Ingat, Penderita Hepatitis B Tidak Boleh Donor Darah

Ingat, Penderita Hepatitis B Tidak Boleh Donor Darah

Hepatitis B adalah infeksi serius pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Hepatitis B bisa menyebabkan kondisi akut dan kronis pada pasien.

Untuk penderita Hepatitis B, tidak boleh donor darah. Sebelum donor darah, darah harus dicek dulu. Sehat atau tidak. Ketika calon pendonor terdeteksi darahnya mengandung virus hepatitis B, ya tidak boleh donor.

Donor Darah adalah sebuah perbuatan mulia. Selain bisa membantu orang lain yang membutuhkan, donor darah juga memberi dampak yang baik kepada tubuh. Namun bagi anda yang menderita Hepatitis B tidak boleh melakukan donor darah, karena hal tersebut bisa menular.

Nah jika penderita Hepatitis B ingin melakukan Donor Darah, para petugas Palang Merah Indonesia (PMI) akan memberikan surat keterangan untuk calon pendonor yang terkena hepatitis B. Surat itu berisi Surat keterangan berisi dirinya positif terkena hepatitis B dan diminta untuk pemeriksaan lengkap ke rumah sakit.

Apalagi jika mempunyai riwayat hepatitis A tidak boleh donor darah. Kebanyakan pasien hepatitis A mampu sembuh (99 persen). Hal ini diketahui dari data pasien dengan riwayat hepatitis A di 1990-an di Indonesia.

Pasien hepatitis A bisa sembuh, tapi walaupun mereka sudah sembuh tetap tidak boleh donor darah. Karena mereka punya riwayat hepatitis. Virus hepatitis A bisa menular di lingkungan yang tak higienis. Makanan dan sanitasi yang buruk juga membuat virus hepatitis A mudah masuk ke tubuh, lalu menjangkiti hati.

Donor darah hanya boleh dilakukan oleh mereka yang sehat jasmani dan rohani. Serta tidak memiliki riwayat sakit hepatitis dan memiliki berat badan tidak kurang dari 45 kilogram. Rentang usia pendonor adalah 17-65 tahun. Nah, bagi anda yang merasa memenuhi syarat, tidak ada salahnya untuk mendonorkan darah kita untuk orang lain yang membutuhkan.