Kebiasaan Buruk yang Tak Baik Bagi Vagina

Rasa nyeri, iritasi atau terbakar yang datang dan pergi pada vulva (bagian luar vagina) dapat mengganggu kenyamanan Anda beraktivitas. Para ahli ginekolog menyebut kondisi ini sebagai vulvodynia. Kesehatan dan kebersihan vagina memang harus dijaga setiap hari. Meskipun seharusnya jadi kebiasaan sehari-hari, masih banyak cara menjaga dan merawat kebersihan vagina yang dilakukan banyak orang, padahal sebetulnya salah.

Ada beberapa kebiasaan buruk yang dapat dihindari agar vagina tetap sehat dan tidak terkena vulvodynia.

  • Pakai celana dalam terlalu ketat

Salah satu menjaga dan merawat kebersihan vagina yang paling dasar adalah dengan memerhatikan pakaian atau celana dalam yang Anda kenakan. Terlebih, kalau Anda menggunakan celana dalam yang super ketat, hal tersebut dapat menyebabkan frekuensi gesekan selangkangan dan area vagina. Alhasil, tak jarang kalau vagina jadi gampang iritasi dan malah timbul berbagai masalah lainnya.

Selain itu, celana dalam yang terlalu ketat dan lembap menjadi salah satu faktor risiko terhadap tumbuhnya jamur atau ragi di area kelamin. Maka dari itu, untuk menjaga kebersihan vagina, ada baiknya Anda menggunakan celana dalam yang berbahan katun murni. Bahan kain sintetis lain seperti nilon, polyester, atau yang renda-renda sangat berisiko membuat vagina jadi iritasi dan bermasalah.

  • Menggunakan baby oil sebagai pelumas

Demi berhubungan seks yang lancar, Anda bisa saja melumasi vagina dengan baby oil atau produk petroleum jelly (produk sampingan dari minyak mentah) lainnya. Namun, baby oil tidak membuat vagina menjadi sehat.

Pelumas berbahan dasar minyak lebih kental dan sulit dibersihkan. Hal ini mengakibatkan saluran vagina dan bakteri ikut terperangkap. Anda akan terkena infeksi.Sebaiknya, gunakan pelumas berbasis air karena mudah dibersihkan dan tidak membahayakan vagina.

  • Jarang ganti pembalut

Kebersihan vagina kadang diuji lewat cairan darah yang keluar saat menstruasi. Tahukah Anda, kalau darah haid yang keluar akan terkontaminasi dengan organisme lain dari dalam tubuh? Ya, saat haid, para pakar kesehatan merekomendasikan Anda untuk mengganti pembalut setiap 4-6 jam sekali (lebih sering, jika perdarahan Anda berat) adalah praktik kebersihan vagina yang baik demi mencegah vagina berbau tidak sedap.

Aturan ini berlaku bahkan untuk di hari-hari ketika Anda tidak memiliki banyak pendarahan, karena pembalut Anda masih tetap lembap dan mengangkut organisme asing, serta keringat dari alat kelamin Anda. Bila organisme ini menetap di tempat yang hangat dan lembab dalam waktu lama, mereka cenderung lebih cepat berkembang biak dan dapat menyebabkan kondisi seperti infeksi saluran kemih, infeksi vagina, dan ruam kulit.

  • Tidak melepas pakaian olahraga setelah olahraga

Setelah berolahraga, celana olahraga biasanya basah dengan keringat. Bakteri mudah berkembangbiak. Jika bakteri masuk ke saluran vagina dapat mengganggu keseimbangan mikroba yang biasanya hidup pada vagina.Anda akan berisiko mengalami infeksi jamur, kata Minkin. Sebaiknya, ganti celana dan pakaian yang sudah basah karena keringat. Segera mandi untuk membersihkan keringat, yang memungkinkan bakteri penyebab infeksi.

 Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *