Akibat Timbulnya Jenis Diare Terhadap Anak

Akibat Timbulnya Jenis Diare Terhadap Anak

admin No Comments
Akibat Timbulnya Jenis Diare Terhadap Anak

Akibat Timbulnya Jenis Diare Terhadap Anak

Jenis penyakit ini biasanya banyak sekali yang terkena jenis penyakit, akan tetapi anda juga harus mengetahui tentang jenis penyakit Diare ini berasal dari apa, dan type jenis Diare apa saja. Nah anda akan harus benar – benar menjaga keluarga anda dengan sebaik mungkin agar tidak tejradi serag Diare terhadap keluarga anda atau anak anda. di karenakan sekarang banyak sekali Diare yang berbahaya apalagi sampai terjadi terhadap anak anda.

Jenis Diare apa saja yang berbahaya? ada beberapa type jenis Diare yang brbahaya yaitu :
> Infeksi Viral
Bila diare nan hiperbola disebabkan oleh virus, sering disebut sebagai flu perut atau gastroenteritis virus. Infeksi menyebabkan virus masuk ke tubuh kita dampak konsumsi makanan nan terkontaminasi atau minuman.

> Penyakit Radang usus
Telah ditemukan bahwa penyebab diare nan paling sering ialah ulcerative colitis dan penyakit Crohn nan merupakan dua bentuk nan berbeda dari penyakit radang usus. Dalam kondisi ini, sistem kekebalan tubuh mulai menyerang saluran pencernaan.

> Irritable Bowel Syndrome
Ini ialah salah satu penyebab primer diare konstan. Hal ini dipicu oleh kontraksi teratur dari usus. Akibatnya, satu menderita diare berat selama periode waktu. Dalam kasus diare dan sembelit terjadi secara bergantian nan berarti sebagai mereda diare, itu diikuti oleh sembelit.

> Efek Samping Obat – obatan dari eksklusif seperti antibiotik
bisa menyebabkan diare nan parah. Hal ini terjadi sebab obat-obatan mengganggu ekuilibrium bakteri baik dan bakteri dursila nan ada dalam tubuh kita dengan menghancurkan bakteri membantu bersama dengan orang-orang nan berbahaya.

> Penyebab infeksi
disebabkan oleh parasit protozoa giardiasis dan amoebiasis bisa bertanggung jawab buat gejala diare nan serius. Beberapa masalah kesehatan lainnya seperti penyakit nan mendasari kandung empedu, penyakit hati, diabetes, gizi jelek ialah penyebab lainnya.

Inilah beberapa macam Jenis Diare yang berbahaya terhadap dalam tubuh kita. nah bagi orang tua anda akan harus lebih mewaspadai terhadap keluarga anda dan begitu juga dengan anak buah hati anda agar menghindar dari jenis Diare tersebut.

Untuk mengetahui tentang jenis penyakit yang lain, bisa juga :
– Penyebab Minum Soda Yang Banyak
– Jenis Influenza Dan Cara Mengatasi Influenza
– Timbulnya Gejala kanker Otak

Penyebab Minum Soda Yang Banyak

admin No Comments
Penyebab Minum Soda Yang Banyak

Penyebab Minum Soda Yang Banyak
cuaca yang panas terik di dalam pikiran kita pastinya menganggap minuman bersoda sangat segar untuk diminum. Selain rasanya yang nikmat, sensai minum minuman bersoda juga memberi kesan berbeda dibandingkan minum minuman yang lain. Bahkan ada sebagian orang yang selalu menyediakan minumn bersoda di dalam lemari pendingin di rumah.

Tapi tahukan bahwa minuman bersoda memberi dampak buruk bagi kesehatan kita. kenapa soda harus di jauhi dari kesehatan kita, alasannya :

> Kandungan gula dalam seporsi minuman bersoda sama mengandung sekitar empat kali lipat gula dalam minuman manis lainnya. Hal ini memberi kalori berlebih pada tubuh dan membuat tubuh menjadi obesitas. Baik untuk anak – anak maupun orang dewasa. Selain itu minuman bersoda juga membuat perut buncit.

> Yang menjadi salah satu kelebihan dalam minuman bersoda adalah warnanya yang menarik. Apa lagi ditambah dengan beberapa tambahan es batu. Tapi tahukan anda bahwa pewarna minuman dalam minuman bersoda tidak baik untuk ginjal? Pewarna tersebut dapat merusak ginjal bila terus dikonsumsi.

> kandungan karbonisasi dalam minuman bersoda dapat membuat gigi jadi rusak bahkan dapat membusuk. Itu makanya sangat disarankan untuk menggunakan sedotan ketika mengkonsumsi minuman bersoda. Tapi tetap saja, sebelum masuk ke tenggrokan, minuman bersoda pasti menyentuh gigi.

> Minuman bersoda sama sekali tidak mengandung vitamin. Minuman bersoda hanya mengandung gula sebagai perasa manis, kafein, dan tambahan perasa buah saja. Sehingga minuman ini memang tidak memberi efek positif sama sekali bagi tubuh.

> Mengkonsumsi minuman bersoda juga dapat membuat tulang menjadi rapuh. Minuman bersoda mengandung asam fosfat yang diam – diam merapuhkan dan mengikis tulang. Ini membuat osteoporosis lebih cepat dapat menghampiri kita dan tentu mengganggu aktivitas sehari – hari.

> Minuman bersoda menjadi minuman yang dapat membuat kita kecanduan bila pertama kali mencobanya. Kita akan sering berkeinginan minum minuman bersoda untuk menyegarkan diri kita dari cuaca yang panas. Selain itu kandungan kafein yang membuat kita melek juga akan mengundang kita untuk minum minuman bersoda untuk menghilankan rasa kantuk.

> Efek negatif dari minuman bersoda untuk pencernaan mineral dalam tubuh adalah meningkatkan produksi urin di mana dapat membuat kita mengalami dehidrasi. Mineral yang harusnya diserap oleh tubuh malah diolah menjadi urin dan mau tidak mau harus dikeluarkan dari tubuh. Maka dari itu untuk menghilangkan haus, janganlah minum minuman bersoda karena malah akan memberi efek haus yang lebih.

> Lambung kita yang mengandung asam yang sangat keras dapat terkikis lapisannya dan menyebabkan pencernaan makanan ikut terganggu. Sehingga menimbulkan rasa mulas atau sakit perut bahakan membuat produksi gas dalam lambung meningkat. Ini sangat tidak baik bagi anda yang menderita sakit maag.

> Kandungan asam pada minuman bersoda juga membuat kulit menjadi keriput alias penuaan dini. Maka dari itu bila ingin memiliki kulit yang mulus dan awet muda jauhilah minuman bersoda dalam bentuk dan rasa apapun. Karena para ahli memang selalu mengatakan bahwa minum air putih jauh lebih menyehatkan meski rasanya tidak begitu enak.

> Selain soda yang mampu merapuhkan tulang, minuman ini rata-rata dapat menyebabkan diabetes, karena mengandung pemanis buatan yang sangat tinggi. Minuman soda sangat berbahaya dan menjadi pemicu utama diabetes. Selain bahaya minuman soda untuk kesehatan, ternyata ia juga mengandung berbagai jenis kandungan berbahaya lainnya untuk ibu hamil atau yang sedang mengandung. Minuman soda sebaiknya dihindari oleh ibu hamil untuk menjaga kesehatan Janin.

> Ibu yang sedang hamil bila mengkonsumsi minuman bersoda dapat membuat adana kemungkinan janin mengalami kecacatan. Tetapi yang paling parah adalah janin dapat saja mati akibat ibu yang gemar meminum minuman bersoda. Maka dari iu untuk ibu hamil dan menyusui wajib untuk tidak mengkonsumsi minuman bersoda.

> Bahaya minuman bersoda memang tidak terasa dan terlihat secara langsung. Tetapi dampaknya dapat merusak organ tubuh dalam jangka waktu lama. Jadi perlu diwaspadai dan bisa dibilang minuman bersoda justru leboh menyeramkan dari minuman beralkohol yang jelas – jelas memang memiliki dampak yang sangat buruk. Bagi sebagian orang, minuman bersoda dapat juga menghilangkan kesadaran untuk beberapa menit. Minuman bersoda bukanlah minuman sehat meski peredarannya sangat bebas dan bisa dibeli di mana pun.

> Terlalu banyak konsumsi soda cenderung menyebabkan dehidrasi kronis tubuh. Minuman soda tidak akan pernah bisa menggantikan peran air minum. Jadi, orang yang terbiasa meminum soda sebagai pengganti air putih akan sering mengalami dehidrasi yang dapat memicu munculnya berbagai jenis penyakit.

> Sodium benzoate dalam soda digunakan sebagai pengawet. Pengawet ini cenderung meningkatkan kandungan natrium dalam makanan. Itu sebabnya, kebiasaan minum soda bisa menjadi alasan utama mengapa seseorang mengalami asma.

Macam jenis penyakit yang lainnya, bisa baca di :
– Jenis Influenza Dan Cara Mengatasi Influenza
– Timbulnya Gejala kanker Otak
– Penyebab Terjadinya Diabetes

Jenis Influenza Dan Cara Mengatasi Influenza

admin No Comments
Jenis Influenza Dan Cara Mengatasi Influenza

Jenis Influenza Dan Cara Mengatasi Influenza

Salah satu jenis penyakit influenza adalah jenis penyakit yang paling sering terjadi pada masyarakat, baik itu masyarakat di indonesia maupun di negara yang lain. hal yang paling sering mengalami penderita Influenza adalah jenis hal yang biasa, akan tetapi penyakit jenis influenza ini juga mengalami penyakit yang berbahaya bagi diri kita. nah gejala – gejala yang akan timbul ketika memulai mengalami influenza, yaitu sebagai berikut :
1. Demam
Demam adalah beberap gejala yang akan mungkin dinampakan dari penyakit influenza. Ketika anda mengalami influenza, demam yang akan dialami bisa mencapai 38 derajat pada orang dewasa dan bahkan suhu ini bisa meningkat sampai 39,5 derajat sampai dengan 40,5 derajat pada anak-anak. Nah, kondisi seperti ini akan tentu saja membuat siapa saja panik ketika demam ini terjadi. Bahkan bila terjadi pada anak-anak, hal ini tentu saja akan membuat setiap orangtua khawatir dan terus-terusan dihantui dengan perasaan cemas.

2. Panas Dingin dan Berkeringat
Gejala ini adalah gejala lain dari penyakit influenza. Gejala yang satu ini pun umumnya datang dengan tiba-tiba bahkan ketika penderitanya sedang beraktivitas sekalipun. Suhu panas pada badan datang dengan disertai dengan keringat yang dingin. Maka tidak heran, ketika hal ini terjadi, maka penderita influenza akan merasa tidak nyaman dan tergaggu dengan keadaan ini.

3. Batuk Kering
Batuk adalah salah satu gejala yang akan ditimbulkan dari penyakit influenza. Kondisi seperti ini tentu saja membuat tidak nyaman, selain menganggu batuk kering ini tentu saja akan membuat bagian ternggorokan terasa sakit.

4. Nyeri Otot
Nyeri dibagian seluruh tubuh terutama bagian otot-otot adalah gejala lain yang dinampakan dari penyakit influenza. Untuk itu, penderta penyakit ini disarankan untuk mendapatkan istirahat yang cukup dan konsumsi obat-obatan yang sudah diresepkan oleh dokter. Jangan lupa pula untuk mengkonsumsi banyak air putih sebagai detoks alami untuk mengeluarkan racun dan toxic dari dalam tubuh.

5. Hidung Tersumbat
Kondisi seperti ini adalah hal yang paling sering dijumpai dan paling sering dijadikan indikasi pada penyakit flu. Hidung yang tersumbat umumnya adalah gejala awal dari pilek. Selain konsumsi obat-obatan, istirahat yang cukup dan tidur menyamping melawan bagian yang tersumbat adalah cara yang cukup untuk meredakan hidung tersumbat sementara waktu.

6. Kelelahan dan Lemah
Poin yang satu ini erat kaitannya dengan nyeri dibagian otot. Perasaan nyeri dari seluruh tubuh, membuat anda akan merasa cepat lelah dan tubuh yang lemah akibat tidak adanya tenaga. Untuk itu, istirahat, waktu tidur yang cukup dan konsumsi obat-obatan yang teratur dari dokter adalah solusi paling efektif untuk mengatasi lelah yang satu ini.

Untuk melakukan pencegahan terhadap influenza, maka anda akan harus mengatasi hal sebagai berikut :
> Rajin Mencuci Tangan
Seperti yang telah dibahas diatas, virus dan bakteri penyebab flu ini dapat diinaktivasi dengan sinar matahari dan disinfektan atau sabun. Dengan demikian, membiasakan diri mencuci tangan dengan menggunakan sabun akan menjadi langkah awal menjalani hidup yang sehat.

> Makan dan Tidur dengan Teratur
Diet dan kurang tidur adalah kebiasaan buruk yang akan dapat melemahka sistem imunitas anda. Ketikan sistem imun dalam tubuh melemah, maka akan lebih rentan untuk penyakit bisa menjangkiti dan menulari tubuh anda, termasuk dengan penyakit influenza. Selain itu, penyebaran terhadap penyakit ini pun akan lebih mudah masuk kedalam tubuh.

Untuk berbagai jenis penyakit yang lainnya, maka anda juga bisa baca di :
– Timbulnya Gejala kanker Otak
– Penyebab Terjadinya Diabetes
– Penyakit Cystinuria

Timbulnya Gejala kanker Otak

admin No Comments
Timbulnya Gejala kanker Otak

Timbulnya Gejala kanker Otak
Kanker otak merupakan salah satu tumor ganas yang menyerang bagian otak, parahnya ciri ciri dan gejala kanker otak tidak begitu diketahui pada awal pertumbuhannya. Terlepas dari bahayanya, tentu pengetahuan dini mengenai ciri-ciri yang menjadi tanda anda mengidap kanker otak cukup penting di ketahui.

ada beberapa manfaat dari Kanker otak, yaitu :
> Pada penyakit ini, otak menjadi organ sasarannya. Bila Anda mengalami hal ini, organ otak Anda akan mengalami kerusakan dan semakin lama akan semakin parah. Jika tumor menyerang bagian otak yang berfungsi mengontrol kekuatan tubuh, tentunya tubuh Anda akan menjadi lemah, mungkin seperti orang lumpuh atau orang yang mengalami penyakit stroke.

> Tumor otak dapat merusak saraf yang terhubung ke mata atau ke bagian dari otak yang berfungsi memproses informasi visual (visual korteks). Bila hal ini terjadi, penglihatan Anda akan terganggu, misalnya penglihatan menjadi ganda dan lahan penglihatan menjadi berkurang.

> Tumbuhnya sel tumor pada organ otak dapat menyebabkan meningkatnya tekanan dalam otak itu sendiri. Hal ini akan menimbulkan rasa sakit pada kepala. Namun, rasa sakit ini juga dapat timbul akibat cairan yang ada dalam otak (hidrosefalus). Sakit kepala memang menjadi penyakit yang biasa Anda alami. Namun, bila rasa sakit itu tidak kunjung sembuh dan disertai dengan mual dan muntah, mungkin ada tumor pada otak Anda.

> sel tumor mulai tumbuh pada organ otak atau dalam jaringan yang dekat dengan organ otak, seperti dalam membran otak (meninges), saraf kranial, kelenjar pituitary, atau kelenjar pineal. Tumor otak primer dapat terjadi akibat sel-sel normal mengalami kesalahan mutasi dalam DNA mereka. Mutasi inilah yang menyebabkan sel terus bertumbuh dan membelah. Mereka akan terus hidup ketika sel-sel sehat akan mati. Akibatnya, terbentuklah massa sel abnormal yang kemudian membentuk tumor. Jenis tumor otak primer sangatlah beragam, misalnya meningioma, pineoblastoma, dan masih banyak lagi. Namun, bila dibandingkan dengan tumor otak sekunder, tumor otak primer lebih jarang terjadi.

> Jenis tumor ini merupakan hasil dari adanya sel kanker yang tumbuh di tempat lain dalam tubuh Anda yang kemudian menyebar atau bermetastasis ke organ otak. Bila dibandingkan dengan tumor otak primer, jenis tumor otak ini lebih sering dialami oleh manusia, khususnya pada orang yang memiliki riwayat penyakit kanker. Setiap jenis penyakit kanker dapat menyebar ke organ otak, namun selama ini mayoritas adalah pengidap penyakit kanker pada payudara, usus besar, ginjal, paru-paru, dan melanoma.

> Orang-orang yang telah dan sering terkena paparan radiasi pengion, radiasi yang menggunakan ion, akan lebih berisiko mengalami tumor otak. Jenis radiasi ini biasanya digunakan pada pengobatan sel kanker. Radiasi dari perangkat elektronik, seperti ponsel, microwave, dan lain sebagainya, yang sering dikaitkan oleh penyakit ini, belum terbukti dapat menjadi faktor penyebabnya.

> Beberapa jenis tes pencitraan yang ada pada dunia kedokteran adalah magnetic resonance imaging (MRI), computerized tomography (CT), dan tomografi emisi positron (PET). Namun, MRI lah yang paling sering digunakan untuk membantu mendiagnosis tumor otak. Biasanya, sebelum melakukan tes MRI, dokter akan menyuntikkan pewarna melalui pembuluh darah yang ada pada lengan Anda. Hal ini dapat mempermudah dokter untuk melihat apakah ada sel tumor dalam tubuh Anda. Selain itu, dokter mungkin dapat melakukan CT scan pada bagian dada Anda guna melihat apakah tumor tersebut timbul akibat penyebaran dari sel kanker dari bagian tubuh lainnya.

> Biopsi biasanya dilakukan dengan menggunakan jarum agar dapat mencapai daerah yang sensitif dalam otak Anda yang mungkin akan rusak bila Anda melakukan operasi. Jarum tersebut akan dimasukkan ke dalam lubang kecil atau yang biasa disebut dengan lubang duri, kemudian akan masuk ke dalam tengkorak kepala Anda. Jaringan akan dihapus menggunakan jarum dan dipandu oleh CT atau MRI scan. Sampel biopsi kemudian akan dilihat di bawah mikroskop untuk menentukkan apakah sel kanker itu jinak atau ganas. Informasi tersebut sangat membantu untuk menentukan pengobatan.

> Terapi radiasi dapat dilakukan dengan menggunakan mesin radiasi eksternal yang berada di luar tubuh atau dengan menempatkan radiasi dalam tubuh Anda yang berdekatan dengan sel tumor, meskipun hal ini jarang dilakukan. Kebanyakan dari pengidapnya akan dirujuk untuk melakukan terapi radiasi eksternal di mana pancaran radiasi dapat terfokus pada area otak Anda yang ditempeli oleh sel tumor. Namun, bila sel kanker telah menyebar, terapi radiasi ini akan diterapkan di seluruh bagian dari organ otak. Terapi radiasi akan menimbulkan efek samping, tergantung pada jenis dan dosis radiasi yang Anda terima. Biasanya, setelah melakukan jenis pengobatan ini, Anda akan mengalami kelelahan, sakit kepala, dan kulit kepala mengalami iritasi.

> Kemoterapi menggunakan obat untuk membunuh sel tumor. Obat kemoterapi ada dua jenis yaitu obat dalam bentuk pil atau obat yang disuntikkan ke dalam vena (intravena). Namun, yang paling sering digunakan untuk mengobati tumor otak adalah obat pil, yaitu temozolomide (Temodar). Jenis lain dari kemoterapi dapat digunakan selama operasi. Ketika dokter menghilangkan tumor pada otak, dokter akan menempatkan satu atau lebih cakram di bagian yang terkena sel tumor. Cakram ini perlahan-lahan akan melepaskan obat kemoterapi dan dapat berfungsi selama beberapa hari. Jenis pengobatan ini juga dapat menimbulkan efek samping, seperti mual, muntah, dan rambut rontok.

untuk mengenai tentang jenis penyakit yang lainnya, silahkan di baca :
– Penyebab Terjadinya Diabetes
– Penyakit Cystinuria
– Penyakit Keratoconus

Penyebab Terjadinya Diabetes

admin No Comments
Penyebab-Terjadinya-Diabetes

Penyebab Terjadinya Diabetes

Penyakit diabetes atau kencing manis atau diabetes mellitus merupakan kelainan sistem insulin karena berlebihnya kadar glukosa di dalam darah. Ada dua jenis diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Meskipun keduanya masih berhubungan dengan gula darah berlebih, ada perbedaan mendasar yang patut diketahui, mulai dari penyebab, gejala, dan cara pencegahan. Diabetes tipe 2 lebih banyak diderita oleh orang dewasa dengan awalan usia 35 ke atas. Seiring berjalannya waktu penderita diabetes mellitus tipe 2 tidak melulu kepada orang tua, tetapi anak muda usia 25 bahkan 20 tahuan ke atas pun sudah banyak yang menderita diabetes. Penyebab umum dari diabetes tipe 2 adalah pola makan yang kurang tepat dan tidak teratur disertai jarangnya aktivitas olahraga.

akibat gejala diabetes memiliki ciri – ciri beberapa gejala, yaitu :

> Pada banyak kasus diabetes yang menimpa sebagian orang, hampir seluruhnya mengalami gejala berupa mati rasa. Adapun bagian tubuh yang sering merasakan mati rasa (kebas) atau kesemutan adalah tangan, kaki, beserta jari-jemarinya. Peringatan awal diabetes ini terjadi karena peningkatan kadar gula darah, membuat serabut saraf mengalami kerusakan.

> Penderita diabetes sering mengatakan dirinya mengalami peningkatan dorongan ingin buang air kecil. Jika sewaktu-waktu Anda mengalami hal serupa, coba konsultasikan sedini mungkin pada dokter agar mendapatkan perawatan lebih cepat dan terkontrol.

> Menjadi kabar baik bagi orang yang bermasalah dengan kegemukan maupun obesitas. Tetapi, melihat faktor pemicu turunnya berat badan adalah karena diabetes, tentu membuat Anda semakin khawatir. Terjadinya penurunan berat badan ini memang berhubungan erat pada penderita, sebab tubuh tidak mampu menyerap glukosa (sumber energi tubuh) dengan benar.

> Bertambahnya rasa ingin makan bisa menjadi tanda lain dari diabetes. Rasa lapar ini tidak bisa dikendalikan, sebab sinyal lapar yang dikirim oleh tubuh ini harus dipenuhi keinginannya agar semua sel menjadi berfungsi dengan baik karena mendapatkan asupan glukosa yang lebih banyak. Rasa lapar tersebut bukan karena sel-sel di dalam tubuh tidak mendapatkan asupan glukosa dari makanan, melainkan karena makanan yang sudah ditelan tidak apat masuk ke dalam sel untuk dipakai dalam proses metabolisme, sehingga timbul lah respon tubuh seperti lapar.

> Penglihatan menjadi kabur atau buram atau tidak jelas seperti biasanya, terjadi akibat kadar glukosa melonjak naik, sehingga merusak pembuluh darah dan membatasi cairan yang masuk ke mata. Kondisi ini bisa mengubah bentuk lensa dan mata. Kabar baiknya, gejala ini reversibel (dapat kembali normal) seiring dengan berkurangnya kadar gula darah hingga batas wajar. Namun, bila gula darah tetap tinggi kelainan pada mata ini bisa berujung pada kebutaan permanen.

> Diabetes mememgaruhi sirkulasi darah, dan membuat kelenjar keringat mengalami disfungsional, sehingga membuat kulit menjadi bersisik, terasa gatal, kering, dan iritasi. Gejala yang satu ini cukup sulit dideteksi sebagai diabetes, karena banyak penyebab lain yang membuat kulit bermasalah seperti ini.

> Rasa lelah ini muncul bukan tanpa sebab. Ketika tidur, penderita diabetes akan tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya. Kerap kali bangun untuk berkemih dan minum air, sehingga proses tidur terganggu alias tidak berkualitas. Keesokan harinya tubuh mengalami kelelahan dan tak jarang mengundang emosi.

> penderita diabetes adalah sering buang air kecil. Peningkatan dorongan untuk berkemih akan memengaruhi cairan yang berada di dalam tubuh, sehingga mengakibatkan dehidrasi. Tubuh yang kekurangan cairan akan memberikan respon berupa rasa haus dengan tujuan mengembalikan cairan yang hilang.

> Terdapatnya luka ketika kondisi tubuh sedang tidak baik, seperti kelebihan gula darah membuat sistem imun atau kekebalan tubuh menjadi tidak normal. Hal ini tentu mempengaruhi laju pemulihan luka atau memar, akan memakan waktu lebih lama dari biasanya.

> Dari kejadian-kejadian yang sudah berlalu, penderita diabetes lebih rentan mengalami kerusakan gusi. Seperti misalnya gusi menjadi merah, mengalami pembengkakan, dan iritasi. Bahkan ada yang merasakan gusinya menyusut dari gigi dan terjadilah infeksi gusi.

> Diabetes memengaruhi sistem kekebalan tubuh penderitanya. Tubuh akan rentan terhadap serangan berbagai bakteri dan jamur (candida). Semakin banyak jumlah bakteri atau jamur yang masuk ke dalam tubuh selama sistem imun tidak siap untuk membentengi tubuh. Jika sudah demikian, contoh masalah yang patut diwaspadai, khususnya bagi wanita adalah mengalami keputihan akibat infeksi candida (jamur).

Jika Anda tidak tahu apakah status tubuh masih aman dari serangan diabetes ataupun tidak, segera lakukan tes darah. Beberapa tes darah tunggal tidak bisa menelurkan hasil akurat, Anda harus melakukan tes darah beberapa kali lagi (harus diulang) untuk memastikan. Salah satu tes adalah melakukan tes glukosa plasma pasca puasa. Tes ditujukan untuk mengecek gula darah setelah selama waktu berpuasa tidak tubuh tidak mendapatkan nutrisi dari makanan. Jika laporan menunjukkan glukosa darah di atas 126 miligram per desiliter (mg/dL) pada dua atau tiga tes yang berbeda, maka Anda positif menderita diabetes. Akan tetapi, bila glukosa darah berada pada tingkat 100 hingga 125 mg/dL, akan dianggap sebagai prediabetes (proses menuju diabete). Dan, jika glukosa darah berada pada angka 99 mg/dL, tandanya glukosa darah Anda normal.

untuk mengetahui tentang jenis penyapkit yang lainnya, anda juga bisa baca :
– Penyakit Cystinuria
– Penyakit Keratoconus
– Penyakit Endoftalmitis

Penyakit Cystinuria

admin No Comments
Penyakit Cystinuria

Cystinuria merupakan sebuah jenis penyakit yang diwariskan di mana penyakit ini menjadi penyebab terbentuknya batu asam amino sistin terutama pada bagian ureter, kandung kemih dan juga ginjal. Penyakit keturunan ini diturunkan dari orang tua ke anak dan berkaitan erat dengan gen. Ketika kedua orang tua memiliki cacat gen, maka sang anak otomatis akan mendapatkan cystinuria.

Cacat pada gen merupakan salah satu faktor yang menjadi penyebab sistin menimbun, terutama pada organ ginjal. Padahal kita semua tahu betapa vitalnya organ satu ini yang menjadi pengatur segala yang masuk dan keluar dari aliran darah. Lalu, apakah cystinuria ini benar-benar serius? Apa yang menjadi gejala, penyebab serta cara-cara terbaik untuk mengatasinya?

Penyebab dan Gejala

Faktor penyebab dari cystinuria adalah mutasi gen yang memiliki sebutan SLC7A9 dan SLC3A1 dan gen ini berperan sebagai pemberi petunjuk supaya tubuh manusia mampu menciptakan protein transporter tertentu di mana protein tersebut bisa dijumpai pada organ ginjal. Sebagai pengendali reabsorpsi asam amino tertentu, itulah fungsi protein tersebut.

Seperti kita ketahui, pada waktu tubuh melakukan proses pencernaan dan pemecahan protein, pembentukan asam amino terjadi dan fungsi asam amino ini adalah sebagai pendukung berbagai fungsi tubuh. Pada waktu seseorang mengalami cystinuria, mutasi gen akan menjadi penyebab gangguan kemampuan protein transporter dalam proses penyerapan asam amino kembali.

Pada normalnya, asam amino penting bagi tubuh berikut juga protein tersebut sebab ketika keduanya masuk ke dalam ginjal, ada penyerapan kembali akan asam amino ke aliran darah. Sistin yang merupakan salah satu asam amino tak terlalu larut di dalam urine dan saat tak terserap kembali, maka kristal pun terbentuk karena penumpukan sistin pada ginjal di mana efeknya akan begitu menyakitkan.

Setelah sedikit ulasan mengenai penyebab utama cystinuria, perlu untuk mengetahui pula gejala-gejala cystinuria agar lebih dapat mewaspadainya di awal. Berikut ini merupakan beberapa hal yang menjadi keluhan saat seseorang menderita cystinuria:

  • Urine bercampur darah saat buang air kecil.
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri yang cukup serius pada bagian belakang atau samping tubuh.
  • Nyeri terasa pada perut, panggul serta dekat pangkal paha.

Pada dasarnya, diketahui bahwa cystinuria bukanlah jenis penyakit dengan gejala, artinya biasanya tidak ada gejala yang disebabkan, namun bila tak ada batu. Bila bergejala, kemungkinan kekambuhan gejala akan terjadi tiap kali adanya batu terbentuk pada ginjal dan bahkan batu-batu tersebut dapat lebih dari satu kali terjadi.

Metode Diagnosa

Pada waktu gejala-gejala yang sudah disebutkan dialami, maka sebaiknya langsung ke dokter untuk memeriksakan diri. Tujuan dari pemeriksaan gejala juga adalah agar penanganan bisa diberikan sesegera mungkin pada penderita dan berikut adalah beberapa metode diagnosa yang kiranya perlu ditempuh:

  • Pengambilan Urine 24 Jam – Metode diagnosa satu ini adalah pengumpulan urine atau air kencing yang bisa dilakukan sendiri oleh pasien dengan wadah khusus selama 1 hari penuh. Urine inilah yang lalu bisa dikirimkan ke laboratorium supaya dapat diperiksa.
  • CT Scan – Proses diagnosa dengan CT scan adalah salah satu cara untuk memeriksa gejala cystinuria dengan metode pencitraan melalui sinar-X. Dari penggunaan sinar-X inilah kemudian bisa menghasilkan gambar dari struktur isi perut. Dengan cara ini akan dapat dijumpai atau terlihat batu yang ada di dalam ginjal.
  • Urinalisis – Pemeriksaan urine dengan cara ini dilakukan di laboratorium dan dari pemeriksaan ini, akan dilihat warna serta tampilan urine itu sendiri menggunakan mikroskop. Setelah itu, tes kimia pun perlu dilakukan demi dapat mendeteksi zat tertentu seperti sistin.
  • Pielogram Intravena – Pemeriksaan sinar-X yang dilakukan pada kandung kemih, ureter, dan ginjal dapat kita sebut dengan pielogram intravena di mana tujuan utamanya adalah untuk mencari adanya batu pada area tersebut. Supaya batu bisa terlihat, maka metode pemeriksaan satu ini menggunakan pewarna pada aliran darah.

Diagnosa cystinuria pada umumnya dilakukan ketika memang ada episode batu sistin yang dialami oleh pasien, lalu barulah dengan metode diagnosa batu dapat diuji demi melihat apakah batu-batu tersebut memang berasal dari sistin.

Pengobatan

Setelah hasil diagnosa keluar atau ditentukan oleh dokter, barulah metode perawatan yang paling sesuai dengan kondisi pasien bisa dilakukan. Berikut di bawah ini bisa disimak apa saja langkah perawatan yang mampu mengobati cystinuria.

1. Obat-obatan

Obat pelarut kristal sistin kemungkinan besar adalah jenis obat yang diberikan oleh dokter karena obat jenis inilah yang akan bekerja di mana caranya adalah secara kimia mengombinasikan dengan sistin untuk pembentukan kompleks yang nantinya dapat larut di dalam urine. Namun, pastikan bahwa Anda mengonsultasikan efek samping dari segala obat-obatan tersebut lebih dulu dengan dokter agar mampu mewaspadainya.

Selain obat pelarut kristal sistin, obat nyeri juga kemungkinan akan diresepkan oleh dokter sebagai pengendali dari rasa sakit yang terjadi sebagai bagian dari gejala yang muncul. Ketika batu melewati kandung kemih, lalu keluar dari tubuh, rasa sakitnya akan begitu terasa, maka obat nyeri akan dapat membantu mengurangi rasa sakitnya.

2. Diet Rendah Garam

Perubahan diet juga menjadi bagian dari perawatan yang bisa dilakukan oleh para penderita cystinuria. Pastikan untuk mengurangi asupan garam, yakni menjadi kurang dari 2 gram setiap harinya. Karena bahaya konsumsi garam berlebihan bisa mengakibatkan berbagai penyakit serius lainnya juga, dengan cara inilah pembentkan batu dapat dicegah menurut hasil studi pada European Journal of Urology.

3. Pengaturan Keseimbangan pH

Pada urine dengan pH tinggi, sistin menjadi lebih mudah larut. Bila demikian, perlu dibicarakan dengan dokter Anda tentang bagaimana cara agar pH urine bisa lebih tinggi dan membantu sistin bisa larut dengan lebih cepat. Obat alkalinisasi bisa dibeli di apotek atau toko-toko obat terdekat, namun tetap diskusikan hal ini dengan dokter sebelum menggunakan obat untuk pengaturan keseimbangan pH.

4. Operasi

Ketika batu teramat besar dan sangat menyakitkan bagi penderitanya, operasi adalah langkah terbaik di mana batu perlu diangkat dan jenis-jenis operasi yang dokter pada umumnya sarankan antara lain adalah:

  • Nefrolithotomy – Prosedur satu ini juga bertujuan utama mengeluarkan batu dari dalam tubuh namun lebih kepada melibatkan pelepasan instrumen khusus lewat ginjal dan kulit pasien.
  • ESWL/Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy – Metode pengobatan ini merupakan solusi yang prosedurnya dilakukan dengan memanfaatkan gelombang kejut sebagai pemecah batu yang sudah membesar ukurannya menjadi potongan-potongan kecil. Konsultaikan segala manfaat maupun efek samping dengan dokter Anda lebih dulu.

Demikianlah beberapa hal mengenai cystinuria di mana bila kondisi tak segera ditangani dengan tepat, komplikasi serius menjadi hal yang bisa mengancam jiwa, seperti infeksi ginjal, infeksi saluran kencing, kerusakan saluran kencing/ginjal, serta obstruksi ureter. Oleh sebab itu, pastikan untuk senantiasa mengikuti tips diet sehat agar terhindar dari penyakit semacam ini.

Penyakit Keratoconus

admin No Comments
Penyakit Keratoconus

Keratoconus, mungkin banyak dari kita yang belum familiar dengan istilah ini. Sebenarnya, apa itu keratoconus ? keratoconus merupakan suatu gangguan atau kelainan fungsi dari mata, yakni tearjadiny perubahan srtuktur dari kornea, yang menyebabkan kornea menjadi lebih tipis. Penyebaran dari kelainan keratoconus ini sendiri terjadi dalam 1 dalam 500 hingga 1 dalam 2000 orang. Mungkin memang suatu kelainan yang tergolong jarang ditemui. Di Indonesia sendiri, kelainan mata seperti ini juga masih jarang kasusnya.

Penyebab

Pada dasarnya, faktor penyebab keratoconus belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa penelitian menyatakan bahwa keratoconus terjadi sebagian besar pada kawasan-kawasan Asia Selatan. Selain itu, faktor-faktor berikut ini juga disinyalir menjadi penyebab dari keratoconus, yaitu :

1. Faktor gen atau keturunan

Faktor gen dan keturunan merupakan salah satu faktor yang dinilai menjadi penyumbang terbesar terjadinya keratoconus pada seseorang. Penyakit ini, merupakan kelainan yang diturunkan dan sulit diketahui penyebab pastinya.

2. Faktor etnis

Faktor etnis merupakan faktor resiko tinggi seseorang dapat mengalami keratoconus. Seperti sudah disebutkan sebelumnya, etnis yang tinggal di Asia Selatan memiliki faktor resiko tinggi mengalami keratoconus. Namun demikian, penduduk di seluruh dunia pun memiliki potensi mengalami keratoconus juga.

3. Aktivitas enzim di dalam kornea

Belum ada penelitian lebih lanjut mengenai hal ini, namun adanya aktivitas enzim tertentu di dalam kornea membuat kornea mata anda akan mengalami keratoconus.

Gejala

Sama seperti kelainan-kelainan organ tubuh lainnya, keratoconus juga memiliki gejala-gejala yang muncul pada penderitanya, terutama adalah gejala pada bagian penglihatan. Berikut ini gejala-gejala umum dari keratoconus :

1. Rabun atau sulit melihat dengan jelas

Gejala ini sama seperti gejala mata minus, mata plus, atau mata silinder serta gangguan penglihatan mata lainnya. Kesulitan dalam melihat, biasanya akan dibawa pergi ke dokter mata untuk membuat kacamata. Padahal, gejala ini bisa saja muncul muncul sebagai tahapan awal dari keratoconus, namun masih belum terdeteksi bahwa mengalami keratoconus.

Ketika keratoconus sudah berkembang dan bertambah parah, anda mungkin akan merasakan beberapa hal seperti ini :

  • Penglihatan berkurang secara cepat
  • Sulit melihat
  • Kesulitan melihat pada malam hari
  • Photophobia (sensitive terhadap cahaya)
  • Sakit pada mata ketika sedang membaca
  • Rasa gatal pada mata

2. Penglihatan ganda dan berbayang

Ketika memiliki gangguan mata minus, mungkin bisa merasakan penglihatan terhadap objek yang berbayang. Namun, pada penderita keratoconus, objek tidak hanya berbayang, namun seolah-olah objek yang dilihat menjadi berlipat ganda. Hal ini juga dikenal dengan istilah monocular polyopia. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :

  • Objek akan terlihat berlipat ganda dalam pola-pola yang tidak teratur
  • Objek terasa berbayang
  • Terkadang, suatu objek tidak hanya terlihat berlipat ganda, namun dapat membentuk suatu pola lain
  • Mengalami distorsi cahaya dan sinar
  • Melihat objek mengalami pergerakan

Diagnosa

Untuk mendiagnosa apakah anda memiliki kelainan keratoconus atau tidak, maka anda harus melakukan pemeriksaan ke dokter mata. Biasanya, para ahli mata atau dokter mata akan melakukan beberapa asesmen atau pengukuran medis pada anda, untuk memastikan kelainan mata yang anda miliki, berupa :

1. History medis

History medis dilakukan untuk melihat beberapa hal berikut ini :

  • Gangguan mata yang pernah dialami
  • Faktor gen dan keturunan
  • Melihat apakah pernah mengalami kecelakaan dan mempengaruhi kornea mata
  • Histori medis (penyakit yang pernah diderita, gangguan mata yang pernah muncul, obat-obatan yang sering dikonsumsi dan kondisi kesehatan mata)

2. Melakukan tes penglihatan

Setelah melakukan histori medis, maka anda akan dihadapkan kepada tes berikutnya, yaitu test penglihatan dengan menggunakan optotype snellen. Ini merupakan proses yang sangat panjang, karena dokter harus mencocokan lensa tambahan yang cocok bagi pasien, ketika melakukan test ini. Test ini nantinya akan dapat menunjukan kondisi keratoconus ketika ternyata penglihatan menunjukan tanda-tanda asigmatis yang tidak wajar.

3. Retinoscopy

Retinoscopy merupakann teknik pencahayaan yang dipancarkan ke dalam retina, untuk melihat reflek dari mata. Dengan menggunakan metode ini, keratoconus dapat terdeteksi dengan mudah.

Setelah melakukan test dan pemeriksaan medis, keratoconus diklasifikasikan menjadi beberapa tahapan, yang didasari oleh ketebalan kornea, sudut lengkungan kornea dan morfologi dari cones pada mata. Berikut ini tahapannya :

  1. Stage 1 – Pada stage ini, kondisi kornea mata berada pada sudut lebih kecil dari 48 derajat, dengan tambahan miopi dan atau astigmata.
  2. Stage 2 – Pada stage ini, ketebalan kornea menjadi lebih tebal, yaitu lebih besar atau sama dengan 400 nanometer, dengan sudut kornea lebih kecil atau sama dengan 53 derajat.
  3. Stage 3 – Pada stage ini, ketebalan kornea berada pada level 200 – 400 nanometer, dengan sudut kornea lebih besar dari 53 derajat.
  4. Stage 4 – Pada stage terakhir ini, biasanya kornea sudah memiliki sudut yang melebar, yaitu lebih dari 55 derajat, dengan ketebalan kurang dari 200 nanometer.

Pengobatan

Sejauh ini, belum ada penelitian yang menunjukan bagaimana keratoconus dapat dicegah. Yang ada hanyalah bagimana cara membantu memperbaiki penglihatan penderita keratoconus dan bagaimana mengurangi gejala-gejala yang timbul karena keratoconus.

Untuk membantu penglihatan dari penderita keratoconus, maka pasien dapat menggunakan lensa kontak yang lembut (ketika masih berada pada tahapan awal) dan menggunakan lensa kontak yang kaku atau rigid ketika sudah masuk ke tahapan yang semakin parah. Hal ini dapat membantu memperbaiki penglihatan dari penderita keratoconus.

Beberapa hal ini dapat membantu mata, mengurangi gejala-gejala dari keratoconus :

  1. Keraflex atau Thermoplasty – Merupakan teknik yang dilakukan dengan menggunakan gelombang mikro untuk meratakan sudut kornea agar menjadi seperti normal lagi.
  2. Myoring – Myoring merupakan suatu teknik implant yang digunakan dengan cara menanamkan atau memasukan sejenis ring ke dalam kornea. Myoring merupakan suatu alat yang sudah dipatenkan, dan dapat digunakan untuk penanganan keratoconus dalam semua tahapan atau stages.

Itulah beberapa informasi penting mengenai keratoconus. Semoga dapat bermanfaat.

Penyakit Endoftalmitis

admin No Comments
Penyakit Endoftalmitis

Endoftalmitis adalah peradangan pada jaringan mata bagian dalam akibat infeksi berat dimana kondisi tersebut dapat menimpa orangtua maupun usia muda. Kondisi endoftalmitis yang terlambat ditangani secara medis dapat menyebabkan pasien kehilangan penglihatannya yang akan berlangsung permanen.

Tipe Tipe Penyakit Endoftalmitis

Didalam dunia medis kasus endoftalmitis adalah penyakit mata yang dianggap berbahaya dan harus segera mendapatkan perawatan intensif agar pasien tidak kehilangan penglihatnnya. Ada 2 tipe endoftalmitis dimana keduanya memiliki pengaruh buruk yang sama pada mata tetapi penagannan medisnya relatif berbeda.

1. Tipe endoftalmitis endogen

Endoftalmitis endogen muncul karena bakteri yang masuk di aliran darah pada organ tubuh lain justru masuk juga melalui aliran darah yang menuju jaringan mata.

  • Seseorang yang memiliki riwayat penyakit autoimun pada kenyataannya mempunyai faktor komorbidis yang dapat mempengaruhi mereka menjadi target yang paling cepat terinfeksi jamur, Bakteri dan virus. Kondisi autoimun tersebut adalah pada penderita diabetes melitus, Kanker darah, Kerusakan katub jantung, Transplatasi sumsum tulang belakang, Limfoma, tanda tanda Hepatitis akut, tanda tanda Aids, Neutropenia, Akibat gastrointestinal, Kecanduan alkohol, Penyakit lupus eritematosus sistematik dan sebagainya.
  • Munculnya aktivitas bateremia pada beberopa organ tubuh dan menurunkan fungsinya secara signifikan misalnya korteterisasi kandung kemih, Endoskopi gastrointestina, efek samping kemoterapi yang terlalu sering, Proses pengobatan dentis, Penggunaan nutrisi parenteral total jangka panjang.
    Akibat masuknya jamur atau candidas jenis albicans yang paling sering muncul 70 sampai 80 % sedangkan jamur jenis Aspergillosis yang sering muncul akibat penggunaan obat obatan terlarang. Tak heran jika pecandu narkoba tidak akan pernah lagi memiliki jaringan retina yang normal (penglihatan sudah mengalami banyak penurunan).
    Pada penderita Tuberculosis (TBC) yang telah masuk pada stadium lanjut maka bakteri asterodes nocardia, Spesies actinomyces dan Mycrobacterium TBC akan terus melakuakna pengerusakan jaringan hingga mampu mengalir kealiran darah menuju mata. Jenis jenis bakteri tersebut merupakan bakteri asam yang aktif memicu munculmnya gejala endoftalmitis endogen.

2. Tipe endoftalmitis eksogen

Endoftalmitis eksogen muncul karena trauma atau luka yang mencederai bagian bola mata lalu menyebabkan infeksi. Biasanya kondisi ini jarang terjadi jika bukan akibat tindakan dokter ketika pembedahan mata telah mengalami kesalahan prosedur.

  • Masuknya jamur jenis asperagilles dan sppesies penicillum yang berkembang setelah operasi selesai, Bisanya seminggu setelah opearsi mata.
  • Munculnya bakteri gram negatif pada luka pasca operasi yang ternyata membentuk infeksi secara bertahap. Bakteri gram negatif terdiri dari Pseudomonas aeruginosa dan spesies haeomopilus.
  • Bakteri yang aktif menyerang jaringan mata akibat luka tembus pasca operasi. Masalah konjungtiva dan bisa juga disebabkan penggunaan alat alat pembedahan yang terkontiminasi bakteri yaitu jenis staphylococcus epidermides melalui tangan yang notabennya adalah jenis spora yang secara dinamis memang ada pada permukaan kulit manusia.
  • Ketika luka tembus terjadi pada saat operasi maka setelah pasca opearsi (kita kira seminggu setelah operasi) akan mudah dimasuki dan dikendalikan oleh pergerakan bakteri jenis staphylococcus aureus dan bakteri streptococcus species tang memicu luka bekas operasi mengalami peradangan dan infeksi dimana kondisi itu menyebabkan kerusakan retina yaitu muncul gejala endoftalmitis yang berawal dari terbentuknya cairan putih pada bilik mata depan dan pembenngkakan kelopak mata.
  • Bakteri gram positif yang berada pada konjungtiva adalah bakteri yanag paling aktif merusak jaringan penglihatan setelah pasca operasi (pasca luka tembus pada bola mata) dimana dampak buruknya terhadap ketajaman penglihatan bisa mencapai 90 %.

Gejala

  • Kelopak mata memerah dan mengalami pembengkakan yang terkadang terasa nyeri.
  • Mata sulit untuk terbuka secara normal (sclera), Jika dipaksakan maka yang akan muncul adalah rasa sakit pada mata
  • Pada bola mata dan sekitarnya berwarna kemerahan, Kornea nampak keruh atau bilik mata depan terlihat kotor
  • Kualitas ketajaman dalam melihat benda jauh atau dekat menjadi berkurang
  • Mengalami penurunan keseimbangan tubuh misalnya ketika sedang berjalan tubuh mengalami kesulitan untuk bergerak dengan normal
  • Mengalami kemunduran konsentrasi dan tidak fokus pada apa yang telah menjadi objek untuk dilihat
  • Mata menjadi lebih sensitif dan silau pada paparan cahaya, Sinar lampu atau bias sinar dari matahari yang menerpa kaca atau jalan aspal (fotobia)
  • Terdapat seperti kantung berisi cairan putih yang bergerombol didepan iris mata sehingga tampilan mata menjadi keruh dan tidak bercahaya (Kondisi ini disebut Hipopion)
  • Menderita sakit kepala yang timbul tenggelam akibat aliran darah disekitar jaringan kepala mengalami hambatan akibat pergerakan bakteri tertentu dari dalam jaringan mata.
  • Pembuluh darah sekitar mata mengalami pembengkakan sehingga mata terlihat bengkak, Sembab dan menonjol kemerahan, Keadaan ini muncul karena adanya pelebaran pada bagian bola mata.
  • Ketika sakit kepala dan pembuluh darah area mata mengalami pembengkakan maka rasa nyerinya akan menyebar keseluruh jaringan tubuh dan menyebabkan munculnya demam.

Penyebab

Endoftalmitis tidak mudah muncul begitu saja hanya karena benturan atau hantaman yang menyebabkan mata memar dan bengkak, Tetapi lebih kepada luka yang menyerang bagian dalam bola mata sehingga merusak jaringan kornea dan retina, Pemicunya adalah:

1. Operasi mata

Endoftalmitis dapat muncul akibat operasi pada bola mata yang tanpa sengaja menembus bagian bola mata dan menyebabkan luka pada bagian dalam mata yang akhirnya mengakibatkan infeksi. Infeksi inilah yang merusak jaringan retina yang nantinya menimbulkan penurunan penglihatan atau pandangan menjadi kabur (tidak jelas).

2. Alat bedah tidak steril

Saat pembedahan sedang berlangsung bias saja tim dokter menggunakan alta alt medis opeasi yang tidak steril sehingga dapat mengakibatkan infeksi akiabt perpindhan bakteri/virus dari alt alat medis ke bagian bola mata yang sedang dioperasi. Kondisi ini memicu munculnya gejala endoftalmitis dimasa yang akan datang (pasca operasi).

3. Pergerakan bakteri

Akibat serangan bakteri yang ada pada sebuah luka yang terinfeksi yang terjadi pada daerah tubuh lain tetapi bisa juga masuk dan mengalir pada aliran darah menuju jaringan mata yang sedang mengalami luka akibat serangan radikal bebas. Bakteri yang seringkali menyerang biola mata adalah jenis straphylococcus epidermidis, Jenis staphylococcus aureus dan spesies staphylococcus biasa.

4. Serangan jamur

Jamur yang tumbuh dan berkembang pada luka infeksi bola mata juga dapat menyebabkan terbentuknya penyakit endoftalmitis karena dampak buruknya sama besarnya seperti bakteri yang dapat merusak jaringan mata termasuk retina. Jamur yang paling sering menyerang mata yaitu infeksi yang disebabkan jamur mucorales atau akibat antinomyces iraelil yaitu bakteri yang dapat tumbuh dan berkembang cepat diarea gigi, Gusi, Amandel diamana pergerakannya bisa mencapai jaringan retina mata.

Pengobatan

Endoftalmitis merupakan penyakit mata yang harus segera mendapat penanganan intesif medis karena terkait dengan kondisi retina mata.

  • Ketika endoftalmitis muncul akibat bakteri maka dokter akan memberikan antibiotik tertentu dengan obat jenis corticosteroid yang tujuannya untuk membuang cairan yang terinfeksi dari bola mata dan meredakan peradangan serta mengurangi kerusakannnya. Antibiotik diberikan dalam bentuk tetes mata, Obat oral (diminum) dan melalui injeksi kearea intravena atau langsung disuntikkan kedalam jaringan mata menurut prosedur yang berlaku.
  • Jika endoftalmitis muncul akibat jamur maka dokter akan memberikan suntikan anti jamur jenis amphotericin B atau jenis Fluoconazol yang digunakan dalam bentuk oral (diminum).
  • Dokter dapat memberika terapi steroid untuk endoftalmitis yang ditujukan untuk mengurangi peradngan, Infeksi dan pembengkakan didalam jaringan bola mata yang lebih dalam lagi.
  • Pemberian dexamethason secara intra vitral dengan dosis yang disesuaikan dengan kondisi pasien atau umumnya standar dosis adalah 400ug dan 1 mg secara intraokular jika memang kondisi pasien memungkinkan untuk dilakukan cara tersebut (Pemakaian dexamenthason)
  • Pada kondisi tertentu dokter juga akan memberikan sikloplegik pada pasien endoftalmitis agar rasa nyeri berkurang dan aliran darah pada area arteri mata kembali stabil sehingga jaringan dapat mencegah dan melepaskan sineksia secara cepat dan menenangkan kondisi iris mata agar infeksi mudah untuk disembuhkan.
  • Untuk penyakit endoftalmitis yang sudah parah maka dokter akan mengambil tindakan khusus yaitu berupa metode Vitrektomi Pars Plan untuk tujuan mengendalaikan pergerakan organisme agar tidak semakin meluas, Memperkuat kinerja antibiotik dan meningkatkan pengurangan membran siklitik pada jaringan bola mata.

Pencegahan

Pencegahan endoftalmitis dapat dilakukan lebih dini jauh sebelum seseorang terserang gejala endoftalmitis, Agar dikemudian hari kasus endoftalmitis dapat dihindari secara maksimal. Tips cara mencegah endoftalmitis diantaranya:

  • Bagi orang orang yang memiliki kerja rutinitas yang membutuhkan interaksi langsung dengan dunia diluar rumah atau kantor sebaiknya membiasakan diri untuk selalu menggunakan pelindung mata (kacamata), Penutup kepala berupa helm atau topi yang terbuat dari bahan keras yang diformulasikan untuk perlindungan kepala. Jika bagian kepala terkena luka yang mengenai jaringan paling dalam akibat kecelakaan maka akan merusak jaringan mata yang notabennya sangat berdekatan dengan jaringan otak.
  • Penggunaan obat tetes untuk perlindungan ekstra pada mata terhadap dampak buruk polutan udara yang berisi radikal bebas. Pemakaian obat tetes mata sebaiknya dikonsultasikan pada dokter mata terlebih dahulu agar dikemudian hari tidak mengalami efek samping yang tidak perlu. Pemakaian obat tetes mata yang baik adalah yang telah disesuaikan dengan kondisi mata.
  • Jika didalam tubuh memiliki infeksi (misalnya infeksi paru paru, Gejala Infeksi usus, Infeksi kandung kemih, Infeksi atau radang telinga, Infeksi kelenjar getah bening dan sebagainya) segeralah berobat kedokter untuk menyembuhkan pergerakan bakteri yang ada disekitar luka tersebut agar tidak terus bertambah meluas kearah jaringan lain termasuk jaringan mata, Dimana bakteri mampu masuk melalui aliran darah dimata.
  • Jangan biarkan otot otot mata terserang kelelahan akibat aktivitas anda sehari hari. Berilah mata waktu untuk beristirahat dan sedapat mungkin untuk sering memandangi objek yang jauh agar ketajaman penglihatan retina dalam menagkap cahaya yang berjarak jauh tetap stabil, Sehingga anda terhindar dari ciri ciri mata rabun jauh (miopia). Tahukah anda bahwa kelelahan pada mata yang terjadi terus menerus dalam jangka panjang dapat mempermudah bakteri yang ada pada makanan dan udara untuk masuk dalam aliran darah menuju mata. Kondisi ini berkaitan dengan daya tahan tubuh seseorang. Dimana kelelahan berat dapat memicu penurunan imunitas seseorang.
  • Hindari segala aktivitas yang dapat menyebabkan mata terluka misalnya bermain main dengan penggunaan benda tajam atau tumpul yang dapat mencederia jaringan mata bagian dalam (bola mata), Hindari pula segala bentuk radikal bebas yang membahayakan mata, Dimana radikal bebas tersebut mampu menembus lapisan mata dan menyebabkan infeksi misalnya berada pada lokasi yang sedang melakukan penyerutan kayu, Pengelasan besi, Pemotongan baja, Pengeboran minyak, Batu bara, Nikel dan lain lain.
  • Periksakan secara berkala kondisi mata untuk mencegah munculnya endoftalmitis. Pemeriksaan mata hendaknya bukan hanya disaat mata dalam kondisi sakit, Lebih bijak lagi anda rutin memeriksakan mata ketika mata dalam kondisi sehat. Pencegahan munculnya berbagai macam keluhan yang berkaitan dengan indera penglihatan sebenarnya lebih efektif ketika mata dalam keadaan sehat.
  • Memperbaiki pola makan menjadaai kearah yang lebih bak yaitu membiasaklan diri untuk makan makanana yang berstandar 4 sehat 5 sempurna yang diiringi dengan adanya sayuran dan buah setiap hari. Nutrisi yang memadai didalam tubuh dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan memperkuat jaringan mata untuk tidak mudah dimasuki bakteri dari tempat lain (dari organ tubuh lain yang sudah luka) ketika arae mata sedang terjadi luka.

Fakta tentang Bakteri Pemicu Munculnya Endoftalmitis

  • Infeksi mata yang disebabkan bakteri streptococcus ternyata lebih berbahaya (buruk) daripada infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus koagulasi negatif. Kondisi tersebut dibedakan dari kecepatan kedua jenis bakteri itu dalam merusak jaringan.
  • Tahukah anda jika penyakit endoftalmitis jenis endogen adalah lebih berbahaya daripada endoftalmitis eksogen. Kondisi ini dilihat dari karakteristik pemicu awal atau dari penyebabnya.
  • Penurunan ketajaman dalam melihat paling sering disebabkan oleh bakteri jenis bacillus yang merusak secara progresif. Kondisi ini tidak bisa dianggap remeh, Segeralah berobat dengan pemeriksaan yang intensif karena pergerakan bakteri jenis bacillus sangat cepat berkembang.

Tentang Penyakit Emfisema

admin No Comments
Tentang Penyakit Emfisema

Apakah Anda pernah mendengar tentang penyakit emfisema? Penyakit emfisema adalah jenis penyakit yang menyerang pada organ paru-paru. Penyakit ini akan menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan bernafas. Bahaya merokok aktiff memiliki berpotensi menderita emfisema. Organ paru-paru berisi seperti tempat untuk menampung udara. Kondisi emfisema menyebabkan bagian kantung udara pada paru-paru akan semakin melemah. Bahkan pada kondisi yang lebih parah akan emfisema bisa mengurangi ukuran permukaan paru-paru.

Hal ini akan menyebabkan penderita bisa mengalami kesulitan bernafas. Udara yang masuk ke dalam paru-paru tidak bisa dikeluarkan lagi sehingga menyebabkan udara bekas akan tertinggal di dalam rongga paru-paru. Perkembangan emfisema akan membuat penderita semakin sulit untuk bernafas.

Gejala Penyakit Emfisema

EmfisemaPada awalnya penyakit ini sama sekali tidak menunjukkan gejala khusus. Banyak penderita emfisema yang tidak menyadari gejala dan merasa kondisi yang lebih parah. Biasanya penderita emfisema akan mengalami sesak nafas dari tahap ringan hingga berat. Pada tahap yang lebih berat biasanya penderita sama sekali tidak bisa melakukan pekerjaan yang berat. Dan pada tahap lanjut penderita harus membutuhkan alat bantu pernafasan untuk melancarkan pernafasan. Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah kesulitan bernafas hingga menyebabkan kuku dan biru menjadi lebih gelap.

Penyebab

Penyakit emfisema yang terjadi pada organ paru-paru memang disebabkan oleh bahaya asap rokok. Karena itu perokok aktif memiliki potensi yang lebih besar terkena emfisema. Berikut ini adalah beberapa jenis penyebab emfisema secara umum.

  • Paparan asap rokok yang terlalu sering. Penyakit ini juga menjadi bahaya perokok pasif.
  • Orang yang memiliki kebiasaan menghisap jenis narkoba yaitu ganja. Pecandu ganja juga bisa mengembangkan penyakit emfisema dengan cepat.
  • Asap kendaraan dan polusi udara yang parah.
  • Asap dari industri atau pabrik.

Resiko Tinggi

Meskipun paparan asap bisa menjadi penyebab emfisema, namun tidak semua orang yang bisa terkena emfisema. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang terkena emfisema. Berikut ini adalah beberapa macam faktor resiko tinggi terkena emfisema :

  1. Perokok aktif– Semua jenis rokok baik dalam bentuk rokok biasa, cerutu maupun pipa juga memiliki kesempatan besar untuk terkena emfisema.
  2. Perokok yang telah berusia antara 40 tahun hingga 60 tahun– Sebenarnya gejala awal mungkin sudah terjadi pada penderita, tapi gejala yang lebih parah biasanya akan terjadi pada usia tersebut.
  3. Orang yang terkena paparan asap rokok– pada lingkungan tertentu yang dekat dengan asap rokok juga memiliki kesempatan yang besar untuk terkena emfisema.
  4. Orang yang bekerja pada industri pabrik– dengan asap yang mengandung bahan kimia.

Bahaya

Penyakit emfisema memang bisa menyebabkan tingkat yang lebih kritis pada kondisi tertentu. Selain itu penyakit emfisema bisa menyebabkan tingkat yang lebih parah jika tidak dirawat dengan baik. Berikut ini adalah beberapa macam bahaya penyakit emfisema :

  • Pneumooraks – Kondisi ini membutuhkan perawatan yang sangat serius. Penyakit emfisema akan menjadi lebih parah dan menyebabkan paru-paru sama sekali tidak dapat berfungsi. Jika hal ini terjadi maka bisa menyebabkan penderita emfisema meninggal dunia.
  • Kelainan jantung – yang terus berkembang dan menjadi lebih besar dapat menyebabkan tekanan pada arteri jantung. Arteri yang menjadi penghubung untuk bagian jantung dan paru-paru akan tidak berfungsi karena tekanan dari emfisema. Pada kondisi tertentu maka jantung mengalami penurunan fungsi dan bisa menjadi penyebab kematian mendadak.
  • Paru-paru berlubang – Kondisi ini disebabkan karena emfisema terus berkembang dan menyebabkan beberapa bagian paru-paru berlubang. Kondisi pernafasan akan semakin sulit dan penderita akan semakin sulit untuk bernafas.

Pencegahan

Cara pencegahan untuk penyakit emfisema bagi penderita yang sudah terkena emfisema memang tidak bisa mengobati secara total. Namun beberapa usaha ini bisa mengurangi tekanan emfisema sehingga mengurangi perkembangan emfisema. Berikut ini adalah beberapa jenis langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah emfisema :

  1. Stop merokok– Rokok adalah penyebab utama dari emfisema. Orang yang belum terkena emfisema sebaiknya menghindari rokok dan paparan asap rokok. Sementara orang yang sudah terkena emfisema harus berhenti merokok untuk menghentikan perkembangan emfisema.
  2. Hindari lingkungan dengan bau dan asap yang menyengat– Tinggal dalam lingkungan yang dekat dengan asap berbau tajam dan menyengat bisa menjadi penyebab emfisema. Untuk itu penderita emfisema harus menghindari asap kendaraan, aroma parfum dan asap dari masakan.
  3. Olahraga– Olahraga menjadi salah satu usaha yang sangat penting bagi penderita emfisema. Gaya hidup sehatdengan berolahraga akan membuat paru-paru menjadi lebih sehat sehingga penderita emfisema bisa meningkatkan kualitas kehidupan.
  4. Mencegah paparan penyakit pernafasan– Berbagai jenis bakteri dan virus yang bisa menyebabkan infeksi pernafasan harus dilakukan oleh penderita emfisema, seperti TBC
  5. Lindungi tubuh saat udara dingin– Jika penderita emfisema tinggal dalam lingkungan yang dingin maka penting untuk melindungi tubuh dengan pakaian yang tebal. Selain itu upayakan untuk terus membuat badan menjadi lebih hangat.

Perawatan Tradisional

Perawatan secara medis diperlukan untuk penderita emfisema dalam upaya untuk mencegah kondisi yang lebih lanjut. Selain itu penderita emfisema harus berhenti merokok dan melakukan berbagai kebiasaan yang bisa memperburuk kondisi. Diet untuk emfisema bisa dilakukan untuk mencegah perkembangan emfisema menjadi lebih buruk.

Berikut ini adalah beberapa jenis perawatan tradisional untuk emfisema :

  • Bawang putih – Bawang putih memiliki senyawa yang sangat kuat untuk membersihkan lendir dari paru-paru. Konsumsi dua hingga tiga siung bawang putih per hari bisa menyembuhkan emfisema.
  • Jus buah dan sayur – Konsumsi jus buah dan sayur yang banyak mengandung zat antioksidan penting untuk penderita emfisema. Makanan yang mengandung vitamin C juga sangat baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh. beberapa jenis buah dan sayuran yang baik untuk penderita emfisema adalah seperti apel, jeruk, lemon, brokoli, dan berbagai jenis kacang-kacangan.
  • Produk susu – Penderita emfisema sangat disarankan untuk mengkonsumsi susu dan produk susu. Nutrisi dan vitamin dari susu menjadi asupan yang sangat penting untuk menjaga kesehatan dan mempertahankan kondisi tubuh agar tetap sehat.
  • Vitamin C dan vitamin E dari buah dan sayuran – Dua vitamin ini sangat penting untuk penderita emfisema. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin E dan diperkaya dengan vitamin C, sangat disarankan agar tubuh menjadi lebih kuat.
  • Berhenti merokok – Berhenti merokok menjadi hal yang sangat penting dilakukan oleh penderita emfisema. Rokok bisa membuat kondisi emfisema menjadi lebih buruk, karena nikotin dan asap rokok bisa mengganggu sistem pernafasan dan paru-paru.
  • Hindari menggunakan pakaian yang menganggu saluran pernafasan – Pakaian yang terlalu ketat akan menyebabkan rasa sesak pada dada sehingga membuat paru-paru tidak bisa menghembuskan nafas dengan baik.

Penyakit emfisema memang tidak dikenali pada gejala awal karena cenderung tidak menyebabkan gejala. Pada kondisi yang sudah parah biasanya baru disertai dengan gejala. Lingkungan yang segar menjadi salah satu kebutuhan yang penting untuk penderita emfisema. Untuk itu sebaiknya penderita emfisema tinggal di lingkungan yang sejuk, segar dan jauh dari berbagai paparan asap rokok, asap kendaraan dan asap limbah industri.

Dampak Penyakit Enkopresis

admin No Comments
Dampak Penyakit Enkopresis

Enkopresis juga dikenal dengan inkontinensia tinja atau sebuah kondisi di mana keluarnya feses terjadi secara tidak sengaja dan pada umumnya dialami oleh anak-anak yang usianya 4 tahun ke atas. Padahal, umumnya anak-anak dengan usia tersebut sudah belajar dan bahkan pandai menggunakan toilet. Baik itu kondisi mental atau fisik bisa menjadi suatu kondisi medis yang mendasari.

Gejala

Celana dalam yang kotor biasanya adalah kondisi gejala paling umum dari enkopresis dan bahkan konstipasi bisa saja dialami oleh penderita sebelum munculnya kondisi enkopresis ini. Sebagai orang tua, Anda perlu untuk melihat dan mengamati secara teliti apakah anak Anda rutin dalam buang air besar. Bila dalam 3 hari ia tidak BAB, tandanya si kecil sedang mengalami sembelit alias konstipasi.

Ada juga gejala-gejala lainnya yang dapat dikeluhkan oleh para penderita enkopresis, yakni seperti kondisi keluhan di bawah ini:

  • Infeksi saluran kencing.
  • Sakit di bagian perut.
  • Nafsu makan menurun.
  • Waktu antara buang air besar cukup lama.
  • Mengompol di siang hari atau enuresis.
  • Menghindari buang air besar.
  • Feses terlalu besar ketika mengalami konstipasi sehingga mengakibatkan penyumbatan pada toilet.

Kapan seharusnya memeriksakan diri ke dokter?

Segera periksakan ke dokter apabila sang buah hati sebenarnya sudah Anda latih untuk menggunakan toilet namun gejala-gejala di atas ada beberapa yang dialami oleh si kecil. Jangan tunda untuk menemui dokter ketika anak mulai sulit buang air besar namun kemudian kebocoran feses terjadi yang bisa disalahartikan sebagai kondisi diare bahkan selera makan sampai terjadi penurunan.

Penyebab

Ada sejumlah faktor yang mampu menjadi penyebab enkopresis yang perlu untuk kita semua ketahui dengan baik. Dari melihat berbagai penyebabnya, kita juga akan lebih mudah dalam menentukan solusi perawatannya. Berikut ini adalah penyebab umum yang patut untuk kita kenali dengan baik:

  • Buang air besar kurang dari sekali setiap 3 hari.
  • Kekurangan cairan atau jarang minum air putih.
  • Latihan buang air besar dan kecil terlalu dini.
  • Jarang berolahraga.
  • Mengonsumsi makanan yang rendah serat.
  • Minum terlalu banyak susu atau memiliki intoleransi terhadap susu sapi.
  • Gangguan perilaku.
  • Kecemasan karena latihan toilet.
  • Stres emosional yang bisa saja disebabkan oleh perceraian orang tua atau lahirnya saudara alias memiliki adik baru.
  • Perubahan dalam kehidupan si anak, seperti misalnya latihan toilet, perubahan pola diet, mulai masuk sekolah dan lainnya.

Selain dari beberapa penyebab yang sudah disebutkan, masih ada juga beberapa faktor risiko lainnya yang juga wajib untuk para orang tua ketahui serta waspadai, yakni:

  • Cara melatih toilet yang buruk pada anak.
  • Konstipasi berulang.
  • Perubahan rutinitas toilet anak.
  • Faktor jenis kelamin di mana justru anak laki-lakilah yang paling tinggi berisiko mengalami enkopresis daripada anak perempuan walau belum jelas alasannya.
  • Pelecehan seksual.
  • Robeknya jaringan pada rektum yang biasanya menjadi efek dari konstipasi kronis.
  • Hipotiroidisme
  • Diabetes
  • Gangguan emosional dan perilaku.

Pengobatan

Sesudah gejala timbul, langkah yang benar adalah memeriksakan segera kondisi gejala ke dokter agar jelas apa penyebabnya dan supaya lebih cepat dapat ditangani. Sebelum ditentukan pengobatan yang sesuai, biasanya ada proses diagnosa lebih dulu yang dilakukan dan berikut ini adalah sejumlah metode pemeriksaan yang perlu dijalani oleh para penderita gejala enkopresis.

  • Pemeriksaan fisik – Pemeriksaan fisik perlu dilakukan oleh dokter berikut juga diskusi gejala dengan pasien. Diskusi akan meliputi kebiasaan makan dan buang air besar yang bertujuan untuk menyingkirkan penyebab lain dari kondisi ini.
  • Rontgen perut – Langkah ini bisa saja dilakukan bila dokter merasa perlu agar mampu menentukan penyebab dari feses yang terkena dampak.
  • Evaluasi psikologis – Langkah pemeriksaan ini dapat dilakukan ketika memang dokter melihat adanya potensi masalah emosional yang turut terlibat pada timbulnya gejala anak.
  • Pemeriksaan rektal digital – Pemeriksaan ini juga merupakan sebuah langkah yang dokter bisa lakukan dengan tujuan untuk memeriksa feses yang terkena dampak. Caranya adalah dengan melumasi lebih dulu jari dengan glukosa lalu memasukkan jari tersebut ke dalam rektum si kecil sambil memberi tekanan pada perutnya menggunakan tangan lainnya.

Pengobatan Dokter

Setelah positif dokter mendeteksi bahwa gejala merujuk pada kondisi enkopresis, maka beberapa cara dapat dilakukan untuk mengatasinya. Berikut ini adalah sejumlah solusi yang dokter dapat berikan atau sarankan pada pasien enkopresis.

1. Pembersihkan Usus Besar

Membersihkan usus besar adalah langkah yang kemungkinan besar dokter akan ambil untuk membersihkannya dari feses yang terkena dampak. Ada sejumlah metode pembersihan usus serta proses menghilangkan sembelit yang biasa direkomendasikan, seperti:

  • Enema
  • Supositoria rektum
  • Obat pencahar tertentu

2. Modifikasi Perilaku

Ketika memang masalah gangguan perilaku menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko enkopresis, Anda perlu membawa anak ke ahli kesehatan mental karena yang lebih profesional akan jauh lebih bisa diandalkan dalam hal diskusi teknik mengajar si kecil untuk BAB teratur. Hal inilah yang kita bisa sebut juga dengan modifikasi perilaku di mana dokter juga kemungkinan akan menyarankan untuk proses psikoterapi, terutama saat si kecil sering merasa stres, depresi, malu, merasa bersalah, hingga rendah diri yang berhubungan dengan enkopresis.

3. Mendukung Gerakan Usus Sehat

Pasca pembersihan usus besar, dokter biasanya menyarankan untuk mendorong si kecil agar bisa melakukan buang air besar secara lebih teratur, jadi demi mendukung BAB yang lancar supaya pencernaan lebih sehat juga, cara-cara inilah yang biasa dianjurkan:

  • Berhenti mengonsumsi susu sapi.
  • Memeriksa intoleransi susu sapi bila hal ini menjadi indikatornya.
  • Melatih anak untuk segera ke kamar mandi secepatnya ketika memang ada keinginan untuk buang air besar.
  • Pemberian obat pencahar yang bisa dilakukan secara bertahap di mana penggunaannya bisa dihentikan sesudah usus normal kembali.
  • Perubahan diet di mana sebaiknya anak lebih banyak mengonsumsi serat dan juga minum banyak air putih.

Pengobatan Alami

Apabila ingin mendukung masa pemulihan anak Anda yang terkena enkopresis, sebaiknya kiat-kiat alami ini bisa dipraktikkan agar dapat membantu si kecil lebih baik kondisinya.

  • Mengonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi. Ada baiknya untuk memberikan makan anak yang bernutrisi seimbang, yakni sayuran, buah, biji-bijian serta makanan-makanan lainnya yang kaya akan nutrisi.
  • Mendorong si kecil untuk banyak dan sering minum air putih sehingga dapat mencegah pula dari bahaya dehidrasi serta menjaga tingkat kekerasan feses.
  • Mengatur waktu toilet di mana Anda bisa melakukannya dengan meminta buah hati Anda untuk duduk di toilet 5-10 menit saat waktu biasa setiap hari yang perlu dilakukan sehabis makan sebab memang sehabis makanlah usus menjadi jauh lebih aktif.
  • Membatasi susu sapi apabila memang dokter juga menyarankan demikian walau memang khasiat susu sapi murni memang tinggi, susu sapi juga bisa menjadi alasan terjadinya sembelit pada beberapa kasus.

Enkopresis dapat menjadi suatu kondisi yang mengkhawatirkan yang dialami oleh anak-anak. Agar tidak terjadi enkopresis, sembelit adalah suatu kondisi yang perlu dihindari yang diimbangi dengan teknik latihan toilet yang lebih efektif. Segera juga bawa ke dokter bila gejala enkopresis mulai dialami agar penanganan lebih cepat bisa didapat.