Topik Penyakit

Pengobatan Untuk ISPA

admin No Comments
Pengobatan Untuk ISPA

Pengobatan konvensional untuk bronkitis akut dapat terdiri dari langkah-langkah sederhana seperti banyak istirahat, minum banyak cairan, menghindari asap, dan mungkin mendapatkan resep untuk bronkodilator inhalasi dan / atau obat batuk.

Dalam kasus bronkitis kronis yang parah, steroid oral atau inhaler untuk mengurangi peradangan dan / atau oksigen tambahan mungkin diperlukan. Pada orang sehat dengan bronkitis yang memiliki paru-paru normal dan tidak ada masalah kesehatan kronis, infeksi kemungkinan disebabkan oleh virus sehingga antibiotik tidak membantu.

Batuk produktif (batuk yang menghasilkan dahak) sering kali memang datang dengan bronkitis akut. Hal ini merupakan mekanisme tubuh untuk menyingkirkan kelebihan lendir. Namun, jika batuk benar-benar mengganggu atau batuk yang non-produktif (kering dan terdengar serak), dokter dapat merekomendasikan obat antitusif (penekan batuk).

Dalam kebanyakan kasus, pasien hanya perlu melakukan hal-hal yang biasanya dilakukan ketika demam seperti konsumsi obat ibuprofen atau parasetamol dan minum banyak cairan. Jika seseorang memiliki bronkitis kronis, paru-paru rentan terhadap infeksi. Sebaiknya pasien bronkitis kronis mendapatkan vaksinasi terhadap pneumonia yang biasanya hanya sekali vaksinasi.

Satu vaksinasi akan melindungi seumur hidup terhadap strain bakteri atau virus dari penyakit ini. Kadang-kadang suntikan kedua yang disebutkan booster juga diperlukan. Jangan mengonsumsi obat antitusif (penekan batuk) tanpa resep dokter. Sama halnya dengan bronkitis akut, batuk produktif yang berhubungan dengan bronkitis kronis adalah membantu membersihkan paru-paru dari lendir yang berlebihan. Bahkan, dokter dapat merekomendasikan ekspektoran (pengencer dahak) jika batuk relatif kering.

Namun, jika terdapat perubahan dalam warna, volume, atau ketebalan dahak, kemungkinan pasien jatuh dalam kondisi infeksi bakteri. Dalam hal ini, dokter mungkin meresepkan antibiotik untuk melawan bakteri.

Sedangkan, jika Anda kelebihan berat badan, dokter akan menyarankan menurunkan berat badan untuk menghindari tekanan berlebihan pada jantung. Jika pasien memiliki penyakit paru obstruktif kronik (PPOK, seperti yang ditunjukkan oleh tes pernapasan spirometri), banyak dokter meresepkan obat bronkodilator yang sementara membantu melebarkan saluran napas.

Namun, pengobatan yang paling penting dan paling berhasil untuk bronkitis kronis dan PPOK adalah menghindari aktivitas merokok. Dokter mungkin juga meresepkan steroid untuk mengurangi peradangan pada saluran udara. Penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang menghentikan kebiasaan merokok meskipun telah berada dalam tahap bronkitis kronis dan PPOK yang parah, tidak hanya dapat mengurangi keparahan gejala, tetapi juga dapat meningkatkan harapan hidup mereka.

Dalam bronkitis kronis dengan PPOK, jika terdapat kecacatan dalam transfer oksigen dari paru-paru ke dalam aliran darah, dokter mungkin meresepkan terapi oksigen yang dapat diberikan di rumah sakit.

Diabeter Dapat Bertambah Parah Karna Kurang Tidur

admin No Comments
Diabeter Dapat Bertambah Parah Karna Kurang Tidur

Tak hanya tidak lagi mampu mengonsumsi makanan dengan sembarangan, penderita diabetes ternyata juga tidak boleh sembarangan saat tidur. Jika sampai mengalami masalah kurang tidur atau bahkan tidur dengan tidak nyenyak, maka komplikasi diabetes seperti luka yang tak kunjung sembuh bisa semakin sulit untuk sembuh sehingga risiko untuk terkena amputasi semakin meningkat.

Penderita diabetes tipe 2 sangatlah rentan terkena luka atau cedera pada kaki. Terkadang, luka ini bahkan bisa berasal dari hal-hal kecil seperti tersandung atau tergores. Sayangnya, hal ini bisa berkembang menjadi ulkus atau borok yang sulit untuk disembuhkan. Menurut American Pediatric Medical Association, disebutkan bahwa 14 hingga 24 persen penderita diabetes yang memiliki borok akhirnya menjalani amputasi.

Menurut para peneliti dari University of Tennesse, Knoxville dan University of Tennessee Graduate School of Medicine, terdapat adanya kaitan erat antara buruknya kualitas tidur dengan proses penyembuhan luka penderita diabetes tipe 2.

Dalam penelitian ini, para ahli melakukan percobaan dengan melibatkan 34 tikus jantan. Tikus ini dibagi menjadi dua kelompok, yakni yang mengalami diabetes dan yang tidak. Setelahnya, tikus-tikus ini dibuat luka operasi kecil di punggungnya untuk dicek seberapa lama proses penyembuhan lukanya.

Tikus dengan kondisi diabetes ada yang mendapatkan waktu tidur yang normal dan ada yang mengalami gangguan. Hasilnya adalah, tikus dengan diabetes yang kerap mengalami gangguan saat tidur membutuhkan waktu lebih lama untuk menyembuhkan lukanya.

Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal berjudul SLEEP ini, dihasilkan fakta bahwa diabetes bisa membuat peredaran darah dan kondisi saraf memburuk sehingga membuat risiko terkena infeksi meningkat. Sementara itu, kurang tidur bisa membuat kondisi ini menjadi lebih parah.

Melihat adanya fakta ini, penderita diabetes memang sebaiknya tidak lagi begadang dan tidur cukup setiap malam demi menjaga kondisi kesehatannya.

Menggunakan Pisau Tukang Cukur Dapat Menularkan

admin No Comments
Menggunakan Pisau Tukang Cukur Dapat Menularkan

Salah satu penyakit yang paling ditakuti manusia di seluruh dunia adalah HIV/AIDS. Telah banyak korban meninggal yang disebabkan oleh penyakit yang belum ditemukan obatnya ini. Karena sangat mengerikan, terdapat banyak sekali anggapan tentang HIV/AIDS yang sayangnya keliru namun dipercaya oleh masyarakat.

Salah satu anggapan yang diyakini benar oleh masyarakat tentang HIV/AIDS adalah penggunaan pisau cukur dengan bergantian, khususnya saat kita bercukur di tempat potong rambut bisa menularkan HIV/AIDS. Logikanya, terkadang pisau cukur membuat luka kecil pada bagian kulit kepala atau leher bagian belakang sehingga bisa saja membuat darah keluar. Beruntung, menurut pakar kesehatan, penularan ini tidak akan terjadi.

Virus HIV/AIDS ternyata tidak akan mampu bertahan hidup di udara bebas. Hal ini berarti, meskipun kita mengalami luka kecil akibat terkena pisau cukur, kita tak perlu khawatir karena hal ini meskipun tentu saja kurang baik jika kita memakai pisau cukur bergantian karena faktor higienitas.

Mitos lain yang berkembang tentang penularan HIV/AIDS adalah ciuman bisa menjadi penyebab penularannya. Logikanya, saat berciuman kita bisa saja mengalami pertukaran air liur yang akhirnya bisa memicu penularan penyakit ini. Beruntung, pakar kesehatan menyebutkan bahwa ciuman tidak cukup untuk memicu penularan HIV/AIDS.

Virus HIV yang ada di dalam air liur penderita penyakit ini cenderung sangat sedikit dan tidak cukup untuk ditransfer ke orang lain melalui ciuman. Sebagai informasi, virus HIV bisa ditemukan di sel T, bagian dari sel darah putih manusia dan bisa ditemukan di hampir semua cairan tubuh. Hanya saja, sel T ini lebih banyak ditemukan di dalam darah, cairan vagina, ASI, serta air mani. Melalui cairan itulah virus HIV cenderung lebih mudah ditularkan.

Melihat adanya fakta ini, tak perlu khawatir saat bercukur di tempat potong rambut umum. Pisau cukur yang dipakai tidak akan menularkan HIV kok.

Penyebab Usus Buntu, Bukan Biji Cabai Dan Jambu

admin No Comments
Penyebab Usus Buntu, Bukan Biji Cabai Dan Jambu

Banyak orang yang berpikir jika biji cabai atau biji jambu adalah penyebab dari masalah usus buntu. Karena alasan inilah kita cenderung ketakutan tatkala tanpa sengaja menelan biji cabai atau biji jambu. Padahal, menurut pakar kesehatan, biji cabai atau biji jambu sama sekali tidak menyebabkan masalah pencernaan ini.

Sebagaimana kita ketahui, penyebab utama dari radang usus buntu yang paling sering diabaikan ternyata adalah kebiasaan kurang minum air putih. Tubuh yang kekurangan cairan akan membebani saluran pencernaan dan akhirnya membuat risiko terkena salah satu penyakit yang memicu rasa nyeri luar biasa ini meningkat.

Kekurangan asupan minum air putih akan membuat frekuensi buang air besar menurun. Banyak orang yang tidak menyadari jika kondisi ini bisa membuat kotoran atau feses yang sudah menghitam, keras, dan kering ini memasuki usus buntu. Sebagai informasi, kotoran ini bisa dianggap sebagai sampah yang sudah tidak memberikan nutrisi apapun bagi tubuh. Jika berada di dalam perut dalam waktu yang lama, maka kotoran ini bisa membusuk dan memicu infeksi.

Sayangnya, dengan kotoran yang terus menumpuk, maka infeksi pun akan muncul pada usus buntu dan membuat kadar sel darah putih naik drastis. Hal inilah yang membuat kadar leukosit dalam tubuh penderita radang usus buntu cenderung naik dengan drastis.

Pakar kesehatan pun menyarankan kita untuk selalu mencukupi kebutuhan air putih setiap hari demi mencegah datangnya usus buntu. Minum air juga akan membuat tubuh tidak mudah mengalami dehidrasi dan membantu proses aliran darah menjadi lebih lancar. Selain itu, pastikan untuk sering mengonsumsi makanan berserat demi membantu kelancaran.

Gusi Sering Berdarah Tanda Diabetes?

admin No Comments
Gusi Sering Berdarah Tanda Diabetes?

Salah satu jenis penyakit yang paling mengerikan adalah diabetes. Bagaimana tidak, penyakit ini akan membuat penderitanya tidak mampu lagi mengonsumsi makanan dan minuman yang enak.

Selain itu, jika sampai kadar gula darah tak terkendali, komplikasi diabetes yang bisa saja menyebabkan amputasi, kebutaan, hingga kematian pun akan datang. Yang menjadi masalah adalah, gejala atau tanda-tanda awal dari penyakit ini cenderung tidak mudah untuk dikenali.

Banyak orang yang menyebutkan bahwa gejala awal dari masalah diabetes bisa dikenali dari dalam mulut, tepatnya jika kita mulai mengalami masalah seperti gusi berdarah. Sebenarnya, apakah memang gusi berdarah memang merupakan tanda awal dari diabetes?

Sebagai informasi, bakteri cenderung suka dengan gula. Jika kadar gula darah sangatlah tinggi, maka luka yang muncul juga cenderung sulit untuk disembuhkan, termasuk luka yang muncul pada gusi yang disebabkan oleh kebiasaan makan atau menyikat gigi yang salah.

Jika sampai masalah gusi berdarah ini tak kunjung sembuh atau bahkan sering muncul, bisa jadi hal ini disebabkan oleh bakteri yang terus berkembang di bagian gusi yang berdarah ini akibat tingginya kadar gula darah dan membuat proses penyembuhan luka terhambat.

Hal ini berarti gusi berdarah yang terus berlangsung atau sering terjadi memang bisa jadi adalah tanda dari diabetes yang patut untuk diwaspadai. Gejala lain dari diabetes yang cenderung kerap diabaikan adalah menurunnya penglihatan. Kebanyakan orang biasanya berpikir jika hal ini disebabkan oleh rabun atau gangguan penglihatan lainnya.

Perlu diketahui bahwa tingginya kadar gula darah bisa menyebabkan cairan memasuki lensa mata dan akhirnya mengganggu penglihatan. Biasanya, tanda dari gangguan penglihatan mata yang disebabkan oleh diabetes adalah pandangan tak kunjung membaik meski sudah memakai kacamata.

Apakah Sering Kentut Dapat Turunkan Berat Badan

admin No Comments
Apakah Sering Kentut Dapat Turunkan Berat Badan

Kentut seringkali dianggap sebagai tindakan yang tidak sopan, apalagi jika dilakukan di depan banyak orang. Hanya saja, terdapat sebuah mitos yang menyebutkan bahwa jika kita sering kentut, maka berat badan akan ikut menurun. Apakah hal ini benar adanya?

Mitos ini muncul akibat adanya dugaan bahwa dalam sekali kentut, kita bisa membakar setidaknya 67 kalori. Laman kesehatan Men’s Health pun kemudian mencari fakta tentang hal ini.

Menurut Michael Rice dari University of Michigan, kentut yang kita keluarkan terdiri dari udara yang kita telan, bahan kimia yang muncul selama proses pencernaan, dan beberapa bakteri yang ada di dalam perut kita. Gas yang dikeluarkan saat kentut adalah gas karbondioksida, nitrogen, hydrogen, dan metana.

Lantas, apakah sering kentut bisa membantu proses penurunan berat badan? Rice menyebutkan bahwa kedua hal ini sama sekali tidak terkait. Jadi, meksipun kita mengeluarkan rata-rata 14 kali kentut dalam sehari, kita juga tidak bisa mengukur seberapa banyak kalori saat melakukannya.

“Proses pelepasan gas kentut justru terjadi saat otot tubuh kita rileks dan tekanan gas dari usus besar besar. Padahal, pembakaran kalori terjadi saat otot bekerja,” lanjut Rice.

Jika kita sering mengeluarkan kentut atau buang air besar dan membuat berat badan menurun dengan cepat. Kita justru sebaiknya khawatir karena bisa jadi hal ini disebabkan oleh adanya masalah pada usus seperti peradangan, penyakit crohn, atau bahkan penyakit celiac.

Melihat adanya fakta ini, jika ingin menurunkan berat badan, akan jauh lebih baik bagi kita untuk menata ulang pola makan kita menjadi lebih sehat dan rajin berolahraga, bukannya mengandalkan kentut saja.

Pengertian, Penyebab, Dan Jenis Biduran

admin No Comments
Pengertian, Penyebab, Dan Jenis Biduran

Biduran atau urtikaria adalah kondisi gatal-gatal pada kulit dengan bentuk ruam kemerahan. Biduran biasanya muncul tiba-tiba, kadang-kadang karena reaksi alergi atau tersengat oleh ulat bulu.

Biduran menyebabkan gatal, tetapi juga dapat menyebabkan rasa terbakar atau menyengat. Biduran dapat muncul di mana saja, termasuk wajah, bibir, lidah, tenggorokan atau telinga.

Biduran bervariasi dalam ukuran, dari ukuran kecil hingga seukuran piring makan dan dapat bergabung bersama untuk membentuk wilayah yang lebih luas yang dikenal sebagai plak. Biduran biasanya berlangsung selama kurang dari 24 jam, namun dalam beberapa kasus biduran dapat berlangsung selama beberapa hari atau bulan.

Penyebab Biduran

Biduran terbentuk sebagai respon dari zat kimia tubuh yang disebut histamin sehingga menyebabkan jaringan membengkak. Histamin dan bahan kimia lainnya menyebabkan pembuluh darah membesar dan menjadi bocor sehingga cairan dari dalam darah bocor keluar dari pembuluh darah yang menyebabkan gatal-gatal dan bengkak.

Reaksi alergi, bahan kimia dalam makanan, sengatan serangga, paparan sinar matahari atau obat-obatan, semuanya juga bisa menyebabkan pelepasan histamin. Kadang-kadang sulit untuk mencari tahu apa tepatnya penyebab biduran ini.

Biduran akut

Ruam atau pembengkakan berlangsung kurang dari enam minggu. Penyebab paling umum adalah makanan, obat-obatan, lateks atau infeksi. Gigitan serangga dan penyakit internal dapat juga bertanggung jawab. Makanan yang paling umum yang menyebabkan gatal-gatal adalah kacang-kacangan, cokelat, ikan, tomat, telur, buah segar, kedelai, gandum dan susu.

Makanan segar juga menyebabkan gatal-gatal lebih sering daripada makanan dimasak. Zat aditif pada makanan tertentu dan pengawet juga dapat menjadi penyebab biduran. Obat-obatan yang dapat menyebabkan gatal-gatal termasuk aspirin dan non-steroid anti-inflamasi lainnya seperti ibuprofen, beberapa obat hipertensi dan beberapa obat penghilang rasa sakit seperti kodein.

Biduran kronis

Ruam kemerahan atau bengkak yang berlangsung lebih dari enam minggu. Penyebab dari jenis tipe ini biasanya lebih sulit untuk diidentifikasi daripada jenis biduran akut. Penyebabnya bisa mirip dengan biduran akut tetapi juga dapat mencakup autoimun, infeksi kronis, gangguan hormonal dan keganasan.

Biduran fisik

Biduran juga bisa disebabkan oleh stimulasi fisik langsung dari kulit, misalnya cuaca dingin, panas, paparan sinar matahari, getaran, tekanan, berkeringat dan olahraga. Tipe ini biasanya terjadi secara langsung di mana kulit dirangsang dan jarang muncul di tempat lain. Sebagian besar gatal-gatal muncul dalam waktu satu jam setelah paparan.

Dermatographism

Biduran yang terbentuk dengan tegas setelah proses menggores atau menggaruk kulit. Gatal-gatal ini juga dapat terjadi bersama dengan bentuk-bentuk lain biduran.

Tanda Dan Gejala Kanker Otak

admin No Comments
TANDA DAN GEJALA KANKER OTAK

Gejala kanker otak berbeda pada masing-masing kondisi. Tidak semua tumor otak menyebabkan gejala dan beberapa (seperti tumor kelenjar pituitari, beberapa di antaranya tidak menimbulkan gejala) ditemukan terutama setelah kematian pasien tersebut, dengan kematian yang ternyata tidak disebabkan oleh tumor otak.

Gejala tumor otak sangat banyak dan tidak spesifik untuk tumor otak, yang berarti bisa juga disebabkan oleh banyak penyakit lain. Banyak orang tidak memiliki kesadaran bahwa mereka memiliki kanker otak. Satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti apa yang menyebabkan gejalanya adalah menjalani tes diagnostik. Gejala awal mungkin tidak terjadi. Jika mereka melakukannya, hal itu terjadi karena alasan berikut ini:

Gejalanya disebabkan oleh tumor yang menekan atau mengganggu bagian otak lainnya dan mencegahnya berfungsi normal.
Beberapa ciri-ciri kanker otak disebabkan oleh pembengkakan di otak terutama disebabkan oleh tumor atau peradangan di sekitarnya.
Gejala kanker otak primer dan metastasis serupa pada pria, wanita, dan anak-anak.

Gejala Kanker Otak

Berikut ciri-ciri kanker otak yang paling umum :

  • Sakit kepala terutama di pagi hari, yang bisa menjadi persisten (terus menerus tanpa reda) atau menjadi sakit kepala yang parah
  • Kelemahan otot, yang seringkali lebih jelas pada satu sisi tubuh dibanding yang lain
  • Parestesia, seperti merasakan tertusuk jarum atau justru berkurang dalam hal sensasi sentuhan
  • Kecanggungan, masalah dengan koordinasi atau gangguan keseimbangan
  • Kesulitan berjalan, dengan kelemahan atau kelelahan lengan dan tungkai
    mengalami kejang.

Gejala Kanker Otak Lainnya

Gejala dan tanda kanker otak nonspesifik lainnya meliputi:

  • Perubahan status mental: Perubahan konsentrasi, ingatan, perhatian, atau kewaspadaan, dan kebingungan mental
  • Mual dan muntah: Terutama pagi-pagi dengan kemungkinan pusing atau vertigo
  • Kelainan dalam penglihatan (misalnya, penglihatan ganda, penglihatan kabur, kehilangan penglihatan)
  • Kesulitan berbicara
  • Perubahan bertahap dalam kapasitas intelektual atau emosional; misalnya, kesulitan atau ketidakmampuan berbicara atau kesulitan memahami, perubahan kepribadian.

Pada banyak orang, timbulnya gejala ini sangat bertahap, perlahan-lahan, dan dapat diabaikan oleh penderita tumor otak dan anggota keluarga, bahkan untuk jangka waktu yang lama. Terkadang, gejala muncul lebih cepat.

Dalam beberapa kasus, orang tersebut bertindak seolah-olah seperti gejala stroke. Pada beberapa pasien, gejalanya mungkin lebih terasa jika kanker terletak terutama pada lobus otak tertentu yang biasanya bertanggung jawab atas fungsi tubuh tertentu.

Sebagai contoh, perubahan perilaku dapat mendominasi pada kanker lobus frontal sementara kesulitan berbicara atau menggerakkan anggota tubuh dapat mendominasi pada kanker dalam lobus parietalis.

Gejala Khas Penyakit TBC

admin No Comments
Gejala Khas Penyakit TBC

Paru-paru adalah organ yang berperan dalam sistem pernafasan, dimana terdapat pertukaran oksigen dan juga pertukaran karbondioksida di dalam darah. Apabila fungsi paru-paru mengalami gangguan karena satu dan lain hal, maka otomatis sangat berpengaruh bagi kesehatan manusia dan harus ditangani dengan seksama. Berikut kita mencoba bahas gejala-gejala khas penyakit TBC.

Apa Saja Gejala TBC Paru?

Kita sepakat bahwa yang menunjukkan gejala adalah mereka yang memiliki penyakit tbc paru aktif. Tapi ingat, ada kondisi penyakit lain yang gejalanya mirip dengan TBC, seperti pneumonia dan kanker paru-paru.

Gejala TBC paru dimulai secara bertahap selama periode mingguan atau bulanan. Pada awalnya Anda mungkin mengalami satu atau dua gejala ringan yang bahkan membuat tidak sadar bahwa Anda tengah memiliki penyakit TBC.

  • Lebih lanjut, berikut 7 gejala khas penyakit TBC paru:
  • Batuk yang berlangsung lama, rata-rata di atas 3 minggu.
  • Batuk berdahak tebal, keruh, dan kadang-kadang berdarah.
  • Demam ringan terkadang menggigil.
  • Keringat malam.
  • Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
  • Sesak napas dan nyeri dada.
  • Kelelahan dan kelemahan.

Beberapa pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis TB paru antara lain sebagai berikut:

Pemeriksaan Dahak. Dahak diambil setidaknya tiga kali, saat pertama kali berkunjung (sewaktu), dahak pagi hari, dan dahak pada saat kunjungan berikutnya. Dikenal dengan istilah S-P-S (sewaktu-pagi-sewaktu). Dahak akan diperiksa dibawah mikroskop untuk melihat ada tidaknya bakteri Mycobacterium tuberculosa atau Baksil Tahan Asam (BTA).

Pemeriksaan Rongsen. Foto x-ray atau rongsen dada dilakukan untuk melihat kondisi paru-paru, di sini juga dapat dibedakan apakah TBC sedang aktif atau tidak.

Pemeriksaan Kulit. Dikenal dengan tes tuberkulin, dilakukan dengan cara menyuntikkan zat ke dalam kulit lalu dilihat hasilnya oleh dokter setelah 3 hari. Biasanya dilakukan untuk mendiagnosis TBC pada Anak-anak.

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit TBC Paru?

Anda dapat menghindari TBC dengan menjaga jarak atau tinggal jauh dari orang-orang yang memiliki penyakit ini. Terkadang hal ini tidak mungkin untuk dilakukan ketika Anda dapat bekerja di sebuah rumah sakit, klinik, fasilitas perawatan, penjara, atau penampungan tunawisma di mana banyak orang yang terkena TBC. Atau mungkin saat ini Anda sedang merawat teman atau anggota keluarga yang mengidap penyakit ini.

Berikut tips mencegah TBC dalam situasi seperti itu:

Hindari bercengkrama di kamar tertutup dengan seseorang yang memiliki penyakit TBC.
Atur sirkulasi ruangan sehingga udara keluar masuk dengan lancar.
Menggunakan masker apabila kontak dekat tak bisa dihindari.

Siapapun yang mengalami gejala TBC paru seperti telah kami sebutkan di atas, maka harus segera melakukan pemeriksaan agar segera diketahui dan cepat ditangani.

Penyakit Kulit yang sering menyerang Orang Dewasa

admin No Comments
Penyakit Kulit yang sering menyerang Orang Dewasa

Penyakit kulit adalah penyakit infeksi yang umum, terjadi pada orang orang dari segala usia. Gangguan pada kulit sering terjadi karena ada faktor peyebabnya, Antara lain yaitu iklim, lingkungan, tempat tinggal, kebiasaan hidup kurang sehat, alergi dan lain lain.

Banyak penyakit kulit yang menjangkiti daerah yang mudah terlihat oleh orang lain. Ada beberapa penyakit kulit yang paling sering menyerang atau diderita oleh orang dewasa, berikut ini contoh beberapa penyakit tersebut :

  • Herpes zoster

Salah satu penyakit kulit yang biasa menjangkiti orang dewasa adalah herpes zoster. Salah satu tanda penyakit ini adalah adanya ruam tidak rata berukuran kecil yang bisa melepuh. Kulit yang terjangkit penyakit ini akan terasa perih, gatal, atau sangat sensitif. Daerah yang paling sering menderita herpes zoster adalah pada badan atau bokong. Meski begitu, masih ada kemungkinan bahwa penyakit ini bisa muncul di bagian tubuh manapun.

Untuk mengobati penyakit herpes zoster, bisa dilakukan dengan pemberian krim antivirus, steroid, atau antidepresan.

Pada umumnya, seseorang akan terkena penyakit ini selama sekitar dua minggu. Meski begitu, rasa sakit, mati rasa, dan gatal-gatal mungkin masih akan terasa hingga waktu yang lebih lama, mulai dari berbulan-bulan hingga seumur hidup. Oleh karena itu, penting untuk menangani kondisi ini sedari dini agar nyeri yang dirasakan tidak menetap.

  • Urtikaria

Penyakit kulit lain yang umum diderita adalah urtikaria atau yang dikenal dengan istilah biduran. Ciri-ciri penyakit ini biasanya ditandai dengan munculnya rasa gatal-gatal, bilur-bilur, atau ruam yang menjengkelkan. Gangguan kulit ini mungkin muncul di salah satu bagian tubuh atau bisa tersebar di area tubuh yang lebih luas.

Biasanya urtikaria akan sembuh dalam beberapa hari meski tanpa menjalani pengobatan. Antihistamin mungkin diperlukan, terutama ketika rasa gatal yang menyerang menjadikan penderita merasa tidak nyaman. Jika gejala yang muncul akibat urtikaria tidak hilang dalam waktu lebih dari 48 jam, menghubungi dokter adalah langkah yang sebaiknya dilakukan.

  • Psoriasis

Orang dewasa juga sering terkena penyakit kulit berupa bercak merah bersisik yang biasa disebut dengan nama psoriasis. Bercak ini umumnya muncul di daerah siku, lutut, dan punggung bagian bawah. Penyakit ini bisa menimbulkan rasa gatal atau sakit di kulit yang terkena.

Meski sebagian orang merasakan efek dari proriasis tidak signifikan, namun sebagian penderita lainnya menganggap penyakit kulit ini mengganggu aktivitas mereka. Untuk meringankan gejala yang muncul, beberapa pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan pemberian krim, salep, terapi cahaya, injeksi obat, atau obat oral. Jika penyakit ini masih dalam tahap wajar, maka bisa ditangani melalui konsultasi dengan dokter umum. Namun pada kondisi yang sudah parah, pengobatan biasanya dilakukan oleh dokter spesialis kulit.

  • Eksim

Penyakit kulit yang kerap diderita oleh orang dewasa adalah eksim. Ini adalah gangguan kulit yang ditandai dengan munculnya bercak-bercak yang meradang dan menimbulkan rasa gatal. Kondisi ini juga biasa dikenal dengan sebutan dermatitis atopik. Biasanya, kondisi ini menyerang sisi dalam dari siku atau daerah belakang lutut remaja atau orang dewasa.

Penyebab penyakit kulit yang satu ini belum sepenuhnya bisa dimengerti oleh para ahli medis, namun kuat dugaan bahwa hal ini terkait dengan sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif. Guna menyembuhkan penyakit ini, banyak cara dilakukan mulai dari memberikan obat-obatan, melakukan terapi menggunakan cahaya, hingga mengubah gaya hidup.

  • Rosacea

Rosacea merupakan penyakit kulit yang ditandai dengan peradangan kronis pada daerah wajah. Rosacea mirip dengan jerawat yang biasa menimpa remaja, namun diderita orang dewasa. Peradangan tersebut bisa berwujud:

Kemerahan
Melebarnya pembuluh darah
Benjolan kecil (papula)
Bintik-bintik kecil berisi nanah (pustula)
Kemunculan jaringan ikat pada hidung yang berlebihan
Tanda kemerahan pada penyakit kulit yang satu ini merupakan tanda bahwa orang tersebut memiliki gejala awal sensitivitas terhadap bahan kimia tertentu yang dapat menyebabkan inflamasi. Untuk mengendalikan gangguan ini, biasanya dokter akan memberi pengobatan topikal atau pengobatan oral.