Topik Penyakit

Penyebab Kanker Payudara

admin No Comments
Penyebab Kanker Payudara

Kanker menjadi momok menakutkan bagi semua orang, baik laki-laki, perempuan, dewasa maupun anak-anak. Penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel secara tidak terkendali ini dapat merusak sel-sel sehat di dalam tubuh. Jika sel kanker sudah menjadi ganas, akan sulit untuk disembuhkan. Sebagian besar kasus kanker berakhir dengan kematian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meramalkan Indonesia bakal mengalami peningkatan jumlah pasien kanker payudara hingga tujuh kali lipat pada tahun 2030 mendatang. Ramalan WHO itu seyogianya menjadi ‘alarm’ bagi masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat. Penyebab kanker payudara lekat dengan keseharian. Gaya hidup maupun kebiasaan sehari-hari tanpa disadari memicu tumbuhnya sel-sel kanker dalam payudara.

  • Merokok dan konsumsi alkohol

Merokok terbukti meningkatkan risiko berkembangnya beragam kanker, termasuk salah satunya kanker payudara. Hal yang sama juga berlaku bagi kebiasaan konsumsi alkohol berlebih. Semakin banyak konsumsi rokok dan alkohol, maka semakin tinggi risiko kanker payudara.

  • Menstruasi dini

Wanita yang mendapat menstruasi di usia dini (sebelum 12 tahun), atau menopause di atas usia 55 tahun berpeluang menderita kanker payudara.

  • Kelebihan berat badan

Obesitas atau kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Pasalnya, perempuan dengan obesitas memiliki tingkat insulin yang tinggi dan dikaitkan dengan kanker payudara. Risiko kanker payudara cenderung meningkat setelah seorang wanita memasuki masa menopause. Pada masa itu, tubuh wanita memproduksi estrogen dari jaringan lemak dalam kadar berlebih. Hal itu bisa jadi pemicu meningkatnya risiko kanker payudara.

  • Genetik dan keturunan

Anda punya kerabat dekat yang pernah sakit kanker payudara? Waspadalah karena Anda berpeluang mengalaminya. Wanita dengan gen BRCA 1 dan BRCA 2 yang mengalami mutasi juga berpeluang menderita kanker payudara.

  • Kontrol kelahiran

Penggunaan kontrol kelahiran hormonal disebut mampu meningkatkan risiko kanker payudara. Sebut saja kontrasepsi oral, implan, hingga IUD yang dapat meningkatkan hormon pemicu kanker payudara.

  • Mengalami gangguan pada payudara

Beberapa wanita yang mengalami gangguan atau masalah pada payudaranya juga beresiko menderita kanker payudara. Segera periksakan diri Anda jika terdapat benjolan pada payudara, payudara sering terasa sakit, atau puting terluka padahal Anda tidak sedang menyusui. Wanita yang pernah mengalami mastitis di masa menyusui juga berpeluang menderita kanker payudara.

  • Tidak memiliki atau terlambat punya anak

Anak Anda lebih dari satu? Berbahagialah karena peluang Anda menderita kanker payudara semakin kecil. Sebaliknya, kanker payudara sangat mungkin menjangkiti perempuan yang tidak memiliki anak, atau melahirkan anak pertama setelah melewati usia 30 tahun.

Kebiasaan Buruk yang Tak Baik Bagi Vagina

admin No Comments
Kebiasaan Buruk yang Tak Baik Bagi Vagina

Rasa nyeri, iritasi atau terbakar yang datang dan pergi pada vulva (bagian luar vagina) dapat mengganggu kenyamanan Anda beraktivitas. Para ahli ginekolog menyebut kondisi ini sebagai vulvodynia. Kesehatan dan kebersihan vagina memang harus dijaga setiap hari. Meskipun seharusnya jadi kebiasaan sehari-hari, masih banyak cara menjaga dan merawat kebersihan vagina yang dilakukan banyak orang, padahal sebetulnya salah.

Ada beberapa kebiasaan buruk yang dapat dihindari agar vagina tetap sehat dan tidak terkena vulvodynia.

  • Pakai celana dalam terlalu ketat

Salah satu menjaga dan merawat kebersihan vagina yang paling dasar adalah dengan memerhatikan pakaian atau celana dalam yang Anda kenakan. Terlebih, kalau Anda menggunakan celana dalam yang super ketat, hal tersebut dapat menyebabkan frekuensi gesekan selangkangan dan area vagina. Alhasil, tak jarang kalau vagina jadi gampang iritasi dan malah timbul berbagai masalah lainnya.

Selain itu, celana dalam yang terlalu ketat dan lembap menjadi salah satu faktor risiko terhadap tumbuhnya jamur atau ragi di area kelamin. Maka dari itu, untuk menjaga kebersihan vagina, ada baiknya Anda menggunakan celana dalam yang berbahan katun murni. Bahan kain sintetis lain seperti nilon, polyester, atau yang renda-renda sangat berisiko membuat vagina jadi iritasi dan bermasalah.

  • Menggunakan baby oil sebagai pelumas

Demi berhubungan seks yang lancar, Anda bisa saja melumasi vagina dengan baby oil atau produk petroleum jelly (produk sampingan dari minyak mentah) lainnya. Namun, baby oil tidak membuat vagina menjadi sehat.

Pelumas berbahan dasar minyak lebih kental dan sulit dibersihkan. Hal ini mengakibatkan saluran vagina dan bakteri ikut terperangkap. Anda akan terkena infeksi.Sebaiknya, gunakan pelumas berbasis air karena mudah dibersihkan dan tidak membahayakan vagina.

  • Jarang ganti pembalut

Kebersihan vagina kadang diuji lewat cairan darah yang keluar saat menstruasi. Tahukah Anda, kalau darah haid yang keluar akan terkontaminasi dengan organisme lain dari dalam tubuh? Ya, saat haid, para pakar kesehatan merekomendasikan Anda untuk mengganti pembalut setiap 4-6 jam sekali (lebih sering, jika perdarahan Anda berat) adalah praktik kebersihan vagina yang baik demi mencegah vagina berbau tidak sedap.

Aturan ini berlaku bahkan untuk di hari-hari ketika Anda tidak memiliki banyak pendarahan, karena pembalut Anda masih tetap lembap dan mengangkut organisme asing, serta keringat dari alat kelamin Anda. Bila organisme ini menetap di tempat yang hangat dan lembab dalam waktu lama, mereka cenderung lebih cepat berkembang biak dan dapat menyebabkan kondisi seperti infeksi saluran kemih, infeksi vagina, dan ruam kulit.

  • Tidak melepas pakaian olahraga setelah olahraga

Setelah berolahraga, celana olahraga biasanya basah dengan keringat. Bakteri mudah berkembangbiak. Jika bakteri masuk ke saluran vagina dapat mengganggu keseimbangan mikroba yang biasanya hidup pada vagina.Anda akan berisiko mengalami infeksi jamur, kata Minkin. Sebaiknya, ganti celana dan pakaian yang sudah basah karena keringat. Segera mandi untuk membersihkan keringat, yang memungkinkan bakteri penyebab infeksi.

Pengobatan Untuk ISPA

admin No Comments
Pengobatan Untuk ISPA

Pengobatan konvensional untuk bronkitis akut dapat terdiri dari langkah-langkah sederhana seperti banyak istirahat, minum banyak cairan, menghindari asap, dan mungkin mendapatkan resep untuk bronkodilator inhalasi dan / atau obat batuk.

Dalam kasus bronkitis kronis yang parah, steroid oral atau inhaler untuk mengurangi peradangan dan / atau oksigen tambahan mungkin diperlukan. Pada orang sehat dengan bronkitis yang memiliki paru-paru normal dan tidak ada masalah kesehatan kronis, infeksi kemungkinan disebabkan oleh virus sehingga antibiotik tidak membantu.

Batuk produktif (batuk yang menghasilkan dahak) sering kali memang datang dengan bronkitis akut. Hal ini merupakan mekanisme tubuh untuk menyingkirkan kelebihan lendir. Namun, jika batuk benar-benar mengganggu atau batuk yang non-produktif (kering dan terdengar serak), dokter dapat merekomendasikan obat antitusif (penekan batuk).

Dalam kebanyakan kasus, pasien hanya perlu melakukan hal-hal yang biasanya dilakukan ketika demam seperti konsumsi obat ibuprofen atau parasetamol dan minum banyak cairan. Jika seseorang memiliki bronkitis kronis, paru-paru rentan terhadap infeksi. Sebaiknya pasien bronkitis kronis mendapatkan vaksinasi terhadap pneumonia yang biasanya hanya sekali vaksinasi.

Satu vaksinasi akan melindungi seumur hidup terhadap strain bakteri atau virus dari penyakit ini. Kadang-kadang suntikan kedua yang disebutkan booster juga diperlukan. Jangan mengonsumsi obat antitusif (penekan batuk) tanpa resep dokter. Sama halnya dengan bronkitis akut, batuk produktif yang berhubungan dengan bronkitis kronis adalah membantu membersihkan paru-paru dari lendir yang berlebihan. Bahkan, dokter dapat merekomendasikan ekspektoran (pengencer dahak) jika batuk relatif kering.

Namun, jika terdapat perubahan dalam warna, volume, atau ketebalan dahak, kemungkinan pasien jatuh dalam kondisi infeksi bakteri. Dalam hal ini, dokter mungkin meresepkan antibiotik untuk melawan bakteri.

Sedangkan, jika Anda kelebihan berat badan, dokter akan menyarankan menurunkan berat badan untuk menghindari tekanan berlebihan pada jantung. Jika pasien memiliki penyakit paru obstruktif kronik (PPOK, seperti yang ditunjukkan oleh tes pernapasan spirometri), banyak dokter meresepkan obat bronkodilator yang sementara membantu melebarkan saluran napas.

Namun, pengobatan yang paling penting dan paling berhasil untuk bronkitis kronis dan PPOK adalah menghindari aktivitas merokok. Dokter mungkin juga meresepkan steroid untuk mengurangi peradangan pada saluran udara. Penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang menghentikan kebiasaan merokok meskipun telah berada dalam tahap bronkitis kronis dan PPOK yang parah, tidak hanya dapat mengurangi keparahan gejala, tetapi juga dapat meningkatkan harapan hidup mereka.

Dalam bronkitis kronis dengan PPOK, jika terdapat kecacatan dalam transfer oksigen dari paru-paru ke dalam aliran darah, dokter mungkin meresepkan terapi oksigen yang dapat diberikan di rumah sakit.

Diabeter Dapat Bertambah Parah Karna Kurang Tidur

admin No Comments
Diabeter Dapat Bertambah Parah Karna Kurang Tidur

Tak hanya tidak lagi mampu mengonsumsi makanan dengan sembarangan, penderita diabetes ternyata juga tidak boleh sembarangan saat tidur. Jika sampai mengalami masalah kurang tidur atau bahkan tidur dengan tidak nyenyak, maka komplikasi diabetes seperti luka yang tak kunjung sembuh bisa semakin sulit untuk sembuh sehingga risiko untuk terkena amputasi semakin meningkat.

Penderita diabetes tipe 2 sangatlah rentan terkena luka atau cedera pada kaki. Terkadang, luka ini bahkan bisa berasal dari hal-hal kecil seperti tersandung atau tergores. Sayangnya, hal ini bisa berkembang menjadi ulkus atau borok yang sulit untuk disembuhkan. Menurut American Pediatric Medical Association, disebutkan bahwa 14 hingga 24 persen penderita diabetes yang memiliki borok akhirnya menjalani amputasi.

Menurut para peneliti dari University of Tennesse, Knoxville dan University of Tennessee Graduate School of Medicine, terdapat adanya kaitan erat antara buruknya kualitas tidur dengan proses penyembuhan luka penderita diabetes tipe 2.

Dalam penelitian ini, para ahli melakukan percobaan dengan melibatkan 34 tikus jantan. Tikus ini dibagi menjadi dua kelompok, yakni yang mengalami diabetes dan yang tidak. Setelahnya, tikus-tikus ini dibuat luka operasi kecil di punggungnya untuk dicek seberapa lama proses penyembuhan lukanya.

Tikus dengan kondisi diabetes ada yang mendapatkan waktu tidur yang normal dan ada yang mengalami gangguan. Hasilnya adalah, tikus dengan diabetes yang kerap mengalami gangguan saat tidur membutuhkan waktu lebih lama untuk menyembuhkan lukanya.

Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal berjudul SLEEP ini, dihasilkan fakta bahwa diabetes bisa membuat peredaran darah dan kondisi saraf memburuk sehingga membuat risiko terkena infeksi meningkat. Sementara itu, kurang tidur bisa membuat kondisi ini menjadi lebih parah.

Melihat adanya fakta ini, penderita diabetes memang sebaiknya tidak lagi begadang dan tidur cukup setiap malam demi menjaga kondisi kesehatannya.

Menggunakan Pisau Tukang Cukur Dapat Menularkan

admin No Comments
Menggunakan Pisau Tukang Cukur Dapat Menularkan

Salah satu penyakit yang paling ditakuti manusia di seluruh dunia adalah HIV/AIDS. Telah banyak korban meninggal yang disebabkan oleh penyakit yang belum ditemukan obatnya ini. Karena sangat mengerikan, terdapat banyak sekali anggapan tentang HIV/AIDS yang sayangnya keliru namun dipercaya oleh masyarakat.

Salah satu anggapan yang diyakini benar oleh masyarakat tentang HIV/AIDS adalah penggunaan pisau cukur dengan bergantian, khususnya saat kita bercukur di tempat potong rambut bisa menularkan HIV/AIDS. Logikanya, terkadang pisau cukur membuat luka kecil pada bagian kulit kepala atau leher bagian belakang sehingga bisa saja membuat darah keluar. Beruntung, menurut pakar kesehatan, penularan ini tidak akan terjadi.

Virus HIV/AIDS ternyata tidak akan mampu bertahan hidup di udara bebas. Hal ini berarti, meskipun kita mengalami luka kecil akibat terkena pisau cukur, kita tak perlu khawatir karena hal ini meskipun tentu saja kurang baik jika kita memakai pisau cukur bergantian karena faktor higienitas.

Mitos lain yang berkembang tentang penularan HIV/AIDS adalah ciuman bisa menjadi penyebab penularannya. Logikanya, saat berciuman kita bisa saja mengalami pertukaran air liur yang akhirnya bisa memicu penularan penyakit ini. Beruntung, pakar kesehatan menyebutkan bahwa ciuman tidak cukup untuk memicu penularan HIV/AIDS.

Virus HIV yang ada di dalam air liur penderita penyakit ini cenderung sangat sedikit dan tidak cukup untuk ditransfer ke orang lain melalui ciuman. Sebagai informasi, virus HIV bisa ditemukan di sel T, bagian dari sel darah putih manusia dan bisa ditemukan di hampir semua cairan tubuh. Hanya saja, sel T ini lebih banyak ditemukan di dalam darah, cairan vagina, ASI, serta air mani. Melalui cairan itulah virus HIV cenderung lebih mudah ditularkan.

Melihat adanya fakta ini, tak perlu khawatir saat bercukur di tempat potong rambut umum. Pisau cukur yang dipakai tidak akan menularkan HIV kok.

Penyebab Usus Buntu, Bukan Biji Cabai Dan Jambu

admin No Comments
Penyebab Usus Buntu, Bukan Biji Cabai Dan Jambu

Banyak orang yang berpikir jika biji cabai atau biji jambu adalah penyebab dari masalah usus buntu. Karena alasan inilah kita cenderung ketakutan tatkala tanpa sengaja menelan biji cabai atau biji jambu. Padahal, menurut pakar kesehatan, biji cabai atau biji jambu sama sekali tidak menyebabkan masalah pencernaan ini.

Sebagaimana kita ketahui, penyebab utama dari radang usus buntu yang paling sering diabaikan ternyata adalah kebiasaan kurang minum air putih. Tubuh yang kekurangan cairan akan membebani saluran pencernaan dan akhirnya membuat risiko terkena salah satu penyakit yang memicu rasa nyeri luar biasa ini meningkat.

Kekurangan asupan minum air putih akan membuat frekuensi buang air besar menurun. Banyak orang yang tidak menyadari jika kondisi ini bisa membuat kotoran atau feses yang sudah menghitam, keras, dan kering ini memasuki usus buntu. Sebagai informasi, kotoran ini bisa dianggap sebagai sampah yang sudah tidak memberikan nutrisi apapun bagi tubuh. Jika berada di dalam perut dalam waktu yang lama, maka kotoran ini bisa membusuk dan memicu infeksi.

Sayangnya, dengan kotoran yang terus menumpuk, maka infeksi pun akan muncul pada usus buntu dan membuat kadar sel darah putih naik drastis. Hal inilah yang membuat kadar leukosit dalam tubuh penderita radang usus buntu cenderung naik dengan drastis.

Pakar kesehatan pun menyarankan kita untuk selalu mencukupi kebutuhan air putih setiap hari demi mencegah datangnya usus buntu. Minum air juga akan membuat tubuh tidak mudah mengalami dehidrasi dan membantu proses aliran darah menjadi lebih lancar. Selain itu, pastikan untuk sering mengonsumsi makanan berserat demi membantu kelancaran.

Gusi Sering Berdarah Tanda Diabetes?

admin No Comments
Gusi Sering Berdarah Tanda Diabetes?

Salah satu jenis penyakit yang paling mengerikan adalah diabetes. Bagaimana tidak, penyakit ini akan membuat penderitanya tidak mampu lagi mengonsumsi makanan dan minuman yang enak.

Selain itu, jika sampai kadar gula darah tak terkendali, komplikasi diabetes yang bisa saja menyebabkan amputasi, kebutaan, hingga kematian pun akan datang. Yang menjadi masalah adalah, gejala atau tanda-tanda awal dari penyakit ini cenderung tidak mudah untuk dikenali.

Banyak orang yang menyebutkan bahwa gejala awal dari masalah diabetes bisa dikenali dari dalam mulut, tepatnya jika kita mulai mengalami masalah seperti gusi berdarah. Sebenarnya, apakah memang gusi berdarah memang merupakan tanda awal dari diabetes?

Sebagai informasi, bakteri cenderung suka dengan gula. Jika kadar gula darah sangatlah tinggi, maka luka yang muncul juga cenderung sulit untuk disembuhkan, termasuk luka yang muncul pada gusi yang disebabkan oleh kebiasaan makan atau menyikat gigi yang salah.

Jika sampai masalah gusi berdarah ini tak kunjung sembuh atau bahkan sering muncul, bisa jadi hal ini disebabkan oleh bakteri yang terus berkembang di bagian gusi yang berdarah ini akibat tingginya kadar gula darah dan membuat proses penyembuhan luka terhambat.

Hal ini berarti gusi berdarah yang terus berlangsung atau sering terjadi memang bisa jadi adalah tanda dari diabetes yang patut untuk diwaspadai. Gejala lain dari diabetes yang cenderung kerap diabaikan adalah menurunnya penglihatan. Kebanyakan orang biasanya berpikir jika hal ini disebabkan oleh rabun atau gangguan penglihatan lainnya.

Perlu diketahui bahwa tingginya kadar gula darah bisa menyebabkan cairan memasuki lensa mata dan akhirnya mengganggu penglihatan. Biasanya, tanda dari gangguan penglihatan mata yang disebabkan oleh diabetes adalah pandangan tak kunjung membaik meski sudah memakai kacamata.

Apakah Sering Kentut Dapat Turunkan Berat Badan

admin No Comments
Apakah Sering Kentut Dapat Turunkan Berat Badan

Kentut seringkali dianggap sebagai tindakan yang tidak sopan, apalagi jika dilakukan di depan banyak orang. Hanya saja, terdapat sebuah mitos yang menyebutkan bahwa jika kita sering kentut, maka berat badan akan ikut menurun. Apakah hal ini benar adanya?

Mitos ini muncul akibat adanya dugaan bahwa dalam sekali kentut, kita bisa membakar setidaknya 67 kalori. Laman kesehatan Men’s Health pun kemudian mencari fakta tentang hal ini.

Menurut Michael Rice dari University of Michigan, kentut yang kita keluarkan terdiri dari udara yang kita telan, bahan kimia yang muncul selama proses pencernaan, dan beberapa bakteri yang ada di dalam perut kita. Gas yang dikeluarkan saat kentut adalah gas karbondioksida, nitrogen, hydrogen, dan metana.

Lantas, apakah sering kentut bisa membantu proses penurunan berat badan? Rice menyebutkan bahwa kedua hal ini sama sekali tidak terkait. Jadi, meksipun kita mengeluarkan rata-rata 14 kali kentut dalam sehari, kita juga tidak bisa mengukur seberapa banyak kalori saat melakukannya.

“Proses pelepasan gas kentut justru terjadi saat otot tubuh kita rileks dan tekanan gas dari usus besar besar. Padahal, pembakaran kalori terjadi saat otot bekerja,” lanjut Rice.

Jika kita sering mengeluarkan kentut atau buang air besar dan membuat berat badan menurun dengan cepat. Kita justru sebaiknya khawatir karena bisa jadi hal ini disebabkan oleh adanya masalah pada usus seperti peradangan, penyakit crohn, atau bahkan penyakit celiac.

Melihat adanya fakta ini, jika ingin menurunkan berat badan, akan jauh lebih baik bagi kita untuk menata ulang pola makan kita menjadi lebih sehat dan rajin berolahraga, bukannya mengandalkan kentut saja.

Pengertian, Penyebab, Dan Jenis Biduran

admin No Comments
Pengertian, Penyebab, Dan Jenis Biduran

Biduran atau urtikaria adalah kondisi gatal-gatal pada kulit dengan bentuk ruam kemerahan. Biduran biasanya muncul tiba-tiba, kadang-kadang karena reaksi alergi atau tersengat oleh ulat bulu.

Biduran menyebabkan gatal, tetapi juga dapat menyebabkan rasa terbakar atau menyengat. Biduran dapat muncul di mana saja, termasuk wajah, bibir, lidah, tenggorokan atau telinga.

Biduran bervariasi dalam ukuran, dari ukuran kecil hingga seukuran piring makan dan dapat bergabung bersama untuk membentuk wilayah yang lebih luas yang dikenal sebagai plak. Biduran biasanya berlangsung selama kurang dari 24 jam, namun dalam beberapa kasus biduran dapat berlangsung selama beberapa hari atau bulan.

Penyebab Biduran

Biduran terbentuk sebagai respon dari zat kimia tubuh yang disebut histamin sehingga menyebabkan jaringan membengkak. Histamin dan bahan kimia lainnya menyebabkan pembuluh darah membesar dan menjadi bocor sehingga cairan dari dalam darah bocor keluar dari pembuluh darah yang menyebabkan gatal-gatal dan bengkak.

Reaksi alergi, bahan kimia dalam makanan, sengatan serangga, paparan sinar matahari atau obat-obatan, semuanya juga bisa menyebabkan pelepasan histamin. Kadang-kadang sulit untuk mencari tahu apa tepatnya penyebab biduran ini.

Biduran akut

Ruam atau pembengkakan berlangsung kurang dari enam minggu. Penyebab paling umum adalah makanan, obat-obatan, lateks atau infeksi. Gigitan serangga dan penyakit internal dapat juga bertanggung jawab. Makanan yang paling umum yang menyebabkan gatal-gatal adalah kacang-kacangan, cokelat, ikan, tomat, telur, buah segar, kedelai, gandum dan susu.

Makanan segar juga menyebabkan gatal-gatal lebih sering daripada makanan dimasak. Zat aditif pada makanan tertentu dan pengawet juga dapat menjadi penyebab biduran. Obat-obatan yang dapat menyebabkan gatal-gatal termasuk aspirin dan non-steroid anti-inflamasi lainnya seperti ibuprofen, beberapa obat hipertensi dan beberapa obat penghilang rasa sakit seperti kodein.

Biduran kronis

Ruam kemerahan atau bengkak yang berlangsung lebih dari enam minggu. Penyebab dari jenis tipe ini biasanya lebih sulit untuk diidentifikasi daripada jenis biduran akut. Penyebabnya bisa mirip dengan biduran akut tetapi juga dapat mencakup autoimun, infeksi kronis, gangguan hormonal dan keganasan.

Biduran fisik

Biduran juga bisa disebabkan oleh stimulasi fisik langsung dari kulit, misalnya cuaca dingin, panas, paparan sinar matahari, getaran, tekanan, berkeringat dan olahraga. Tipe ini biasanya terjadi secara langsung di mana kulit dirangsang dan jarang muncul di tempat lain. Sebagian besar gatal-gatal muncul dalam waktu satu jam setelah paparan.

Dermatographism

Biduran yang terbentuk dengan tegas setelah proses menggores atau menggaruk kulit. Gatal-gatal ini juga dapat terjadi bersama dengan bentuk-bentuk lain biduran.

Tanda Dan Gejala Kanker Otak

admin No Comments
TANDA DAN GEJALA KANKER OTAK

Gejala kanker otak berbeda pada masing-masing kondisi. Tidak semua tumor otak menyebabkan gejala dan beberapa (seperti tumor kelenjar pituitari, beberapa di antaranya tidak menimbulkan gejala) ditemukan terutama setelah kematian pasien tersebut, dengan kematian yang ternyata tidak disebabkan oleh tumor otak.

Gejala tumor otak sangat banyak dan tidak spesifik untuk tumor otak, yang berarti bisa juga disebabkan oleh banyak penyakit lain. Banyak orang tidak memiliki kesadaran bahwa mereka memiliki kanker otak. Satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti apa yang menyebabkan gejalanya adalah menjalani tes diagnostik. Gejala awal mungkin tidak terjadi. Jika mereka melakukannya, hal itu terjadi karena alasan berikut ini:

Gejalanya disebabkan oleh tumor yang menekan atau mengganggu bagian otak lainnya dan mencegahnya berfungsi normal.
Beberapa ciri-ciri kanker otak disebabkan oleh pembengkakan di otak terutama disebabkan oleh tumor atau peradangan di sekitarnya.
Gejala kanker otak primer dan metastasis serupa pada pria, wanita, dan anak-anak.

Gejala Kanker Otak

Berikut ciri-ciri kanker otak yang paling umum :

  • Sakit kepala terutama di pagi hari, yang bisa menjadi persisten (terus menerus tanpa reda) atau menjadi sakit kepala yang parah
  • Kelemahan otot, yang seringkali lebih jelas pada satu sisi tubuh dibanding yang lain
  • Parestesia, seperti merasakan tertusuk jarum atau justru berkurang dalam hal sensasi sentuhan
  • Kecanggungan, masalah dengan koordinasi atau gangguan keseimbangan
  • Kesulitan berjalan, dengan kelemahan atau kelelahan lengan dan tungkai
    mengalami kejang.

Gejala Kanker Otak Lainnya

Gejala dan tanda kanker otak nonspesifik lainnya meliputi:

  • Perubahan status mental: Perubahan konsentrasi, ingatan, perhatian, atau kewaspadaan, dan kebingungan mental
  • Mual dan muntah: Terutama pagi-pagi dengan kemungkinan pusing atau vertigo
  • Kelainan dalam penglihatan (misalnya, penglihatan ganda, penglihatan kabur, kehilangan penglihatan)
  • Kesulitan berbicara
  • Perubahan bertahap dalam kapasitas intelektual atau emosional; misalnya, kesulitan atau ketidakmampuan berbicara atau kesulitan memahami, perubahan kepribadian.

Pada banyak orang, timbulnya gejala ini sangat bertahap, perlahan-lahan, dan dapat diabaikan oleh penderita tumor otak dan anggota keluarga, bahkan untuk jangka waktu yang lama. Terkadang, gejala muncul lebih cepat.

Dalam beberapa kasus, orang tersebut bertindak seolah-olah seperti gejala stroke. Pada beberapa pasien, gejalanya mungkin lebih terasa jika kanker terletak terutama pada lobus otak tertentu yang biasanya bertanggung jawab atas fungsi tubuh tertentu.

Sebagai contoh, perubahan perilaku dapat mendominasi pada kanker lobus frontal sementara kesulitan berbicara atau menggerakkan anggota tubuh dapat mendominasi pada kanker dalam lobus parietalis.