pertama adalah epilepsi idiopatik umum di mana seringkali terjadi pada seseorang yang dalam riwayat keluarganya memiliki epilepsi. Epilepsi jenis ini seringkali muncul pada masa kanak-kanak hingga remaja. Namun umumnya pada jenis ini, epilepsi tidak akan terdiagnosa hingga dewasa. Pada jenis ini, tidak terdapat tanda kelainan pada sistem syaraf dan bisa diidentifikasi secara baik menggunakan studi EEG ataupun studi gambar MRI. Penderita akan memiliki tingkat kecerdasan yang normal. Jenis-jenis kejang yang dapat mempengaruhi pasien epilepsi idiopatik umum termasuk kejang mioklonik yaitu sentakan ekstrim secara tiba-tiba dan dengan durasi singkat, kejang tidak sadar berupa tatapan kosong serta kejang tonik-klonik umum.

Jenis epilepsi yang kedua ialah epilepsi petit mal. Epilepsi ini menyebabkan terjadinya gangguan kesadaran yang terjadi secara tiba-tiba. Penderita bisa mendadak bengong dan tidak sadar tanpa adanya reaksi apapun. Setelahnya, ia akan bisa kembali normal dalam melakukan aktivitasnya semula. Ketiga ada epilepsi grand mal. Epilepsi ini terjadi secara mendadak. Penderita bisa kehilangan kesadaran kemudian kejang-kejang dan napasnya berbunyi sembari mengeluarkan busa dari dalam mulut. Berikutnya ada epilepsi myoklonik juvenil. Penderita bisa mengalami kontraksi singkat di satu ataupun beberapa otot, baik yang ringan dan tidak terlihat sampai yang hebat dan menyentak seperti jatuh secara tiba-tiba.

Selanjutnya ada lagi epilepsi idiopatik parsial. Epilepsi ini dimulai sejak masa kanak-kanak di usia lima atau delapan tahun dan kemungkinan da riwayat epilepsi pada keluarga. Epilepsi jenis ini seringkali disebut BFEC dan merupakan salah satu dari jenis epilepsi yang paling ringan. Epilepsi ini biasanya akan hilang di masa pubertas dan tidak lagi didiagosis saat seseorang telah dewasa. Kejang-kejang dapat terjadi saat seseorang sedang tidur dan juga kejang motorik parsial sederhana dan biasa melibatkan wajah serta kejang sekunder umum. Epilepsi jenis ini umumnya akan didiagonis menggunakan alat EEG. Demikian adalah uraian seputar penyakit epilepsi dan juga jenis-jenisnya. Semoga informasi di atas bermanfaat.

Penyakit Flu Babi

admin No Comments
Penyakit Flu Babi

Salah satu penyakit yang sempat menggemparkan Indonesia adalah flu babi. Penyakit ini memiliki potensi untuk berkembang di Indonesia dan dapat menulari ke manusia. Penyakit ini sendiri berasal dari Meksiko dan keganasannya hampir bisa dipastikan masih berada di bawah dari flu burung yang juga sempat mewabah di Indonesia. Flu babi atau H1N1 sendiri sebenarnya sudah merupakan hal yang lazim dan sudah ada di Indonesia sejak dulu. Subtipe flu babi di Indonesia sendiri termasuk yang klasik serta tidak berbahaya. Sedangkan untuk H1N1 dari Meksiko inilah yang dikenal berbahaya. Menurut riset yang dilakukan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, virus H1N1 tipe Meksiko dicurigai merupakan gabungan antara flu unggas, flu babi dan juga flu manusia yang telah berubah di tubuh babi.

Hipotesis mengenai gabungan flu dalam tubuh babi ini telah mulai dikemukakan sejak 2005, namun saat itu masih ada sebagian kalangan yang menentang. Virus yang berada di tubuh babi sendiri akan lebih mungkin  menular ke tubuh manusia. Ini karena manusia serta babi sama-sama merupakan mamalia sehingga cenderung memiliki kesamaan. Hal ini berbeda dengan flu unggas yang tidak bisa langsung menular ke tubuh manusia. Secara teoritis, virus yang ada pada unggas tidak akan bisa menular secara langsung ke tubuh manusia seperti mamalia. Harus ada faktor perantara mamalia lain.

Dalam tubuh babi, virus nantinya akan mengalami perubahan dalam dua pola. Pola yang pertama adalah adaptasi. Jika pola ini terjadi, maka dampak yang diberikan tidak akan terlalu berbahaya karena tidak terjadi perubahan dalam struktur virus. Sementara pola kedua ialah penyusunan ulang virus. Dalam pola ini, virus akan dapat berkembang menjadi kombinasi antara flu babi, flu manusia dan juga flu unggas. Berdasarkan penjelasan yang ada di Amerika Serikat, kemungkinan besar pola yang ada ialah jenis reassortan atau penyusunan ulang ini. Apabila hal ini terjadi, maka tidak menutup kemungkinan flu babi juga dapat berkembang di Indonesia.

Keganasan virus H1N1 tipe Meksiko juga tidak seperti virus H5N1. Dari sekitar seribu lima ratus kasus yang ada di dunia, sekitar seratus lima puluh atau sepuluh persen di antaranya berakhir dengan kematian. Virus ini dapat menyebar dengan cepat akan tetapi memiliki daya rusak yang rendah. Sebaliknya, virus H5N1 dapat menyebar dengan lambat dan memiliki daya rusak sangat tinggi. Dalam waktu kurang dari satu bulan, virus H1N1 tipe Meksiko telah menjangkiti hingga ribuan orang. Sementara virus H5N1 hanya tercatat menjangkiti tiga ratus orang di seluruh dunia.  Virus yang memiliki pola penyusunan ulang akan dapat dengan cepat menular dan memiliki daya rusak yang tinggi.

Penyakit Disentri Amuba

admin No Comments
Penyakit Disentri Amuba

Disentri merupakan penyakit radang yang menyerang usus besar. Penyakit ini seringkali ditandai dengan adanya rasa sakit pada perut serta buang air besar secara terus menerus bercampur darah dan lendir. Disentri dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan penyebabnya, yaitu disentri amuba serta disentri basiler. Penyebab paling umum dari disentri amuba ialah infeksi parasit dari golongan Entamoeba histolytica. Sementara penyebab dari disentri basiler adalah infeksi bakteri Shigella. Kuman ini akan menular dari satu orang ke orang lain melalui air serta makanan yang sudah terkontaminasi. Kuman penyakit juga bisa menular melalui lalat karena lalat seringkali hinggap di atas kotoran atau tempat-tempat yang kotor.

Parasit Entamoeba hystolytica sendiri akan hidup di dalam usus besar dan memiliki dua bentuk. Pertama adalah bentuk bergerak dan juga bentuk tidak bergerak. Parasit yang tidak bergerak tidak akan menyebabkan gejala, sementara pada bentuk yang bergerak akan menyebabkan perut mulas terutama apabila menyerang bagian dinding usus. Gejala lain yang terlihat adalah perut kembung, diare dengan darah did alamnya serta suhu tubuh yang meningkat. Disentri basiler sendiri biasanya akan menyerang secara tiba-tiba, kira-kira dua hari setelah tubuh terkena paparan kuman atau bakteri Shigella. Gejala yang terjadi di antaranya adalah demam, muntah-muntah, mual, tidak nafsu makan serta diare.

Apabila disentri basiler tidak diobati maka dalam dua hingga tig ahari kemudian akan keluar lendir, darah serta nanah dari feses penderita disentri. Penderita disentri basiler sendiri akan mengalami diare hebat di mana dapat mengeluarkan feses hingga dua puluh sampai tiga puluh kali dalam sehari sehingga tubuh menjadi lemas dan kurus. Mata juga akan menjadi cekung karena tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi hebat. Hal ini tidak bisa dianggap remeh karena dehidrasi hebat dapat berujung paa kematian. Gejala lain yang sering terjadi juga adalah perut yang terasa nyeri serta kejang. Penyakit disentri sendiri cenderung lebih cepat menyerang anak-anak. Kuman dapat masuk dalam organ pencernaan serta menyebabkan pembengkakan hingga peradangan usus besar.

Penderita disentri harus segera mendapat penanganan. Yang harus dihindari terutama adalah terjadinya dehidrasi karena bisa fatal akibatnya. Dalam keadaan yang darurat, dehidrasi ringan masih bisa diatasi dengan cairan oralit guna menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat muntah-muntah serta diare. Pencegahan yang bisa dilakukan di antaranya adalah menerapkan pola hidup bersih serta sehat. Selalu jaga kesehatan dari minuman serta makanan agar tidak terkontaminasi kotoran dan juga serangga yang membawa kuman. Jaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan tangan secara baik setelah buang air besar ataupun menjelang makan. Demikian informasi mengenai penyakit disentri amuba dan disentri basiler yang harus kita ketahui.

Ketahui Penyakit AIDS Sejak Dini

admin No Comments
Ketahui Penyakit AIDS Sejak Dini

AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome dan merupakan masalah yang muncul sebagai efek dari berkembangbiaknya virus bernama HIV atau Human Immunodeficiency Virus. Virus ini terutama akan menyernag sel pembawa darah putih atau sel CD4 dan merusak sistem kekebalan tubuh. Hilangnya daya tahan tubuh akan membuat penderita dapat dengan mudah dihinggapi beraneka macam penyakit bahkan penyakit yang ringan sekalipun. Virus HIV sekaligus akan menyasar sel CD4 untuk kemudian dijadikan lokasi tumbuhnya virus HIV yang baru untuk kemudian merusak sel CD4 ini sehingga tidak akan berfungsi lagi sebagaimana mestinya. Seperti kita ketahui bahwa sel darah putih sangat digunakan dalam sistem kekebalan tubuh.

Apabila sistem kekebalan tubuh tidak tersedia dengan baik, maka tubuh akan rusak dan tidak dapat mengupayakan pertahanan dari penyakit. Penderita AIDS dapat meninggal dunia hanya karena penyakit ringan seperti influenza ataupun pilek biasa. Saat tubuh terjangkit virus HIV, hal ini tidak serta merta menjadikan penderita telah positif menderita AIDS pula. Penularan virus HIV dapat melalui transfusi dengan menggunakan jarum injeksi yang dipakai bergantian. Virus HIV juga secara umum ditularkan karena hubungan seksual yang tidak aman, terutama apabila berganti-ganti pasangan yang juga membawa virus ini. Karena sebab ini, HIV dapat ditularkan oleh dan dari laki-laki maupun perempuan.

HIV juga dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi ke bayinya lewat ASI yang dikonsumsi oleh sang anak. Penderita virus HIV sendiri pada biasanya tidak akan memberikan tanda ataupun gejala khusus. Penderita hanya akan mengalami demam tinggi selama tiga hingga enam minggu tergantung dari daya tahan tubuh penderita saat berkontak dengan virus HIV tersebut. Saat kondisi telah membaik, penderita HIV akan tetap dalam keadaan sehat selama beberapa tahun namun secara perlahan kekebalan tubuh akan menurun. Penderita kemudian dapat jatuh sakit karena serangan demam yang terjadi secara berulang. Cara untuk mendapat kepastian apakah seseorang menderita HIV adalah dengan menjalani tes berupa Uji Antibodi HIV.

Gejala penderita HIV sendiri dapat dilihat dari beberapa tanda di bawah ini. Pertama adalah saluran pernafasn yang terasa sesak, berhenti sejenak, batuk, demam serta nyeri dada. Tidak jarang jika stadium awal dari HIV seringkali diduga sebagai TBC. Penderita juga dapat mengalami gejala pada saluran pencernaan dengan hilangnya nafsu makan, muntah dan mual serta diare kronis. Gejala lainnya adalah kehilangan berat badan hingga sepuluh persen di bawah normal. Ini terjadi karena gangguan yang terjadi pada sistem protein serta energi yang ada di dalam tubuh. Dapat pula ditemukan adanya gangguan dalam sistem syaraf pusat dan menyebabkan sakit kepala hingga susah mengingat sesuatu.

Penyakit Asidosis Tubulus Renalis

admin No Comments
Penyakit Asidosis Tubulus Renalis

Asidosis Tubulus Renalis atau biasa disingkat ATR merupakan penyakit rhenal atau ginjal terutama menyerang pada bagian tubulus renalis. Menurut beberapa literatur ilmiah di bidang kesehatan, ATR termasuk dalam penyakit langka dan memiliki manifestasi klinis yang tergolong tidak spesifik sehingga diagnosis untuk penyakit ini seringkali terlambat. Dalam keadaan yang normal, ginjal akan dapat menyerap asam sebagai sisa dari metabolisme dalam darah serta membuangnya melalui urin. Namun pada penderita ATR, bagian ginjal bernama tubulus renalis tidak bisa berfungsi dengan normal sehingga hanya ada sedikit saja asam yang dibuang melalui urin. Akibatnya, akan terjadi penimbunan asam di dalam darah dan mengakibatkan asidosis, yaitu peningkatan tingkat keasaman di lambung.

Penyakit ATR termasuk ke dalam penyakit yang jarang terjadi. Pasien penderita ATR di Indonesia sendiri pada 2005 lalu tercatat sebanyak dua puluh orang anak. Tiap tahun, angka prevalensinya cenderung semakin naik. Dampak dari penyakit ini cukup serius dan membahayakan bagi tubuh. Di antaranya adalah sebagai berikut. Pertama, kadar kalium dalam darah akan semakin rendah. Ini akan mengakibatkan kelainan neurologis termasuk kelemahan otot, refleks yang menurun hingga terjadinya kelumpuhan. Dapat pula terjadi pengendapan kalsium dalam ginjal dan menyebabkan terbentuknya batu ginjal. Apabila ini terjadi maka akan terjadi kerusakan di sel-sel ginjal dan juga gagal ginjal yang kronis. Penderita juga dapat mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan.

Dampak lainnya ialah terjadi pembengkokan tulang serta menyebabkan nyeri. Gangguan motorik juga dapat terjadi terutama pada tungkai bawah dan merupakan keluhan utama yang paling sering ditemukan. Anak penderita ATR akan mengalami keterlambatan terutama untuk duduk, merangkak serta berjalan. Terakhir adalah terjadinya gangguan pencernaan terutama karena ada kelebihan asam di dalam lambung serta usus. Pasien akan mengalami gangguan dalam penyerapan zat gizi dari dalam usus ke darah. Pasien dapat mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembang dan juga kekurangan berat badan. Penyebab ATR sendiri tidak dapat dipastikan bahkan oleh dokter. Akan tetapi diduga kuat bahwa penyakit ini merupakan faktor genetis atau keturunan, timbul karena obat-obatan serta keracunan logam berat ataupun penyakit autoimun.

Sejauh ini juga di dunia kedokteran belum ditemukan obat ataupun terapi untuk menyembuhkan ATR. Penyakit ini termasuk dalam kerusakan organ tubuh seperti halnya diabetes mellitus yang terjadi karena adanya kerusakan pada kelenjar insulin. Penanganan ATR sejauh ini hanya sebatas terapi guna mengontrol tingkat keasaman dalam darah. Biasanya, pasien akan diberikan obat yang memiliki kandungan zat basa seperti alkalin secara periodik hingga tercapai tingkat keasaman yang netral seperti pada orang normal. Obat ini sendiri tersedia dalam bentuk bubuk, tablet ataupun kapsul. Demikian adalah uraian seputar penyakit ATR. Semoga bermanfaat bagi kita semua.